"Pa," sapa Surti. "Hmmm," perlahan kemudian Sokran merebahkan kepala dipangkuan Surti, hanya dalam hitungan detik desah si Surti kian kentara, jelas dan kian panjang terdengar. Seperti kebiasaan pasutri lainnya. Entah apa yang telah mereka lakukan berdua. Berulang hingga pagi menjelang. "Terima Kasih," bisik si Surti lirih. Mungkin si Surti kelelahan, atau semacamnya, sehingga dia hanya mengenakan lengre transparan warna abu-abu muda, sehingga sang suami bebas menikmati pemandangan indah itu. "Pa," sapaa lembut Surti kali ini salah diartikan oleh sang suami. Digendongnya si Surti, ditanggalkannya satu-satunya yang menempel pada si Surti. "Ah…sudahlah," pikirnya. si Sokran mengekspresikan kepiawaiannya menjelajah wilayah yang tahu begitu luas, hingga sang istri pun dibuatnya tak berd

