Episode 27

1722 Kata
Hari Kirana tidak keluar kamar hingga siang hari, Bi Sri yang berada di rumah sendiri tersadar bahwa majikannya itu tidak kelihatan sepanjang hari. Bi Sri khawatir akan keadaan Kirana, karena biasanya Kirana sudah turun dari jam 10 pgi setelah sarapan di antarkan ke kamarnya. Bi Sri menggedor - gedor pintu kamar Kirana tapi tidak ada jawaban sama sekali. Bi Sri langsung berlari turun untuk memanggil pak Adi. "Pak, Mba Kirana kok nggak turun - turun yahh? Bibi udah manggil - manggil tapi nggak ada jawaban dari dalam, Pak Adi coba bantu bibi liat dong." Kata Bi Sri. "Hah? Aduh kok bibi nggak bilang dari tadi sih?" Tanya Pak Adi sembari berlari masuk ke rumah. "Bibi lagi sibuk membersihkan, dan bibi juga baru ngeh kalau Mba Kirana nggak turun - turun." Kata Bi Sri mengikuti Pak Adi. Tok tok tok.. "Mba Kiranaaa, mbaaaa???" Panggil Pak Adi. "Bibi udah coba manggil kayak itu pak, coba deh pak Adi dobrak pintunya aja." Seru Bibi. "Aduh, kalau Mba Kirana ada di dekat pintu gimana Bi?" Kata Pak Adi mengintip ke luba kunci di pintu kamar Kirana. "Ya Allah Bii.. mba Kirana kayaknya pingsan Bi, Bibi coba minggir dulu, saya coba dobrak pintunya." Kata Pak Adi mengambil ancang - ancang. "Aduh.. Bibi telpon Ibu dan bapak dulu dehh." Bi Sri berlari ke bawah untuk menelpon krang tua Kirana. Kirana pun di kabarkan masuk rumah sakit karena kondisinya tiba - tiba drop dan harus di rawat inap selama beberapa hari kedepan. Di rumah sakit Kirana belum juga sadar, dan itu membuat orang tua Kirana sangat khawatir. Sahabat - sahabat Kirana sudah di beri tahu oleh Mamanya Kirana. Sherill menghubungi Kelvin untuk mengajaknya menjenguk Kirana di rumah sakit. "Halo.. Kelvin.." "Apa Rill? Kenapa Lo nelpon? Gue baru aja rebahan nih, capek tau gue hari ini. Terlau banyak drama." "Ehh, buseettt !!! Gue cuma mau ngasih tau Lo kalau Kirana masuk rumah sakit dan gue sama anak - anak mau ngejengkin dia habis magrib ntar." "Apaa?? Kirana masuk rumah sakit? Kok bisa? Kenapa?" "Tuhh kann.. udah baik nih gue telpon Lo, makanya jangan marah - marah dulu kalau gue yang nelpon." "Iya iya sorry.. habisnya gue emang capek banget.. ya udah deh Lo jawab Kirana kenapa masuk rumah sakit?" Tanya Kelvin "Fineee.. nggak tau sih lebih rincinya gimana, tadi tante .... cuma bilang kalau Kirana drop, dan kata dokter harus di rawat inap selama beberapa hari, tapi dari tadi siang pas dibawa ke rumah sakit Kirana belum juga sadar sampai sekarang." "Ya Allah kok sampai seperti itu? Hmmm.. mungkin karena masalah ini kali yah Rill, Kirana sampe ngedrop gitu?" "Sepertinya sih Vin, kayaknya Kirana terlalu memikirkan kita semua." "Hmmm." "Hmmm? Apaan Lo cuma Hmm doang. Jadi gimana Lo mau jengukin Kirana bareng kita atau nggak?" "Kalian duluan aja dehh, ntar kalau gue udah istirahat gue kesana kalau udah nggak capek." "Okeyy, terserah Lo aja.. biar Lo datang besok juga nggak papa kok." "Iyaa iyaaa.. yaudah thanks yahh infonya." "Okeyy, selamat istirahat. Setelah Kelvin mematikan teleponnya, Kelvin memesan bunga kesukaan Kirana di tempat biasa dia membelikan Kirana, untuk dibawanya ke rumah sakit. ***** "Assalamualaikum.." kata Sherill yang memasuki kamar rumah sakit Kirana. "Walaikumsalam, masuk Nak." Kata Ibu Kartika (Mama Kirana) "Loh, Kirana belum sadar juga yah tante?" Tanya Gadis. "Tadi sudah sempat sadar, tapi di kasih obat sama dokter katanya ini sih lagi tidur, tapi nggak tau kapan bangunnya." Kata ibu Kartika.  "Tapi ini nggak papa kan tante?" Tanya Gina. "InsyaAllah nggak papa nak, tante juga tadi kaget pas di telpon sama Bibi, karena Kirana nggak biasanya kayak gini. Jadi tante buru - buru pulang dari kantor." Kata Ibu Kartika "Emang tadi gimana kejadiannya tante? "Kata Bibi Kirana nggak turun - turun sampai jam makan siang, kan Kirana kalau udah sarapan dia tuh paling lambat turun itu jam 10an, trus kata Pak Adi, Kirana sudah tergeletak pingsan di kamarnya." Kata Ibu Kartika.   "Ya Ampun kok bisa gitu tante.. semoga aja Kirana cepat sadar tante." Seru Dinda memegangi tangan Kirana. "Iya Nak, aamiin.. ehm tante boleh minta tolong nggak sama kalian?" Tanya Ibu Kartika. "Silahkan tante, minta tolong apa?" Kata Sherill. "Bisa kalian jagain Kirana dulu? Tante mau pulang mandi, ganti baju, dan ambil perlengkapan buat Kirana. Soalnya tadi tante langsung bawa Kirana ke rumah sakit tanpa bawa apa - apa, sebentar tante balik lagi ke sini sama om." Kata Ibu Kartika "Oh iya tante, bisa kok. Tante pulang aja dulu, nggak papa kalau mau istirahat juga. Kita bisa kok jagain Kirana." Kata Gina. "Iya tante, pulang aja.. nggak papa kok." Ujar Dinda. "Makasih yah semua, kalau kalian lapar kalian bisa turun dulu dibawah, ada kantin dan ada mini market di bawah. Ini uang sedikit buat kalian." Kata Ibu Kartika "Ehh, nggak usah tante.. tante apaan sihh, lebay deh.. kayak baru kenal kita aja." Kata Sherill. "Hahahaha, iya nih tante.. tante pulang aja deh, nggak usah khawatirin kita. Dan Kirana aman bersama kita, okehh tante??" Kata Gadis mendorong pelan Mamanya Kirana keluar kamar rumah sakit. "Hahahah iya - iya makasih yah Nak." Kata Ibu Kartika "Hati - hati tante." Seru Gadis sambil melambaikan tangannya. Akhirnya Mama Kirana pun pulang, mereka dengan sabarnya menunggu Kirana sadar tapi tak kunjung sadar juga. "Guyss, gimana kalau gue turun beli cemilan dulu." Seru Dinda. "Boleh deh Din, sini gue temenin." Kata Gina. "Kalian berdua mau apa?" Tanya Dinda ke Sherill dan Gadis. "Terserah kalian aja, yang penting enak dan minuman seger. Gue lagi pengen yang seger - seger." Kata Sherill. "Gue juga samain aja sama Sherill." Seru Gadis. "Okey dehh, kita ke bawah dulu yahh." Kata Dinda berjalan keluar. Kelvin pun datang membawa bucket bunga mawar dan beberapa coklat di tangannya. "Widihhh, bawa bunga nihh." Ejek Sherill. "Apaan sih, gue emang suka bawain Kirana bunga kok. Karena gue tau kalau ini bunga kesukaan Kirana, dan gue emang selalu melewati toko bunganya kalau keluar rumah." Jelas Kelvin. "Iya deh iyaa, kita percaya kok." Seru Gadis yang lagi menonton tv. "Dihh, gue nggak bikin kalian percaya kok.. kalau nggak percaya, yah udah susah amat." Kata Kelvin tertawa kecil. "Hahahah sensian banget sih, bagi donh coklatnya." Kata Sherill. "Ini semua buat Kirana, Lo beli aja sendiri." Btw Dinda sama Gina mana?" Tanya Kelvin. "Pelit amaatt.. minta duit kalau Lo nyuruh beli gue sendiri." Kata Sherill. "Dinda sama Ginda lagi turun ke bawah beli cemilan." Kata Gadis. "Ohh, kalau gitu kalian juga turun gihh. Beliin gue makanan, gue belum makan nih dari tadi." Kata Kelvin mengeluarkan uangnya dari dompet. "Banyak banget.. sisa buat kita kan?" Tanya Sherill tersenyum lebar. "Iya terserah Lo deh, sana cepetan." Kata Kelvin. Kelvin memang sudah terbiasa menyuruh Sherill, dan begitupun sebaliknya. Mereka layaknya saudara kandung, karena memang Sherill dan Kelvin adalah anak tunggal di keluarganya. Sherill dan Gadis turun ke bawah menyusul Dinda dan Gina. Kelvin duduk di samping Kirana yang tengah tertidur, Kelvin merasa sangat cemas dengan keadaan Kirana. "Naaa, kenapa kamu kayak gini? Kalau kamu ada apa - apa kasih tau ke Aku dong, aku kan udah bilang sama kamu kalau aku selalu ada buat kamu. Kenapa jadi seperti ini? Maafin aku kalau aku yang membuat kamu seperti ini, kamu bangun dong Kirana. Semua orang nungguin kamu." Kelvin tertunduk memegangi tangan Kirana dengan mata yang mulai berkaca - kaca. Karena kelamaan menunggu Sherill datang, Kelvin ketiduran di tempat duduknya. Karena tadi Kelvin belum sempat tidur dan dia sangat mengantuk. Kirana akhirnya sadar, dia kaget siapa yang memegangi tangannya. Kirana mencoba melepaskan tangannya, dan meraba siapa yang sebenarnya duduk menemaninya. "Heii.." panggil Kirana tapi Kelvin tidak menjawab. Kirana mencoba lebih meraba ke wajah Kelvin, dan itu membuat Kelvin terbangun. "Kirana kamu udah sadar?? Alhamdulillah ya Allah." Kata Kelvin mengambil tangan Kirana. "Kelvin?? Kamu udah dari disini? Sama siapa?" Tanya Kirana. "Belum terlalu lama kok Naa, tadi ada Sherill dan yang lainnya juga tapi mereka pergi beli cemilan katanya, tapi nggak tau kenapa belum balik juga. Kenapa kamu bisa kayak gini sih Naa? Aku kan udah bilang sama kamu, kalau ada apa - apa tuh kasih tau aku, jangan kamu simpan sendiri." Kata Kelvin. "Aku nggak papa kok Kelvin, kamu liatkan? Aku cuma pingsan doang, mungkin aku kecapean." Kata Kirana mencoba untuk bangun dan sandar. "Ehh, mau ngapain?" Tanya Kelvin. "Aku mau sandaran Vinn, pegel aku tiduran mulu." Pinta Kirana. "Ck, kamu ini emang harus baring dulu, kamu baru sadar nggak boleh banyak gerak dulu." Kata Kelvin membelai rambut Kirana. Sherill dan yang lainnya akhirnya datang juga, mereka sangat terkejut dan senang akhirnya Kirana sudah sadar. "Kiranaaaaa !!! Akhirnya kamu sudah sadar." Teriak Dinda. "Woii, ini rumah sakit.. ckckckck nggak usah pakai teriak - teriak." Seru Kelvin. "Iya - iya maaf, gue kan senang melihat Kirana udah sadar." Kata Dinda menghampiri tempat tidur Kirana. "Kenapa Lo bisa ngedrop gini sih Naa?" Tanya Sherill. "Nggak tau, mungkin aku kecapean aja. Nggak isah khawatir yah guyss." Kata Kirana tersenyum. "Mana makanan gue?? Di suruh pergi beli makanan lama banget, ngapain sih dibawah? Tebar pesona??" Tanya Kelvin kesal karena dia sudah sangat lapar. "Ya Ampun.. ngapain juga tebar pesona di rumah sakit. Nihh, makanan Lo nggak usah marah - marah gitu." Kata Sherill memberikan sekotak makanan. "Iya nih Kelvin, dari tadi marah - marah melulu. Ntar cepat tua loh." Seru Dinda. "Kelvin kamu belum makan? Maafin aku yah, pasti kalian semua belum makan baru kesini?" Kirana merasa bersalah. "Nggak kok, Kelvin aja nih yang belum makan. Nggak tau ngapain aja pas pulang sekolah." Kata Gina. "Nggak Naa, aku udah makan kok tadi. Cuma lagi laper aja lagi. Nggak papa, aku makan dulu yahh." Kelvin berdiri sambil mengelus kepala Kirana. "Iya, sana makan.. kayaknya faktor lapar deh Lo marah - marah mulu dari tadi." Kata Sherill. "Hahaha, jangan gituin Kelvin.. kasian." Kata Kirana. "Mereka nggak bakal ngasianin gue Naa." Seru Kelvin dari sofa yang tidak jauh dari tempat tidur Kirana. "Ehh, aku kok cium bau mawar yah." Kata Kirana. "Iya Naa.. emang ada mawar kok di sini, pas di samping Lo. Si bapak yang lagi makan itu yang bawain, dan dia juga bawain Lo coklat banyak banget." Balas Gadis. "Masa di minta satu aja nggak di kasih Naa coklatnya, katanya itu punya Lo. Pelit bangetkan?" Seru Sherill. "Emang itu punya Kirana, minta aja sama Kirana. Kalau Kirana ngasih, yaudahh.. tapi saran aku nggak usah di kasih Naa, tadi udah aku kasih uang buat jajan mereka." Kata Kelvin. "Ihh, busettt nggak ikhlas yahh. Kok di sebut - sebut." Kata Gadis. "Hahahah, udah - udah biarin Kelvin makan dulu. Jangan di gangguin terus, ntar keselek." Kata Kirana. "Eh, gue kabarin mama Lo dulu yah Naa kalau Lo udah sadar." Kata Gina. "Iya, makasih Gin." Kata Kirana. =====
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN