Kirana pun menuruti permintaan Kelvin untuk keluar.
“Naaa.. kamu percayakan sama apa yang aku bilang semua tadi?” Tanya Kelvin berjalan keluar bersama Kirana.
“Aku percaya kok Vinn.. kamu nggak mungkin ngelakuin hal yang seperti itu.” Jawab Kirana.
“Makasih yahh Naa.. aku nggak tau harus gimana sama Carol. Dia benar - benar mempunyai banyak cara untuk membuat aku nggak bisa berbuat apa - apa dan terus saja mengikuti keinginannya. Aku capek banget kalau kayak gini terus, aku mau fokus belajar di kelas tiga ini.” Jelas Kelvin sambil memantu Kirana duduk di kursi yang ada di teras rumahnya.
“Aku tau apa yang kamu rasakan Vin.. aku tau kamu juga pasti nggak bisa kasar sama Carol, karena Carol perempuan. Kamu hebat Vin, bisa hadapin Carol dengan sabar seperti itu. Kamu cukup tegas aja lagi sama Carol, pasti bisa kok.” Ujar Kirana.
“Hmm.. iyaa Naa.. bakalan aku coba.” Ujar Kelvin.
Gadis, Dinda, dan Gina di dalam rumah Kirana menyaksikan Sherill yang marah - marah dengan Carol di telvon.
“Kenapa Lo yang angkat telvonnya Kelvin? Nggak sopan Lo.” Kata Carol.
“Kenapa kalau gue nggak sopan? Terserah gue mau angkat atau nggak. Gue nanya yah sama Lo, Lo ngapain lagi telvon - telvon Kelvin lagi? Lo fikir Kelvin bakalan angkat telvon dari Lo hah??? SADAR DONG LO CEWEK MURAHAN !!!!”
“Hahahah.. kok gue nggak murahan, gue ngelakuin ini hanya untuk Kelvin seorang, gue sayang banget sama Kelvin, dan gue tetap berusaha untuk membuat Kelvin jadi milik gue.”
“Dasar SINTINGGG !!! Okeyy, kalau itu mau Lo, kita semua bakalan ngikutin permainan Lo. Tapi jangan salahkan kita kalau Video Lo sebagai cewek murahan, akan gue sebar. Lo nggak lupa kan sama video Lo yang tempo hari?”
Carol terdiam, Carol lupa kalau ada video yang tempo hari di rekam oleh Gadis masih ada dengan mereka.
“Kenapa Lo nggak jawab? Nggak papa kan kalau semua orang tau kalau Lo itu cewek murahan, yang rela tubuhnya di perlihatkan oleh cowok yang Lo suka?”
“Ahhh.. sialan Lo.. coba aja Lo kalau berani up video itu, gue nggak akan tinggal diam.”
“Lahhh.. kok Lo yang ngatur sih? Lo yang harusnya berhenti untuk gangguin Kelvin, kalau Lo nggak mau video menjijikan Lo ini kesebar.”
“Gue sih nggak papa yahh.. kan di vidoe itu ada wajahnya Kelvin juga? Cowok yang udah ngeliat separuh badan gue. Dan pasti kalau Lo sebar, namanya Kelvin akan terbawa - bawa juga kan? Iya kan Sherill cantik?”
“WHATEVEERRRR !!!! Kelvin nggak ada ruginya kalau sampai namanya di bawa - bawa, karena itu udah jadi tindak pelecehan terhadap cowok. Dan Lo tau kan kalau sampai vidoe ini di ketahui oleh pihak sekolah? Konsekuensinya Lo bakalan di keluarin dari sekolah, dan Kelvin bisa aja membuat laporan kalau Lo udah ngelecehin dia dengan bukti yang udah kita pegang.”
Sherill terus saja mengancam dan menakut - nakuti Carol. Agar Carol bisa berhenti untuk tidak mengganggu kehidupan Kelvin lagi. Karena Sherill ingin kalau Kelvin saudara sepupunya itu bisa hidup tentram di jakarta, dan bisa bersama dengan sahabatnya Kirana.
“Brengsekkk Loo !!! Kenapa sih kalian selalu mengganggu apapun yang lakuin? Kenapa kalian nggak bisa liat gue bahagia? Kalian selalu saja ada dan menjadi penghalang.”
“Woii Lo yang brengseekkkk !!!!! Lo kayaknya udah sakit jiwa deh, coba lo ke psikiater periksa kejiwaan Lo. Lo yang selalu mencoba masuk ke kehidupan kita, mulai dari Lo sirik dengan Kirana sampai Lo suka sama sepupu gue. Sadar dong Lo !!! Udah berapa kali kita ngomong baik - baik sama Lo. Udah deh yahh, pesan gue lebih baik Lo ke psikiater periksa kejiawaan Lo. BYEEEEE !!!!”
Dengan emosi Sherill mematikan telvon Carol, Sherill sudah sangat tidak bisa berbicara panjang lebar dengan Carol yang tidak bisa mengerti.
“Minum dulu Sherill.” Gina mengambilkan segelas air minum untuk Sherill.
“Hahah.. sabar lah Sherill, blok aja nomornya Carol di ponsel Kelvin. Biar dia nggak bisa hubungin Kelvin lagi.” Ujar Dinda.
“Bener juga Lo.” Sherill mengambil ponsel Kelvin kembali. Tapi ponsel Kelvin sudah terkunci.
“KELVVVIIINNNNN !!!” Teriak Sherill dari dalam.
“Eh, kayaknya Sherill udah selesai deh Naa telvonannya sama Carol.. masuk yuk.” kelvin berdiri sambil membantu Kirana berjalan masuk ke dalam rumahnya kembali.
“Buka nih ponsel Lo.” Seru Sherill.
“Untuk apa?” Tanya Kelvin sambil mengambil gelasnya dan menuangkan minuman untuk di minumnya.
“Block nomornya Carol.. biar dia nggak hisa hubungin Lo lagi.” Jawab sherill.
“Kenapa nggak dari dulu aja sih Lo ngeblock nomornya Carol Vin?” Tanya Gadis.
“Iya nih Kelvin.. harusnya dari dulu Lo block nomornya Carol, biar Lo nggak di gangguin mulu.” Ujar Dinda.
“Kan Carol jarang telvon - telvon gue, jarang ngechat gue. Paling dia gangguin gue pas di sekolah doang. Makanya gue nggak kefikiran buat ngeblock nomornya.” Jawab Kelvin.
“Kenapa mau di block? Nggak papa, biarin aja. Kalau Carol capek pasti bakalan berhenti untuk menghubungi Kelvin kok.” Ujar Kirana.
“Naaa.. dia nggak bakalan berhenti. Kelvin harus ngeblock nomornya Carol.” Ujar Gadis.
“Hmmm.. yaudah sih terserah kalian aja.” Kata Kirana.
“Nggak papa Naa.. aku block aja.” Kelvin mengambil ponselnya dan langsung memblock nomor Carol.
“Hmm.. sekarang kalian nggak usah mikirin itu lagi, nggak boleh stress lagi. Okeyy?” Kata Kirana.
“Iyaa Naa.. maaf yahh, kita belum bisa membuat Carol untuk berhenti mengganggu kita.” Ujar Sherill.
“Ya Allah.. kok minta maaf sama aku sih. Kita emang nggak bisa buat mengontrol sifat manusia, tapi aku yakin suatu saat nanti Carol akan sadar dengan semua perilakunya. Kalian nggak perlu minta maaf, toh kalian nggak salah apa - apa.” Kata Kirana.
“Sayang dehhh sama Kiranaaa Naa Naaa sayanggg.” Dinda memeluk Kirana.
“Hmmm.. Naa kalau Lo sendiri gimana? Pelajaran Lo sekarang? Apa Lo bisa mengikutinya dengan baik sampai sekarang?” Tanya Sherill.
“Alhamdulillah sejauh ini nggak ada masalah sih.. tapi emang kadang aku mendapat kesulitan untuk mengikuti semuanya dengan lancar.” Jawab Kirana.
“Semangat yahh Naa.. kita yakin kamu juga pasti bisa melewati semuanya dengan baik.” Ujar Gina.
“Iyaa.. aku tetap semangat kok, kan aku selalu di temani kalian.” Kirana sangat bersyukur mempunyai sahabat - sahabat yang selalu ada buat dia.
“Btw gue udah ngasih tau mama sama papa aku, buat bantuin orang tua Lo cari donor mata buat Lo Naa.” Kata Gadis.
“Oh, iya untung Lo bilang.. Mami gue katanya udah dapat Naa, semoga aja cocok buat mata kamu Naa. Nanti gue nanya ulang lagi sama Mami gue yah, kapan bisanya janjian sama dokternya.” Kata Dinda.
“Iya?? Makasih banyak yahh kalian huhu.. kalian baik sekaliiii.” Kirana terharu mendengar sahabat - sahabatnya yang menyempatkan waktu untuk memikirkan donor mata untuknya.
Kirana masih sabar menunggu donor mata yang tak kunjung datang, Kirana bisa sekuat ini sampai sekarang karena mempunyai orang - orang yang menyayanginya dengan sepenuh hati.
*****