Episode 28

1757 Kata
Baru kali ini Kirana masuk rumah sakit lagi setelah kecelakaan yang di sebabkan oleh Karel. Dari kecil Kirana tidak pernah masuk rumah sakit sampai harus rawat inap. Kirana gadis kecil yang dulunya sangat kuat dan hidup bersih. Semua sangat di perhatikan oleh orang tuanya, makanya sekarang Orang tua Kirana sangat khawatir kalau Kirana masuk rumah sakit. "Kirana sayangg.. alhamdulillah kamu sudah sadar nak." Kata Pak Chandra (Papa Kirana ) yang baru saja datang. "Kenapa bisa kamu pingsan sih Nak? Terus sarapan kamu juga Mama lihat kamu nggak menyentuhnya sama sekali." Kata ibu Kartika sambil memeluk anak semata wayangnya itu. "Maaf Maaa, mungkin Kirana kecapean aja, makanya tiba - tiba ngedrop." Kata Kirana membalas pelukan Mamanya. "Loh kamu kecapean apa sih? Apa yang membuat kamu capek? Kamu itu nggak boleh terlalu banyak fikiran Kirana." Kata Pak Chandra  "Kirana capek memikirkan kapan Kirana bisa liat lagi Pahh, Kirana bosan seperti ini." Kata Kirana menundukkan kepalanya. "Maafin Papa dan Mama Nakk, karena belum bisa mendapatkan donor mata buat kamu." Balas Pak .Chandra sambil memegang tangan putrinya. "Maaf Naakk, Mama juga nggak mau melihat kamu terus - terusan seperti ini. Mama janji akan berusaha lebih keras lagi untuk mencarikan kamu donor mata." Ujar Mama Kirana yang sudah meneteskan air mata. Mendengar ucapan Mamanya, Kirana sangat merasa bersalah dan juga sudah membuat Mamanya sampai menangis. "Maa, nggak.. maafin Kirana, seharusnya Kirana nggak ngomong seperti itu, maaf Maa Paahh." Kata Kirana memeluk mamanya. Sherill, Ginda, Gadis, dan Dinda juga ikut menitihkan air mata melihat sahabatnya seperti itu. Sedangkan Kelvin hanya memandang sendu Kirana. "Nggak papa Nakk, Mama dan Papa sebagai orang tuamu harus bertanggung jawab atas kesehatanmu." Kata Pak Chandra juga ikut berpelukan bersama istri dan anaknya. "Lain kali sarapan kamu jangan sampai kamu nggak makan lagi yah." Kata Ibu.. "Iya Mama.. Kirana pasti akan rajin makan." Kata Kirana melepaskan pelukannya dan tersenyum. "Tante Om.. kalau gitu kita pulang dulu yah, Kirana kamu baik - baik yahh jangan lupa minum obat." Kata Sherill berpamitan. "Iya nak.. makasih banyak yah kalian udah nungguin Kirana sampai kami datang." Kata Ibu Kartika. "Makasihh anak - anak cantik dan ganteng" kata Pak Chandra. "Naaa, gue pulang dulu yahh.. cepet sembuh, jangan sakit lagi." Kata Kelvin mengelus kepala Kirana. "Iyaaa, hati - hati yah semuanya." Kata Kirana tersenyum. Mama dan Papa Kirana yang melihat tingkah Kelvin saling bertatapan, mereka sangat senang ada orang yang memperhatikan Kirana lagi. Mereka semua pun pulang, dan tinggal Orang tua Kirana yang menjaga Kirana. "Kirana sepertinya Kelvin suka sama kamu, iya kan Maa?" Tanya Pak Chandra "Iya Naa, atau jangan - jangan kalian udah jadian lagi." Kata Ibu Kartika sambil mengupas buah apel ditangannya. "Mama sama papa sembarangan banget sih ngomongnya. Nggak ada yah Kirana jadian sama Kelvin, dan Kelvin nggak suka sama Kirana. Kita semua cuma sahabatan." Kata Kirana. "Eisshh, nggak ada tuh cowok sama cewek yang sahabatan. Lama - lama nanti bisa jadian, kayak Papa sama Mama hahaha." Kata Pak Chandra "Ih, Papa malu tau sama Kirana." Seru Ibu kartika memberikan potongan apel ke Kirana. "Kenapa malu sama anak sendiri sih, Mama ini ada - ada aja." Kata Pak Chandra yang lagi mengganti -  ganti chennel tv. "Emang iya Mah? Mama sama Papa dulu juga sahabatan?" Tanya Kirana. "Iyaa, jadi dulu tuh.. Mama dan Papa udah punya pacar masing - masing, terus kalau salah satu dari kami lagi galau pasti kita saling curhat - curhatan gitu." Kata Ibu Kartika. "Mama tuh dulu sering banget galauin pacarnya, hampir tiap minggu berantem sama pacarnya." Kata Pak Chandra sambil tertawa. "Kok gitu Maa? Masa tiap munggu berantem sih." Tanya Kirana. Kirana sangat semangat mendengar cerita kedua orang tuanya. "Yahh, namanya juga masih anak - anak kan, masih banyak hal yang di pertengkarkan. Waktu Mama sering bertengkar sama pacar Mama, Papa yang nyaranin buat mutusin pacar  Mama, jadi Mama ikutin sarannya Papa deh." Kata Ibu Kartika yang terus menyuapi anaknya buah. "Kalau nggak putus sama pacarnya, mungkin mama sama papa nggak sama - sama sampai sekarang." Kata Pak Chandra. "Terus kok bisa Mama sama papa menikah?" Tanya Kirana. "Jadi pas Mama putus sama Pacar Mama, papa juga putus sama pacarnya, katanya pacarnya selingkuhin papa. Kasian deh hahah." Ejek Ibu Kartika "Kasian Papa hahhaa, terus - terus?" Tanya Kirana sambil mengunyah buah apelnya. "Terus habis itu, papa sering main ke rumah mama. Dan kata kakek kamu, mama mending menikah aja sama papa kamu. Waktu itu, emang sih Papa udah nyatain cintanya sama Mama, Mama juga menerima Papa. Dan waktu itu kita nggak ada yang menolak. Orang tua papa juga setuju, jadi kita menikah deh." Kata Ibu Kartika. "Ya iyalahh, langsung di terima, orang ganteng gini yang nembak." Seru Pak Chandra. "Hahahha, serunya kisah Papa dan Mama. Alhamdulillah yah, sampai sekarang." Ujar Kirana. "Makanya papa sama mama bilang kalau sahabatan cewek cowok itu nggak mungkin nggak saling suka." Kata Pak Chandra. "Ihh, tapi aku sama Kelvin nggak gitu Paahh." Seru Kirana. "Ya kita liat aja nanti, iya kan Maa?" Tanya Pak Chandra. "Iya hahah, udah yah.. sekarang kamu istirahat, kamu tidur Nak." Kata Ibu Kartika memberikan segelas air ke Kirana. "Okey Maa.. good night Maa, Paa.." Kirana perlahan berbaring. Kirana sangat senang mendengar kisah percintaan kedua orang tuanya, Kirana terfikir dengan apa yang di ucapkan orang tuanya kalau sahabat cewek cowok, nantinya akan saling suka. Tapi Kirana nggak memungkinkan semua itu akan terjadi. ***** Pagi itu Kelvin datang ke sekolah dengan wajah yang sangat ceria, Kelvin menyusuri koridor demi koridor menuju kelasnya. Di depan koridor pertama Kelvin melihat Karel yang tengah duduk sambil memakai headshet di telinganya. Kelvin melewati Karel begitu saja, tapi Karel menghentikan Kelvin. "Kenapa muka Lo senang banget?" Tanya Karel. Kelvin menoleh ke kanan, ke kiri dan ke belakang. "Gue?" Tanya Kelvin balik. "Iyalah bego, siapa lagi." "Ckckckck masih pagi woi, kasar amat mulutnya. Kenapa lo pengen tau alasan gue senang? Sibuk banget lo urusin gue." Kata Kelvin tertawa. "Yah gue penasaran aja, nanti alasan lo senang karena Kirana lagi." "Lahh, kalau emang karena Kirana, kenapa? Nggak ada hubungannya kali sama Lo." "Ada lah, gue itu mantannya Kirana, masih sayang sama Kirana dan gue yakin Kirana juga pasti masih sayang sama gue" kata Karel sangat yakin. "Rel, gue saranin Lo move on deh. Kasian banget gue liat Lo menghayal kayak gitu, pasti ada kok cewek yang suka sama Lo, wajah lo kan cukup ganteng jadi cari aja yang lain. Jangan bebanin Kirana terus dong."  "Lo tau apa sih Kelvin, gue lebih tau Kirana di banding Lo." Kata Karel. "Duhh, gue cabut deh Karel. Kayaknya omongan lo tambah kacau. Byeee Karel." Kata Kelvin menepuk bahu Karel dan berjalan meninggalkan Karel. Karel yang duduk di depan kelasnya memang sedang mendengarkan lagu kesukaan Kirana dan dia memang lagi merenungkan semua tentang Kirana, tentang dia dan Kirana. Sampai saat ini Karel memang masih sangat menyayangi Kirana. Karel belum bisa melupakan semua yang dia lewatkan bersama Kirana, semuanya terlalu indah untuk Karel lupakan. Kirana adalah perempuan pertama yang bisa mengerti Karel, bisa menyayangi Karel apa adanya. Karel sangat menyesali apa yang sudah dia perbuat dengan Kirana, tapi Karel juga sadar bahwa Kirana tidak bisa lagi kembali ke pelukannya. Karel tau kalau semakin lama Kelvin berada di samping Kirana, Kelvin pasti bisa mengisi kekosongan hati Kirana. "Assalamualaikuuummmmmm." Sapa Kelvin yang baru saja masuk kelas. "Walaikumsalam." Jawab semua siswa yang ada di dalam kelasnya. "Kenapa lagi tuh anak, senyam senyum." Seru Dinda. "Nggak tau deh.. nggak ada kejadian special kan kemarin waktu di rumah sakit?" Tanya Gina. "Woii minggir !!! Lelet amat jalannya." Teriak Sherill mendorong Kelvin sambil tertawa. "Ya Allah, sepupu gue kok kasar amat. Dasar cewek bar - bar." Seru Kelvin. "Hahaha ngapain juga lo di jalan, ini kan jalan gue ke bangku gue" Ujar Sherill menduduki bangkunya. "Gue lagi nikmatin pagi ini tauu." Seru Kelvin." "Hahahhaa, udah gila tub sepupu Lo Rill, penyakitnya kambuh lagi. Senyam - senyum nggak jelas." Kata Gadis. Carol yang baru saja datang melihat sekelompok itu tertawa, dan dia sangat marah melihat kebahagiaan mereka. "Ehh ehh, cewek tukang fitnah udah dateng tuh." "Woi Citra lo nggak mau pindah tempat duduk? Masih mau duduk sama tukang fitnah." "Duh iya iya, gue lupa.. duduk dimana dong gue." Kata Citra. "Sini duduk aja, gue kan sendiri." "Jauhin tukang fitnah, nanti kita kena batunya juga." "Ihh, serem amat.. nanti kita di fitnah juga, trus di sebarin di grup sekolah." "Nggak usah takut kali, semua orang udah tau kalau dia tukang fitnah." Kata beberapa anak yang ada di dalam kelas melihat Carol masuk. Carol mengabaikan mereka, dan jalan santai menuju bangkunya. "Udah - udah, jangan hujat dia terus." Kata Gadis. "Nggak usah sok ngebela - bela gue !!! Kalian senang kan melihat gue seperti ini, melihat gue di bully kayak gini." Seru Carol. "Lahh, yang ngebela Lo siapa? Gue ngomong kayak gitu biar mereka semua berhenti tau, gue bosen denger semua tentang lo." "Tau nih, Geer banget.. tapi gue emang kasian sih sama Lo, nanti lo stress lagi di hujat gini masih pagi - pagi." Kata Dinda menoleh ke arah Carol. "Nggak usah di kasihanin Din, nanti tambah menjadi - jadi." Seru Citra teman sebangku Carol. "SHUT UUUPPP !!!!" Teriak Carol dan berlari keluar kelasnya. Carol berlari keluar sambil menangis, Carol tidak menyangka semua akan jadi seperti ini. Carol hanya berfikir untuk membalas perbuatan sahabat - sahabat Kirana uang sudah mengabaikan dirinya. "Gue keluar dulu yah." Kata Kelvin berdiri dari bangkunya. "Lo mau kemana? Mau ngejar Carol? Mau kasih nasehat lagi buat dia?" Tanya Sherill sinis memegangi tangan Kelvin. Kelvin terdiam. "Tuh kan, Lo kenapa sih Vin. Masih peduli sama dia? Jangan - jangan Lo suka beneran lagi sama Carol." Kata Gina. "Iya yah?" Tanya Sherill lagi. "Nggak gitu.. gue cuma kasian aja sama dia, ini semua juga kan salah gue yang udah ngasih tau ke Carol soal kejadian itu." Ujar Kelvin pelan. "Vinn, gue kasih tau yah sama Lo.. mending kita nggak usah berurusan lagi sama dia. Nanti bakalan jadi masalah lagi, dia tuh nggak bisa di percaya." Kata Gadis. "Mending Lo duduk manis sekarang dan nggak usah keluar buat mengejar cewek egois seperti Carol." Kata Sherill. "Lo nggak bisa yah ambil pelajaran dari ini semua? Kalau kemarin Karel nggak datang, Lo mau apa Vinn?? Lo bisa apa??" Kata Gina yang cukup marah. "Lahh bener juga, kemarin Lo hanya bisa diam. Nggak bisa ngejawab pertanyaan Carol di depan semua anak - anak sampai Karel datang dan sekarang Lo mau ngehibur dia lagi??" Tanya Sherill. "Okehh Fine.. gue nggak akan keluar, maafin gue. Kalian jangan marah lagi sama gue." Kata Kelvin. "Nahh, gitu dong nurut." seru Dinda." Kata - kata yang di ucapkan oleh sahabat - sahabat Kirana itu, membuat Kelvin sadar akan kejadian kemarin. Memang benar Kelvin tidak bisa berkata apa - apa saat Carol melemparkan pertanyaan tentang kebenaran masalah Kirana dan Karel. "Hahh, gue emang pengecut." Batin Kelvin kesal.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN