Episode 54

1734 Kata
Kelvin dengan sangat sabar mengikuti keinginan Carol, meskipun Kelvin sudah sangat emosi tapi Kelvin tetap harus menjaga sikapnya agar Carol mau menghapus foto yang tadi dia ambil di dalam mobilnya. “Tujuan Lo sebenarnya kemana sih? Gue capek terus – terusan bawa mobil nggak jelas kayak gini. Mending sekarang gue anter Lo pulang aja, karena kalau kembali ke sekolah ini udah nggak mungkin.” Ujar Kelvin yang sudah sangat Lelah menyetir mobilnya. “iya kita kerumah gue aja.” Jawab Carol. Kirana yang kefikiran Kelvin pergi kemana sampai tidak masuk sekolah, mencoba  menghubungi Kelvin. Dua kali Kirana menelvon tapi tidak ada jawaban dari Kelvin, karena ponselnya juga masih ada di tangan Carol. Kelvin mencoba merampas ponselnya dari tangan Carol, tapi tidak bisa karena Kelvin sedang menyetir. Carol yang melihat kalau panggilan itu dari Kirana, segera menghubungi kembali Kirana. “Ngapain sih Lo? ???” Bentak Kelvin ke Carol. “Lo mau bicara dengan Kirana kan? Ini gue telvon balik.” Jawab Carol. “Nggak usaahhh.. Ntar gue telvon balik.” Kata Kelvin. “Lohh.. kenapa? Udah tersambung kok.” Carol tersenyum. Tuuuuttt tuuttt tuuttt.. “Halo Kelvin kamu dimana?” “Haiii Kiranaaaa.. Kenapa nyariin Kelvin, Kelvin lagi berduaan sama gue. Kok ganggu sih.” “Siapa ini? Carol?” “CKKKKKK.. SINTING LO YAHHH !!!!” Teriak Kelvin sambil membanting stirnya untuk menyingkirkan mobilnya ke pinggir jalan. “Uuuhh, sayang kenapa sihh. Marah – marah mulu dari tadi.” Ujar Carol yang masih memegang ponsel Kelvin. “Iya ini gue Carol Kirana.. Kelvin lagi bolos sekolah dan pergi berduaan sama gue.” “SINI PONSEL GUEEE !!!!” Kelvin masih berusaha mengambil ponselnya. Carol sudah menyetel ponsel Kelvin dalam mode Loudspeaker. “AAAAHHHH.. SAYANG SAKITT AAHHH.. Kamu ngapain sih? Nanti aku kasih ponselnya, akum au bicara sama Kirana dulu.” Kata Carol sambil tertawa menjalankan sandiwaranya. Kelvin berhasil merampas ponselnya, tapi Carol tidak diam saja. Carol mendekati Kelvin dan terus berbicara sembarangan. Kirana hanya diam mendengar semua ucapan Kelvin dan Carol, karena Kirana sangat bingung apa yang sebenarnya terjadi. “Aaahhh sayaaanggg ahhhh.. Aku suka banget sama service kamu Kelvin, aaahhh lanjutkan lagii aahhh.” Kata Carol sambil tertawa agar Kirana mendengar ucapannya. “Naaa.. ntar aku telvon balik yahh.” Kelvin mematikan telvonnya. Perasaan Kirana saat itu sangat tidak karuan, Kirana kecewa karena Kelvin bolos sekolah dan lagi sedang bersama dengan Carol. Dan mendengar pembicaraan dari Carol yang Kirana tidak tau mereka sedang di mana dan melakukan apa. “HAHAHAHHAHA.. Kok di matiin sih? Kan gue belum selesai ngomong sama Kirana, gimana sih Lo Vin.” Ujar Carol. Kelvin melihat ada kesempatan untuk mengambil ponsel Carol, Kelvin berpura – pura untuk menyuruh Carol membelikannya air minum, yang kebetulan mereka berhenti di depan mini market. “Denger yah Carol, sekarang gue sangat sabar ngehadapin Lo yang kayak gini. Gue capek, gue minta tolong sama Lo, Lo turun dan beliin gue minum di dalam. Gue haus.” Ujar Kelvin. “Semoga aja dia mau dan nggak ingat untuk membawa ponselnya.” Batin kelvin. “Okeyy.. Karena Lo udah mau ngikutin gue bolos hari ini, gue beliin apa aja yang Lo mau.” Kata Carol menggoda Kelvin. “Iyaa.. sana cepetan.” Carol pun turun tanpa membawa ponselnya yang dia tinggalkan di kursi mobil Kelvin. Kelvin Cepat – cepat menghapus foto yang tadi Carol ambil di dalam mobilnya. Karena kebetulan ponsel Carol masih menyala dan belum terkunci. Setelah menghapus foto, Kelvin mengemasi semua barang milik Carol yang ada di dalam mobilnya, dan berlari masuk ke dalam mini market tersebut. Kelvin melihat sekeliling, Carol masih di dalam dan jauh dari pintu mini market, Kelvin langsung menitipkan barang Carol ke kasir yang ada di mini market itu dan segera kembali ke mobilnya, lalu pergi meninggalkan Carol. “Fuuuhhhh alhamdulillah hahahah.. akhirnya selamat dari cewek gila itu.” Seru Kelvin melajukan mobilnya sangat cepat pergi dari mini market itu. Sementara itu Carol belum menyadari kalau Kelvin seudah meninggalkannya, Carol masih asyik berbelanja dengan santainya. Sesampainya di kasir, Carol membayar semua belanjaannya. Carol kaget melihat ada tas dan sweaternya di situ. “ehm Mbaa.. ini tadi di titip sama teman Mba, katanya dia lagi buru – buru dan nggak bisa nungguin Mba.” Kata Kasir itu. “Kelvinnn siaaaallaaannnn !!!!” Teriak Carol. “Mbaa maaf tolong ucapannya di jaga.” Kata Kasir. “cckkk..” Carol melihat sinis kasir itu. Carol mengambil belanjaannya dan mengambil barang – barangnya, segera keluar dari mini market . “Liat aja foto yang tadi bakalan gue sebar di grup sekolah.” Gumam Carol berdiri di depan mini market itu sambil memeriksa ponselnya. “Aaaarrggggghhhhh.. Kelvin brengseekkkkk !!!! Dia udah hapus foto gue, aaarrggghhhh sialan. Bisa – bisanya dia bego – begoin gue kayak gini.” Teriak Carol sampai semua orang yang ada di mini market itu memperhatikan Carol dengan sangat heran. “Ah, BRENGSEKKK !!!!” Karena merasa di perhatikan Carol pun pergi dari mini market itu, lalu mencari taksi untuk pulang ke rumahnya. Di perjalanan Kelvin menelfon Sherill, karena dari tadi Sherill tidak berhenti menghubunginya. “WOIII LO DIMANA ????” “Astaghfirullah aladzim… nggak usah teriak – teriak gitu Rill, sakit nih telinga gue. Belum apa – apa juga udah teriak – teriak.” “Yah gimana gue nggak teriak, gue dari tadi ngehubungin Lo, dan Lo sama sekali nggak jawab telvon dari gue. Dan Kirana yang tadinya juga nggak tau keberadaan Lo, tiba – tiba nelvon gue dan bilang Lo sekarang lagi sama Carol. Lo GILA YAHH ?!??!?!!??!!!” “Rill Rill.. Lo tenang dulu, sekarang lebih baik Lo langsung ke rumah Kirana, karena gue juga sekarang menuju ke rumahnya. Biar gue jelasin semuanya ke kalian, ceritanya panjang. Biar gue nggak jelasin dua kali. Udah pulang sekolah juga kan?” “ah, sumpah yahh.. Lo bikin gue marah banget tau nggak. Okeyy.. awas Lo kalau lama sampai di rumah Kirana.” “iya iya, gue udah di jalan ini.” Kelvin pun mematikan telvonnya, dan segera menuju rumah Kirana. Tapi Carol juga berkali – kali menelvon Kelvin. “duhhh.. sumpah yah ni cewek ngeselin banget.” Gumam Kelvin melihat ke arah ponselnya. Di sekolah Sherill sudah sangat marah karena mengetahui Kelvin benar – benar bersama Carol. “Sudahlah Rill.. sekarang kita kan mau ke rumah Kirana. Biar kita dengerin penjelasannya Kelvin dulu.” Kata Gina sembari membereskan buku – bukunya yang ada di atas meja. “Iya Rill.. santai dong Lo.” Seru Dinda. “Guyysss gimana gue bisa santai kalau gini. Tadi kalian nggak denger gimana nada suaranya Kirana nelvon gue sambil bilang kalau Kelvin lagi sama Carol, dan kayaknya sedang melakukan hal yang nggak – nggak. Duhh denger suara Kirana kayak gitu tuh rasanya pengen nangis tau nggak, kayaknya Kirana kecewa banget sama Kelvin. Gue tuh sebagai sepupunya Kelvin, mau kalau Kirana sama Kelvin bersama. Gue nggak mau Kirana kecewa kayak gitu.” Ujar Sherill. “Iya Sherill.. Kita ngerti kok apa yang Lo rasakan, tapi kalau Lo stress sendiri kayak gini, yang ada malah nambah – nambah beban fikiran Lo tau nggak sih.” Ujar Gadis. “Sekarang lebih baik, kita cabut dan langsung ke rumah Kirana.” Ujar Gadis lagi. “Ayo Sherill.” Dinda menarik Sherill untuk berdiri keluar dari bangkunya. Sesampainya di rumah Kirana, Kelvin belum datang juga. Emosi Sherill semakin menjadi – jadi. “Dimana Lo brengseekkk ???” Sherill menghubungi Kelvin. “Rilll nggak boleh gitu ah.” Ujar Kirana yang baru saja keluar dari dapurnya bersama dengan Bi Sri. Sherill hanya berbalik memandang Kirana dan melanjutkan telvonnya. “Gue udah hampir sampai, tungguuu.” Jawab Kelvin. “Cepetan.” Tidak lama kemudian Kelvin pun sampai di rumah Kirana. Emosi Sherill sudah mulai reda karena ada Kirana yang dari tadi menenangkannya. “Assalamualaikum.” Sapa Kelvin. Sebenarnya dalam hati Kelvin juga sangat takut, Sherill bakalan marah besar, dan Kirana jadi salah paham dengan apa yang dia dengar tadi. “Walaikumsalam.” Semuanya mejawab salam Kelvin. “Duduk Lo.. Dan jelasin secara rinci apa yang sebenarnya terjadi kenapa bisa Lo sampai bolos, dan bisa bersama Carol.” Ujar Sherill menatap penuh amarah ke wajah Kelvin. Kelvin pun duduk dengan perasaan takut dan tidak enak, Kelvin berusaha menjelaskan semuanya panjang lebr, secara rinci tanpa ada satu pun yang ketinggal tentang kejadian hari ini yang menimpanya. “Hahhahahaha.. keren banget Lo Viiinnn bisa ninggalin Carol kayak gitu.” Seru Dinda tertawa terbahak – bahak di tengah seriusnya pembiacaraan sahabat – sabahatnya itu. “Dinda Dindaaa.. selalu aja Lo kayak gitu. Diem duluu.” Ujar Gina menutup mulut Dinda. “Lucu tau, kok kalian nggak ada yang ketawa sih. Pasti sekarang Carol kesal banget sama Lo Vin hahaha.” Ujar Dinda lagi yang sudah melepaskan tangan Gina dari mulutnya. Tapi tidak ada yang menggubris ucapan Dinda. Mereka tetap focus mendengarkan Kelvin. “Jadi tadi apa yang aku dengar dari mulut Carol itu apa Vin? Semuanya nggak bener kan?” Tanya Kirana. “Nggak Naa.. semuanya nggak bener. Carol sengaja seperti itu, kamu nggak liat aja gimana dia tertawa dengan liciknya di hadapan aku.” Jawab Kelvin. “Kenapa sih Lo selalu aja masuk dalam jebakan Carol. Lo yang terlalu lembek apa gimana sih.” Seru Sherill. “Rill.. gue udah jelasin semuanya yah dari tadi. Gimana gue bisa kabur dari dia kalau seperti itu? Gue nggak mau buat masalah di sekolah hanya karena foto yang nggak bener itu. Jadi gue nggak ada pilihan lain tadi, Carol tuh punya banyak akal buat ngejebak gue.” Ujar Kelvin. “Emangnya dengan bolos tadi Lo nggak bikin masalah di sekolah hah?” Seru Sherill. Kelvin hanya terdiam. “Yahh Lo juga harus punya banyak akal dong untuk nggak terjebak lagi dalam jebakan dia. Sumpah yah gue jadi kesel juga lama – lama sama Lo Vin. Masa Lo nggak bisa sih, ngelawan, menghindar, dan nggak masuk dalam jebakan Carol !!!” Ujar Gadis yang juga sangat tidak suka kalau Kelvin terus – terusan berusan dengan Carol. “Gimana caranyaa ??? Carol tuh selalu ngancam gue.. dia bisa aja memutar balikkan fakta, gimana kalau dia ngomong ke semua orang kalau gue mau apa – apain dia.” Jawab Kelvin. “Vinn.. aku yakin kamu pasti bisa nemuin caranya agar nggak masuk dalam jebakan Carol lagi. Cobalah berfikir lebih lagi, aku yakin kamu pasti bisa menghindar dari Carol suatu saat nanti.” Ujar Kirana memegang tangan Kelvin. “Hmm.. iya Naa.. akan aku usahain.” Kata Kelvin memegang tangan Kirana juga. “Eh, kita kan punya video yang tempo hari. Kenapa nggak di gunain aja untuk ngancem Carol.” Ujar Gadis. “Lah, iya juga yah..” ujar Sherill. “Hmmmm..” Kelvin hanya menghela nafasnya. Kelvin merasa serba salah dengan semua kejadian ini. Di tengah – tengah pembicaraan mereka, ponsel Kelvin berbunyi lagi. Dan itu dari Carol. “sini biar gue yang angkat.” Sherill mengambil ponsel Kelvin. “Siapa Vin?” Tanya Kirana. “Carol Naa.” Kelvin menyandarkan badannya ke sofa sambil memegang tangan Kirana. “Kenapa Lo telvon – telvon Kelvin lagi? Belum puas Lo ngajakin Kelvin bolos satu harian ini. Dasar cewek murahan.” “nggak boleh gitu Sherill.” Seru Kirana. “Naa.. kita keluar aja dulu yukk.” Kelvin mengajak Kirana keluar, agar Kirana tidak mendengar ucapan kasar dari Sherill. Kelvin tau kalau Sherill akan mengeluarkan kata – kata kasar saat berbicara dengan Carol dengan emosi yang memuncak lagi setelah mendengar suara Carol.   =====    
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN