- Hari Ulang Tahun Kirana –
Pagi yang cerah dan udara yang tidak terlalu panas. Kelvin datang ke sekolah seperti biasanya, memarkir mobilnya di tempat biasa dan berharap iya tidak bertemu dengan cewek pengganggu yaitu Carol. Kelvin berjalan menelusuri koridor, menuju kelasnya yang berada di lantai atas. Sebelum naik ke tangga, Kelvin bertemu dengan Karel yang juga sedang ingin menuju kelasnya di samping tepat di samping kelas Kelvin. Awalnya mereka berdua hanya saling bertatapan, tapi karena Kelvin tidak ingin merasa canggung, akhirnya iya membuka percakapan.
“Woiii Broo.. apa kabar? Udah lama gue nggak liat Lo, padahal kan kelas kita bersampingan yah.” Sapa Kelvin.
“Hmm.. Yaa, I’m Fine.. Gimana kabar kalian?” Karel membalas dengan baik, yang akhirnya mereke duduk dulu di salah satu anak tangga sebelum naik ke kelas.
“Kalian siapa?” Tanya Kelvin.
“Yahh, kalian.. Sherill, Gadis, Gina, dan juga Dinda.. daann.” Karel tidak melanjutkan pertanyaannya.
“Hahahah.. nggak papa Rel. Kalau mau nanya kabar Kirana juga nggak papa.. Alhamdulillah kita semua juga baik – baik aja kok. Kirana juga semakin baik, dia sudah mulai terbiasa dengan dirinya yang sekarang.” Jawab Kelvin.
“Ohh, good. Gue harap Kirana bisa seperti it uterus, bisa sehat terus. Oh, iya hari ini ulang tahunnya Kirana. Apa yang kalian rencanakan untuk Kirana?” Tanya Karel.
“Lo masih ingat yah, dengan ulang tahunnya.” Ujar Kelvin.
“yahh, meskipun gue berusaha untuk mengikhlaskan semua yang udah terjadi, meskipun gue masih berusaha untuk tidak mencarinya lagi, gue udah berjanji sama diri gue sendiri, kalau gue nggak akan menerima perempuan lain selama Kirana belum menikah dan hidup Bahagia dengan orang yang dia cintainya, dan orang itu juga harus betul – betul mencintai Kirana dengan sepenuh hatinya nggak berbuat yang sama kayak gue dulu.” Jelas Karel membuat Kelvin merasa tidak enak.
“Hmm.. sampai seperti itu Lo Rel. Lo yakin dengan apa yang udah Lo ucapin untuk diri Lo itu?” Tanya Kelvin.
“Gue harus yakin.. Sampai saat ini pun, gue juga belum bisa memaafkan diri gue yang sudah membuat Kirana tidak bisa melihat dan tidak bisa menjalani hidupnya lagi seperti dulu. Ini hukuman untuk gue yang sudah membuat Kirana seperti itu.” Ujar Karel.
“Lo nggak boleh terlalu keras juga sama diri Lo bro, lakukan semampu Lo aja.” Ujar Kelvin.
“Yahhh.. gue yakin gue bisa.” Kata Karel lagi.
Tidak lama mereka berbincang, ada Sherill dan juga Gina yang baru datang dan melihat Kelvin dan Karel sedang duduk berdua di tangga.
“Kalian berdua ngapain duduk di tangga kayak gini. Ngalangin orang jalan tau nggak.” Seru Sherill.
“Ckckckck.. Masih pagi udah ngoceh aja Lo.” Balas Kelvin.
“Emang nih, nenek lampir hahaha.” Saut Gina tertawa.
“Rill.. hari ini ulang tahun Kirana, apa yang Lo siapin buat Kirana?” Tanya Karel mendongak ke arah Sherill.
“Wihh.. Karel sepertinya belum move on yah dari Kirana.” Seru Gina.
Karel hanya tersenyum.
“Kita semua sih mau kasih surprise ntar di rumahnya. Mungkin pulang sekolah atau malam kalau semua sudah perlengkapannya sudah di beli.” Jawab Sherill.
“Gue boleh nitip sesuatu nggak ntar?” Tanya Karel.
“Kenapa nitip sih, datang aja kali kalau Lo mau.” Ujar Gina.
“Gin, Lo tau kan kalau gue datang. Pasti Kirana nggak bakalan senang dan malah merusak moodnya di hari ulang tahunnya ini.” Kata Karel.
“Lo titip aja kalau mau, ntar pulang sekolah ke kelas gue aja.” Kata Sherill.
“Oke Thanks yahh Rill.”
Carol yang sudah datang juga mendengar percakapan mereka, Carol sudah berniat untuk membuat hari ulang tahun Kirana berantakan.
“Minggir dong, ngapain sih kalian semua di jalan !!!” Seru Carol.
Sherill dan Gina hanya melihat sinis ke arah Carol dan membukakan jalan untuk Carol. Saat Carol mulai melangkah, Karel sengaja membuat Carol tersandung dan akhirnya jatuh di tangga itu.
“LO SENGAJA KAN ????” Tanya Carol melihat sinis Karel.
“IYA GUE SENGAJA.. KENAPA ??? MASALAH ???” Ujar Karel.
“Puufftttt..” Sherill dan Gina tertawa.
“Cabut yuk guys. Udah ada aura gelap di sini.” Ujar Karel lagi sambil berdiri, di ikuti Kelvin yang tertawa kecil.
“Vinn tolongin.. Kaki gue kayaknya keseleo.” Ujar Carol yang masih dalam posisi jatuhnya meminta pertolongan dengan Kelvin.
Tapi Kelvin mengabaikannya, malah terus berjalan menaiki anak tangga menuju kelasnya.
“Aahahah.. benar – benar nggak sadar nih cewek murahan. Mana mau Kelvin nolongin Lo.” Seru Sherill.
“Kelvin jijik sama Lo.” Bisik Gina di telinga Carol.
“hahahhaahha.” Sherill dan Gina tertawa sembari naik ke kelasnya.
Carol membersihkan tangan dan rok sekolahnya, lalu berdiri dengan cepat karena sudah banyak siswa lain yang melihatnya. Carol tidak mau bertambah malu lagi.
Jam pelajaran pun di mulai dengan sangat lancar, semua siswa – siswi mengikuti pelajaran dengan baik. Sampai jam istirahat pun tiba. Sherill, Gadis dan juga Kelvin sudah berjalan duluan menuju kantin, sedangkan Gina dan Dinda masih merapikan rambut dan juga riasan yang sederhana di wajahnya sebelum ke kantin. Dulunya hanya Dinda yang setiap saat mempehatikan dandanannya tapi sekarang Gina juga sudah terhasut dengan kegiatan Dinda.
“Mau di poles bagaimana pun tetap gue yang paling cantik.” Seru Carol.
Semua yang masih ada di kelas tertawa mendengar ucapan Carol.
Gina dan Dinda bertatapan, lalu tertawa terbahak – bahak.
“Cabut yuk guysss.. kalian mau berada di dalam kelas kalau ada setan gini.” Ujar Dinda melihat seisi kelasnya lalu berdiri dari bangkunya.
“Serem guysss..” Seru Gina.
“APA MAKSUD KALIAN BERDUA?” Tanya Disa yang tidak terima Carol di perlakukan seperti itu.
“Ihhhh sereemmmm..” Gina dan Dinda berlari menginggalkan kelas karena tidak ingin menggubris Disa dan Carol, karena bagi mereka itu hanya membuang waktu mereka.
Di kantin mereka semua sudah memesan makanan seperti biasa.
“Rill gimana Lo udah telvon tante Kartika?” Tanya Gadis
“Udah Kok, katanya hari ini kebetulan Kirana ada kunjungan ke rumah sakit, terus habis itu katanya mau ke dokter yang di kasih tau sama nyokapnya Dinda.” Jawab Sherill.
“Alhamdulillah.. semoga donor matanya cocok. Dan itu bisa jadi hadiah ulang tahun terbaik buat Kirana.” Seru Gina.
“Amiinn Ya Allah. Semoga aja dehh.” Ujar Kelvin.
“Amiinn.. gue seneng banget kalau bisa ngebantuin Kirana untuk melihat lagi.” Ujar Dinda.
“Berarti pulang sekolah kita harus cepet – cepet dong buat beliin semua perlengkapan buat di rumahnya, kue dan juga cemilan lainnya.” Kata Dinda.
“Iyaa, terus kalian ngasih hadia apa buat Kirana udah ada juga belum?” Tanya Sherill.
“Kalau gue sih udah pasti ada dong.” Jawab Dinda bersemangat.
“Gue juga udah ada.” Jawab Gadis.
“Gue sih baru mau beli ntar, kalau kita udah selesai belanjanya. Nggak lama kok, udah kefikiran juga dan tempatnya nggak jauh dari toko perlengkapan yang mau kita datangin ntar.” Kata Gina.
“Ohh, Okeyy.. Kalau Lo vin?? Kok diem aja sih.” Tanya Sherill.
“Ada lah.. masa nggak ada sih.” Jawab Kelvin malu.
“idih hahaha.. mana liat dong.” Kata Dinda.
“Ihh, Kepo.. nggak boleh lah, ntar kalian juga tau sendiri hadiah gue buat Kirana apa hahaah.” Kata Kelvin.
“Dih pelit bangett.. Lo ngasih cincin yah buat Kirana?” Tanya Gadis menggoda Kelvin.
“Beneran Vin??” Tanya Sherill.
“Apaan sihh.. nggak.. Gile aja kalian, gue nggak mungkin ngasih Kirana cincin, gue belum berani untuk memberikan hal yang serius seperti itu.” Jawab Kelvin sembari memakan Kentang goreng milik Sherill.
“Tungg tungguu.. belum berani tadi kata Lo?” Tanya Gina.
“Iya gue belum berani.” Jawab Kelvin belum menyadari ucapannya.
“Berarti Lo beneran suka dong sama Kirana?” Tanya Gina dengan nada suara yang cukup besar.
“Ginaaaaa.. ssttttt, semua orang bisa denger ucapan Lo tau nggak. Nanti semuanya salah paham lagi sama Kelvin.” Ujar Sherill.
“Memangnya kenapa kalau gue beneran suka sama Kirana? Kalian nggak suka yah?” Tanya Kelvin ragu.
“Yahh nggak.. gue Cuma mau dengerin langsung aja dari mulut Lo, karena selama ini Lo diem – diem baee. Hahahaha..” Ujar Gina.
“Hahahahah.. kita semua udah pada tau kok Vin kalau Lo suka sama Kirana. Tapi kita Cuma menunggu Lo buat bilang langsung sama kita. Habisnya Lo nggak terbuka sih sama kita semua.” Ujar Gadis.
“Beneran kalian udah tau?” Tanya Kelvin. Kelvin sangat malu karena rahasianya selama ini semuanya sudah mengetahuinya.
“Yaiyalah. Gue juga selalu bilang ke mereka kalau gue mau Lo sama Kirana sama – sama, nggak ada penghalang. Makanya gue marah banget kemarin sama Lo karena Lo udah buat Kirana khawatir dengan bolos berdua bersama cewek sinting itu.” Ujar Sherill sembari meminum es soda di depannya.
“Kirana khawatir?” Tanya Kelvin dengan polosnya.
“Yaiyalah begooo !!! Gimana Kirana nggak khawatir kalau Carol ngomong sembarangan pas dia nelvon Lo.” Ujar Sherill lagi.
“ahahaha di begoin.” Seru Dinda.
“Menurut kalian semua, sebagai sahabatnya Kirana. Apa Kirana suka juga sama gue?” Tanya Kelvin lagi.
“Kalau itu sih kita nggak tau yahh. Karena Kirana juga sekarang mungkin lagi focus dengan penglihatannya. Tapi mungkin aja sih kalau Kirana suka sama Lo.” Ujar Gadis.
“Hmmmm.. gitu yahh.” Kelvin menghela nafasnya.
“hahhaha nggak usah sedih gitu. Yang penting Lo bisa membuat Kirana merasa nyaman saat sama Lo, dan memperlakukan Kirana dengan baik, gue yakin suatu saat nanti Kirana bakalan suka sama Lo.” Ujar Sherill menyemangati saudara sepupunya itu.
Setelah jam istirahat selesai, mereka semua kembali ke kelas, dan melanjutkan sisa jam pelajaran berikutnya sampai pulang sekolah. Pulang sekolah mereka semua bergegas menuju parkiran, dan menuju ke toko perlengkapan ulang tahun. Sesampainya di toko, Sherill, Gadis, Gina dan Dinda berpencar untuk membelikan apa saja yang di butuhkan. Mereka membeli balon inisial, balon berbentuk hati, kertas berwarna – warni dan bunga – bunga plastik, kertas ucapan selamat ulang tahun dan beberapa perlengkapan lainnya. Gina yang selesai membantu untuk membeli perlengkapan ulang tahun untuk di rumah Kirana, pergi ke toko sebelah membelikan Hadiah untuk Kirana.
“Guysss.. kalau nggak ada keperluan lagi langsung ke rumah Kirana aja yahh. Kata Tante Kartika, Bi Sri udah masakin buat kita untuk makan siang dulu.” Ujar Sherill.
“Okeyy, gue mau singgah dulu untuk ambil hadiah yang udah gue beli. Oh, iya kalian udah ada kuenya belum?” Tanya Kelvin.
“Kalau belum, biar gue aja yang beli kuenya. Eh, terus ntar habis itu gue simpen dulu di rumah Kirana, gue mau nyusulin Kirana di rumah sakit, biar Kirana nggak ngeh kan kalau kita ada surprise buat dia.” Kata Kelvin lagi.
“Kelvin bisa banget deh. Pinterrr.” Seru Dinda.
Setelah mereka selesai membeli perlengkapan dan menyelesaikan semua keperluan mereka untuk Kirana, mereka menuju rumah Kirana. Sherill, Gadis, dan Dinda makan siang dulu yang sudah di siapkan oleh Bi Sri. Gina masih di luar untuk membelikan hadiah untuk Kirana.
Tinnggg tongggg tinggg toonggg..
“Siapa tuhh? Gina? Kok nggak langsung masuk aja sih.” Tanya Sherill yang masih menyelesaikan makan siangnya.
Pak Adi berlari terburu – buru masuk.
“Mbaaa.. Mbaaa.. Ada mbaa yang waktu itu.” Teriak Pak Adi.
“Hahhh? Mba yang waktu itu yang mana Pak?” Tanya Sherill heran.
“Haaahhh? Carol Pak?” Tanya Dinda berdiri dengan sepotong ayam di tangannya.
“Iya, mba.. Mba Carol, gimana Pak Adi suruh masuk?” Tanya Pak Adi.
Carol datang untuk membuat ulang tahun Kirana berantakan.
=====