Bab 12

1017 Kata
Bayu melompat pada salah satu gendruwo dan memukul dadanya, tangannya yang sebelumnya dialiri tenaga dalam mengeluarkan cahaya putih tepat mengenai jantungnya. Makhluk hitam besar itu memgeluarkan raungan dan jatuh menggelepar di tanah, tiba tiba tubuhnya hangus dan menghilang. Bayu menoleh pada ki Prana " Saya bisa mengurusnya, Den" Ki prana melirik padanya. "Kalau gitu aku akan menyusul putri Kemuning" Bayu melompat dan masuk dalam telaga. Sebuah istana kecil tampak didalam telaga, dayang dayang dengan sigap menghadang Bayu. Dengan sekali pukulan para dayang itu tergelapar dan berubah menjadi buaya yang sangat besar, dengan ganas buaya itu menghantam ke tubuh Bayu, dengan sedikit gerakan Bayu menghindar dan memukul tubuh buaya. Cahaya putih keluar dari tangannya menghantam badan buaya yang membuat buaya itu mati dan hangus terbakar. Seketika bau anyir tercium dan menghikang. Bayu menyusuri setiap ruang istana mendapati banyak jiwa manusia yang di rantai dan dijadikan b***k untuk membangun istana Putri Kemuning, membuat Bayu merasa kasihan. Disebuah ruangan yang besar putri Kemuning menunggu dengan bersila, mulutnya komat kamit membaca mantra. Sebuah tombak muncul dan melayang disampingnya. Putri kemuning bangun dan mengambil tombak itu, dia melompat ke arah Bayu Aji. Tombak itu menghunus tajam ke d**a Bayu, dengan sigap pemuda itu mundur kebelakang. Melihat serangannya gagal, Putri kemuning mengeram. Dia melompat, satu tangan memegang tombak dan tangan yang lain melempar selendang, selendang itu tepat mengenai tangan Bayu untungnya tidak terluka hanya pakaiannya yang robek. Bayu sedikit waspada lalu dia duduk bersila, mulutnya komat kamit dikeluarkannya jurus tapak sewu miliknya. Seketika keluar cahaya putih berbentuk tangan besar dengan jumlah yang banyak. Putri kemuning terperanjat "Apakah ini yang disebut jurus tapak sewu yang tersohor itu" batinnya dalam hati Bayu berdiri dia melompat ke depan Putri kemuning dan menyerangnya, setiap gerakan Bayu Aji selalu diikuti Oleh cahaya tangan yang menghantam putri kemuning. Putri kemuning tersungkur kebelakang, saat salah satu serangan Bayu Aji telak mengenai ulu hatinya. Dia memuntahkan darah. Saat dia mencoba berdiri tanpa di sangka sebuah gulungan cahaya putih melesat kerahnya membuat dia jatuh ketanah dan tergeletak tak bergerak, tubuhnya menghitam dan tebakar. Tak lama tercium bau hangus dan hilang. Istana yang tadi terlihat, hilang entah kemana. Jiwa jiwa yang terbelenggu terbebas dari rantai. Mereka menunduk dan berterimakasih lalu menghilang menuju alam seharusnya. Terlihat ki Prana menunggu di pinggir telaga. " Terima kasih pangeran" dia menunduk hormat. Bayu tersenyum, "Sama sama, ki. Lain kali jika memerlukan bantuan panggillah aku, selama aku mampu aku akan membantumu" Dalam sekejab Bayu kembali kekediamannya, "kau bisa kembali, Kinar". Tak berselang beberapa lama muncullah Kinar dihadapan Bayu. "Kembalilah pada tugasmu" "Baik, pangeran" Setelah memberi hormat Kinar menghilang. Bayu melihat Sekar yang sedang tertidur dan tersenyum, kemudian Bayu duduk bersila di atas ranjang untuk memulihkan tenaga dalam yang hilang dalam perkelahian tadi. *** Sekar mengucek matanya, dia terbangun dan melihat hari sudah menjelang subuh, suara adzan di masjid kampung terdengar berkumandang. Hari ini dia tidak memimpikan Bayu," Dia tidak mengunjungiku?" Gumamnya. Ada rasa sedih dan rindu dalam hatinya. Mbok Darmi sedang sibuk memasak saat Sekar muncul dibelakangnya. "Mau masak apa, mbok?" "Ga masak, nduk, sisa sayur dan lauk semalam masih banyak" "Kalau gitu Sekar mau cuci piring aja" Sekar beranjak ke tempat cuci piring saat tau mbok Darmi tidak memerlukan tenaganya, dengan cekatan dia mencuci perkakas bekas makan semalam. Saat matahari mulai muncul di ufuk timur, mbok Darmi pamit pergi ke ladang. Pagi ini Sekar lebih banyak menghabiskan waktu di belakang rumah. Dia asik memberi makan si ireng kambing kesayangannya "Sudah besar kamu, reng, waktunya kawin" Sekar menyodorkan rumput ke kambing hitam yang dia panggil ireng itu. "Mbekkk..." "Kamu mau? Nanti tak pinjemin kambingnya pak Slamet, ya? Mau yang berjanggut apa yang badannya gede, hmm?" Kambing itu asyik mengunyah, tak terusik dengan ocehan Sekar. "Walah, reng..reng..diajak ngomong kok malah diem aja" Sekar beranjak ke sumur buat mencuci baju kotornya mbok Darmi, saat ada suara orang memanggil manggil mboknya. Sekar mengurungkan niatnya dan keluar menuju pelataran, terlihat Sumi tetangganya memanggil manggil mboknya. "Ada perlu apa, yuk( mba)? Mbok lagi ke ladang" Sekar mendekat dengan wajah jutek. Sebenarnya dia tau kalau yuk Sumi pasti akan meminta talas. "Loh sudah berangkat keladang, toh? saya kira belum, Itu..talasnya sudah ada ?" "Ada dibelakang, yuk(mba), kalo mau ambil aja" "Tolong ambilkan ya Sekar, kamu kan sudah kotor? Jadi biar sekalian kotornya" Dengan menggerutu Sekar kebelakang dan menyabutkan lima batang talas yang besar besar buat Sumi dan membawanya kedepan. "Nah" diberikannya talas itu ke Sumi. "Cuma segini?" Sumi melihat Talas di depannya "Iya...adanya segitu" "Loh.. saya lihat itu banyak didekat sumurmu" "Ya kalau mau banyak ambil sendiri, Yuk (mba)" Sekar Kesal "Ya udah, ini kok ndak dibersihkan dulu toh, Sekar?" "Walah yuk...kalau mau yang sudah bersih ya sono di warung bu Ninik banyak atau di warung makan Pak Mur mungkin ada sayur talas malah tinggal makan" Sekar emosi. Sumi melongo, "ya kan aku cuma nanya kok malah marah, cantik cantik kok pemarah to kamu Sekar, ya udah makasih" Sumi mengambil talas dan pergi. Sekar berbalik menuju sumur sambil bersungut sungut, langkahnya dipercepat supaya bisa cepat mencuci pakaian mboknya yang sudah direndam. Sekar terperanjat saat melihat Bayu berdiri menunggunya di dekat sumur. "Bayu...kamu ada disini?" Sekar tak percaya dengan apa yang dilihatnya. "Hmmm...aku sudah kangen" Sekar tersipu mendengar penuturan Bayu, dia berlari kecil menuju sumur. Dia grogi dan salah tingkah. Wajahnya bersemu merah membuat Bayu gemas "Manisnya" gumam Bayu. "Sekar, maukah kamu menikah denganku?" Bayu tidak dapat membendung keinginan hatinya untuk memiliki gadis cantik itu. Sekar mengagguk. Hatinya memberontak, bukankah dia belum ingin menikah tapi kenapa kok dia mengangguk. Ah entahlah fikirnya, dia hanya ingin selalu bersama dengan laki laki tampan di depannya. Bayu bahagia melihat anggukan Sekar, dia menarik gadis itu kepelukannya. Di hirupnya aroma wangi dari tubuh Sekar. "Kamu mau jalan jalan?" Bayu melonggarkan pelukan. Sekar mengagguk lalu dia memejamkan mata, setelah beberapa detik dia membuka matanya kembali. Sekar terpana dengan pemandangan yang ada didepannya, sebuah taman bunga yang sangat luas dengan beraneka warna. Bukankah ini yang ada dalam mimpinya bersama Bayu, fikirnya. "Apa ini mimpi?" Sekar mencubit pipinya sendiri." Ah...sakit" Bayu tertawa melihat tingkah gadis itu. "Kamu tidak mimpi, Sekar.. aku yang membawamu kesini, membawamu ketempat aku menjemputmu dialam tidurmu" terang Bayu.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN