"Mas, aku mau pulang mengambil sesuatu buat mbak Arin, mas Endut ikut pulang?" Ajak Kotheo. "Bener juga, nanti mbak Aisyah khawatir, melihat mas Endut gak ada di apartemen sampai jam segini. Seperti yang saya katakan kemarin tolong jangan ada yang tahu keberadaanku," pesan Arin. si Endut memegang tangan mbak Arin, serta memandanginya, tak satu katapun mampu terucap dari bibir Endut. "Terima Kasih, atas kepedulian Mas, serta bantuannya," kata Arin lirih, matanya berkaca-kaca menahan kesedihan. "Mbak jaga diri baik-baik ya. Kalau ada perlu penting hubungi nomor saya saja, saya bakal tetap menjaga kerahasiaannya kok," kata si Endut. "Ya sudah saya pamit ya mbak," tambahnya. Kemudian memberanikan diri untuk mengecup kening Arin. Saragih dan Kotheo memandangi dengan perih, namun kembali la

