Jam istirahat tiba, Kelvin belum menyelesaikan tugas yang di kasih kemarin sama pak Gurunya yang akan mengajar di jam pelajaran selanjutnya, alhasil dia harus menyelesaikannya dulu sebelum ke kantin.
"Nggak ke kantin Lo?" Tanya sherill berdiri melihat Kelvin yang tengah sibuk menulis.
"Duluan aja deh kalian, tugas gue belum selesai nih." Kata Kelvin melanjutkan tulisannya.
"Ya Ampun.. itu kan tugas dua hari yang lalu, lo belum ngerjain sampi sekarang? Ckckckck." Seru Dinda yang juga sudah berdiri di dekat bangku Kelvin.
"Gue lupaaaa.. aduhh, udah deh sana kalian pergi, nanti tambah lama nih gue selesainya dan gue nggak jadi makan. Sana.. husshh husshh !!!" Balas Kelvin.
"Iya iya, yukss guyss tinggalin aja." Ujar Sherill.
"Hahahah, semangat Kelviiinnn." Seru Gina.
"Iya beriisssiiikkk !!!" Kelvin pun melanjutkan tugasnya dengan terburu - buru karena dia juga sudah sangat lapar.
Tidak lama setelah Kelvin fokus untuk menulis, akhirnya tugasnya pun selesai juga.
"Alhamdulillah, akhirnya gue bisa makaaannn !!!" Teriak Kelvin di dalam kelasnya.
Kelvin terfikir untuk menelfon Kirana untuk menanyakan keadaan Kirana.
Tuuutttt tuuuuttt tuuuuttt..
"Halo Kirana."
"Iya Vin, kok nelvon jam segini, emang boleh?"
"Ini lagi jam istirahat Naa, makanya aku nelvon. Gimana keadaan kamu?"
"Alhamdulillah udah agak baikan Vinn.. tapi kata dokter masih harus di rawat dulu di rumah sakit."
"Alhamdulillah, ntar pulang sekolah Aku kesana deh. Kamu mau aku bawain apa?"
"Nggak usah bawa apa - apa Kelvin, ehh kamu udah makan? Yang lain mana?"
"Belum nih, aku habis ngerjain tugas untuk jam pelajaran selanjutnya, dan yang lain udah ninggalin aku duluan ke kantin."
"Ohh, gituu.. yaudah cepetan ke kantin nanti jam istirahatnya habis loh, kamu nggak sempat makan."
"Baik tuan putri, see youuuu."
Kelvin menoleh ke seluruh ruang kelas, ternyata dia tidak sendirian di dalam kelasnya. Ada Carol yang lagi bermain - main dengan ponselnya, dan Ketika Kelvin menoleh, mata Carol juga sedang melihat ke arah Kelvin dan tersenyum. Kelvin yang sadar akan suasana itu, langsung cepat berdiri dari bangkunya dan segera keluar.
"Ihhh, kok serem sihh hahahha." Seru Kelvin sambil berlari melewati kelasnya.
"Tapi kasian juga sih, pasti dia nggak punya teman untuk ke kantin, pasti dia belum makan. Hmm ya Allah ampuni hambah kalau hambah salah." Gumam Kelvin yang juga sedikit prihatin melihat Carol seperti itu.
Sesampainya di kantin, Kelvin tidak melihat Sherill dan yang lainnya. Kelvin memilih duduk di meja yang sama dengan teman kelasnya.
"Ehh, kalian liat Sherill dan yang lain nggak?"
"Nggak tuhh, kayaknya udah balik ke kelas deh."
"Hmm, gue baru aja dari kelas.. kemana sih."
"Vin, lo kok suka banget sih gabung sama mereka, mereka kan cewek - cewek semua?" Tanya Aldi teman sebangku Kelvin.
"Hahaha, emang kenapa kalau cewek - cewek semua. Gue bukannya suka, tapi gue udah terbiasa bareng mereka. Toh gue juga masih bergaul sama kalian kan?" Balas Kelvin."
"Iya nih Aldi bahas yang lain kek, ohh gue tau Aldi pengen juga gabung sama Lo Vin, soalnya dia suka sama Dinda hahhaha." Seru Bagas.
"Iya Aldi?? Hahah nanti gue salamin yah sama Dinda."
Setelah Kelvin masuk di kelas Kirana sebagai anak baru, Kelvin memang terbiasa ikut - ikut dengan teman - temannya Kirana. Karena dulu Kelvin ingin mengenal lebih dekat Kirana, dan sampai sekarang dia masih terbawa suasana.
Di kantin Kelvin menyelesaikan makannya, dan kembali ke kelas berniat mencari Sherill. Tapi sampai di kelas, Kelvin tidak menemukan mereka. Kelvin mengelilingi sekolahnya tapi dia masih tidak menemukan mereka.
"Kemana sihh??" Kata Kelvin melihat - lihat sekeliling sekolah.
"Woii lo dimana sih? Udah mau selesai tau jam istirahatnya, kok nggak balik ke kelas sih." Kelvin menelfon Sherill.
"Hahhah, kenapa Lo? Kayak anak ayam kehilangan induknya tau nggak sih."
"Sialan Lo.. cepetan balik ke kelas, nanti Pak bambang dateng."
"Pak bambang nggak akan datang, dan nggak ada pelajaran selanjutnya. Guru - guru ada rapat tau hahhahaha."
"Wahhh, kok Lo nggak bilang dari tadi sih? Lo udah tau dari tadi kan?"
"Hahaha biar Lo ngerjain tugas Lo dulu anak pintar."
"Isshh, jahat banget sih Lo.. kalau tau, gue tadi langsung ke kantin aja."
"Hahah, udah - udah nggak usah marah - marah. Sekarang Lo ke sini deh.
"Kemana gilee??"
"Ke roof top, sekalian bawain tas kita semua yah."
"Dari tadi kalian di situ? Ehh, tunggu bawain tas kalian semua? Nggak ada, salah satu dari kalian turun. Mana bisa gue bawa tas lima, mana tas kalian gede semua lagi."
"Isshh pelit amat, iya iya gue yang turun."
Kelvin kembali ke kelasnya untuk mengemasi barang - barangnya, dan menunggu Sherill. Kelvin melihat Carol sedang menelungkupkan kepalanya di meja, Kelvin ingin memberi tahu kalau ada rapat, tapi dia juga tidak ingin menghampiri dan berbicara dengan Carol.
"Loh, kalian semua belum mau pulang? Udah di bolehin pulang kok masih tinggal - tinggal di kelas." Kata Kelvin yang sengaja membesarkan volume suaranya agar Carol dengar. Dan tentu saja dengan suara Kelvin yang seperti itu, Carol bangun dari mejanya, melihat seisi kelasnya.
"Woii Kelvin.. udah beres - beresnya?" Sherill datang.
"Udah, gue nggak ikut kalian deh. Gue mau langsung ke Kirana, biar bisa lama kan disana." Kata Kelvin sambil memakai tasnya.
"Eh, iya juga yahh. Tapi gue sama yang lain mau ngerjain tugas dulu buat besok, kalau sampai di sana kasih tau Kirana aja dulu kalau kita lagi ngerjain tugas." Kata Sherill memasukkan buku - bukunya ke dalam tasnya.
"Okeyy, kalau gitu gue duluan yahh."
"Ehh, tunggu - tunggu Vin. Gimana caranya gue bawa semua tas ini, bantuin gue dulu yah ke atas." Ujar Sherill tersenyum dan mengedip - ngedipkan matanya.
"Isshh, iya iya. Ayo buruan." Kelvin mengambil tas Gina dan juga Dinda.
Setelah itu, Kelvin turun dari roof top dan berjalan menuju parkiran. Di parkiran Kelvin melihat Carol lagi yang setengah sempoyongan, tapi Kelvin pura - pura tidak melihatnya.
"Mau kemana Lo? Buru - buru amat." Kata Karel menepuk pundak Kelvin.
"Ihh, bikin kaget aja Lo.. kenapa lo mau tau sih." Seru Kelvin.
"Kalau Lo mau ke rumah Kirana, tolong berikan ini. Ini jamnya yang ketinggalan di mobil gue, makasih." Kata Karel dan langsung pergi begitu saja.
Kelvin hanya melongo melihat Karel, tidak biasanya Karel seperti itu. Biasanya cari masalah dulu baru pergi.
"Duh, gue ngapain sih. Ya udah lah yah, sapa tau Karel lagi nggak mood bertengkar hahah." Gumam Kelvin sambil memasuki mobilnya.
Di dalam mobil, pandangan Kelvin masih tertuju ke Carol. Karena mobil Carol terparkir pas di depan mobilnnya, Carol hampir terjatuh saat ingin memasuki mobilnya.
"Gue nggak mau lihat, dan gue nggak mau tau. Gue udah memutuskan untuk tidak berurusan lagi sama cewek itu." Kelvin langsung menyalakan mobilnya dan keluar dari sekolah.
Di perjalanan menuju rumah sakit, Kelvin singgah di salah satu toko kue, Kelvin berniat membelikan Kirana sekotak cupcake.
"Assalamualaikum." Sapa Kelvin masuk ke kamar Kirana.
"Walaikumsalam." Seru Kirana
"Walaikumsalam.. ehh nak Kelvin, kok udah kesini. Ini baru jam berapa loh." Kata ibu Kartika sambil memperhatikan jam tangannya.
"Di sekolah lagi rapat tante, makanya Kelvin langsung ke sini." Kelvin mengambil tangan ibu Kartika dan segera menyalaminya.
"Oalah, kenapa langsung ke sini nak.. kamu harusnya main dulu sama teman - teman kamu, baru kesini. Aduh tante jadi nggak enak." Kata Ibu Kartika.
"Ih, tante nggak kok.. emang Kelvin sengaja pengen datang kesini lebih awal, mumpung di sekolah lagi rapatkan." Kata Kelvin.
"Iya deh iyaa, kamu sudah makan belum?" Tanya ibu Kartika.
"Sudah kok tante, eh ini aku bawa capcake buat tante dan yang ini buat Kirana." Kelvin menyodorkan dua kotak kue.
"Tuh kan, bawa kue lagi.. jangan repot - repot yah nak Kelvin." Kata Ibu Kartika.
"Iya tante nggak kok." Kelvin berjalan ke dekat tempat tidur Kirana.
"Naa, Sherill dan yang lainnya masih di sekolah. Katanya mau selesaikan tugas dulu buat besok, habis itu mereka baru kesini." Kata Kelvin.
"Kalian memang anak - anak yang baik." Seru ibu Kartika yang berada di sofa.
Kelvin tersenyum.
"Iya nggak papa kok."
Tiba - tiba telvon Ibu Kartika (Mama Kirana) berbunyi. Telvon itu dari rekan kerjanya yang meminta untuk bertemu di luar untuk membahas pekerjaan yang lagi mereka kerjakan bersama.
"Haduh gimana yah, anak saya lagi di rumah sakit. Saya harus menjaganya, apa tidak bisa melalui telvon saja?"
"Tante ada aku kok yang menjaga Kirana, tante pergi saja." Tiba - tiba Kelvin berteriak.
"Kelviin.. Mamaku nanti lama lohh."
"Nggak papa.. Tante iyain aja." Kata Kelvin sambil menganggukan kepalanya.
Ibu Kartika pun menyetujui rekan kerjanya itu untuk bertemu di luar.
"Nggak papa kan Nak Kelvin?" Tanya ibu Kartika yang sudah mengambil tasnya.
"Nggak papa tante, tenang aja. Kelvin bisa menemani Kirana kok." Kata Kelvin.
"Maa, jangan lama - lama. Kasian Kelvin, nanti juga dia harus pulang." Kata Kirana.
"Iya Mama nggak lama kok, Kelvin kalau ada apa - apa telvon tante aja yahh." Kata Ibu Kartika membelai rambut Kirana.
"Iya tante, nggak usah khawatir yahh. Hati - hati." Kata Kelvin.
Mama Kirana keluar dari kamar Kirana, dan bergegas untuk menemui rekan kerjanya itu.
"Makasih yah Vin." Kata Kirana.
"Makasih apa sih? Belum apa - apa juga udah makasih." Kata Kelvin menarik bangku untuk dia duduki di samping tempat tidur Kirana.
"Makasih karena kamu udah mau temenin aku." kata Kirana tersenyum.
"Iya iya.. ini kamu makan cupcake dulu yah, cobain enak apa enggak. Soalnya tadi aku singgah karena ngeliat tokonya lagi rame banget, makanya penasaran sama rasanya." Kata Kelvin menyodorkan satu buah cupcake ke tangan Kirana.
"Ehmm, enak loh Vin.. kamu juga cobain." Kata Kirana menggigit sedikit demi sedikit cupcake yang ada di tangannya.
"Wah iya Naa, enak.. ternyata bukan karena lagi promo tapi karena enak cupcakenya." Kelvin juga ikut mencicipi Cupcake tadi.
"Ehh aku hampir lupa, tadi Karel nitip ini Naa, jam kamu. Katanya kamu lupa di mobilnya." Kelvin memberikan jam itu di tangan Kirana.
Kirana meraba jam itu, Kirana penasaran yang mana jamnya yang ketinggalan di mobil Karel.
"Ini warna apa Vin?" Tanya Kirana.
"Warna hitam, kenapa?"
"Ohh, hmm ini jam couple aku sama Karel. Gimana yah? Semua pemberian Karel udah aku kasih bibi dan sebagian aku sumbangin. Dan ini nggak mau aku pakai lagi Vin."
"Hmm, kenapa gitu Naa? Kan sayang barang - barangnya. Harusnya kan kalau memang kamu udah nggak suka sama orangnya, kamu nggak perlu seperti itu dengan barang - barang pemberiannya. Barangnya kan nggak salah."
"Tapi kalau aku memakai barangnya, aku bakalan mengingat orangnya lagi Vin. Aku mau ngelupain semua tentang dia." Kata Kirana memegangi jamnya.
"Iya sihh Naa.. kalau itu alasanmu, aku juga nggak bisa memaksamu untuk mengikuti saranmu. Tapi sekarang jamnya gimana dong?" Tanya Kelvin.
"Nanti aku kasih Bi Sri aja, biar di pakai sama anaknya yang perempuannya. Karena kan sebelumnya aku kasih juga ke Bi Sri."
"Ya udah, kalau itu mau kamu Kirana yang pentinh kamu senang dan tenang." Kelvin memegang tangan Kirana, menggenggamnya dengam lembut.