Bab 25

1551 Kata

Bu Surti Melihat si Embul membawakan segelas kopi panas. "Gak kesasar kamu Ndut," tanya sang Ibu. "Kesasar sih enggak Bu, cuma hampir khilaf," jawab Endut. "Pasti gara-gara liat banyak cewek Bali yang terkenal cantik-cantik," si Endut tersenyum. "Thanks, buat kopinya. Lho kopimu mana? Masak cuma ibu yang ngopi, gak seru ah," lanjutnya. si Endut tepuk jidat, "o… iya. Mama sayang kopi papa kelupaan, tolongin bawa sini ya tayaangku, manismu, pujaan hatiku, dambaanku, pegangan setiap malamku," si Endut gak melihat, bahwa sedari tadi Aisyah sudah berdiri dibelakangnya, sambil tersenyum. "Mulai, kumat konyolnya," pikir Surti, tapi ia menikmati setiap guyonannya. Keasikan candaan mereka bertiga, ternyata mengusik Mat Sokran, yang sedang memikirkan keberadaan Arin, ia bergegas keluar kamar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN