Perasaan Kirana terhadap Karel sudah mulai hilang, karena belakangan ini Kelvin sering mengunjungi, menemani Kirana sepanjang hari membuat Kirana perlahan melupakan semua tentang Karel. Kirana bisa bangkit karena adanya Kelvin dan sahabat – sahabatnya yang selalu datang menghibur dan menemaninya.
“ Guysss.. tenang.. Aku sepertinya sudah berapa kali ngomong kalau aku udah nggak bisa lagi sama Karel dan meskipun dalam lubuk hati aku masih selalu ingat dengannya. Tapi sekarang aku sudah bisa mengikhlaskan semuanya, melupakan semua kenangan indahku dengan Karel. Sekarang aku udah nggak pernah ingat – ingat lagi tentang Karel. Jadi kalian nggak perlu khawatir gini, aku udah bisa melupakan Karel, Karel sudah tidak ada lagi di dalam hati aku.” Jawab Kirana.
“alhamdulillah deh Naa kalau gitu, gue Cuma khawatir aja sama Lo.” Ujar Gadis.
“Hu um.” Saut Gina.
“ Tuhhh.. kalian nggak usah nanya – nanya gitu lagi. Kalau kalian nanya – nanya otomatis Kirana jadi ingat lagi dengan Karel dan pasti ingat lagi denga napa yang sudah Karel lakukan terhadap hidupnya Kirana sekarang.” Ujar Sherill.
“iya nihh.. pertanyaan kalian ada – ada aja deh. Gue juga kalau ingat Karel, rasanya hati gue yang belum ikhlas. Dia sampai membuat Kirana nggak bisa main bareng lagi sama Kita di sekolah. Uuurrrgghhh..” Dinda sangat tidak terima dengan apa yang di perbuat Karel dengan sahabatnya itu. Dia belum bisa memaafkan Karel.
“Diiinnn.. kamu juga harus berusaha ikhlas yahh.. Masa aku yang udah ikhlas, kamunya belum sih.” Ujar Kirana.
“Gue belum bisa Naa. Meskipun di luar gue terlihat fine – fine aja kalau ada Karel, tapi dalam hati gue tuh rasanya pengen ngebales apa yang udah dia perbuat sama Lo Naa.” Dinda mulai mengeluarkan air matanya.
“Husshh woii Dinn.. nggak boleh gitu tau, kalau Lo berfikiran seperti itu, Lo nggak ada bedanya dengan Karel.” Gadis menepuk – nepuk Pundak Dinda agar lebih tenang.
“Diinnn.. nggak boleh berfikir seperti itu yahh.. InsyaALLAH semuanya akan indah pada waktunya, suatu saat nanti pasti aku bakalan bisa melihat lagi. Dan bisa bermain di luar lagi bersama kalian, jadi Diiinn kamu harus berusaha ikhlas agar semua keindahannya di percepat sama Allah SWT. Masih banyak orang di luar sana yang lebih menderita dari aku Dinn, aku sangat bersyukur mempunyai kalian semua, yang masih berada di sisiku saat aku seperti ini.” Ujar Kirana mendekati Dinda untuk memenangkan hatinya.
“hmmmm.” Dinda hanya menghela nafasnya.
“udah Dinn.. kita semua tau apa yang Lo rasakan, tapi kita harus bisa mengikhlaskan apa yang telah terjadi. Benar kata Kirana, di luar sana masih banyak orang yang lebih menderita di banding Kirana.” Ujar Sherill.
Dinda memang salah satu sahabat Kirana yang belum bisa mengikhlaskan semua yang terjadi dengan Kirana. Dinda masih menyimpan kebencian yang sangat besar terhadap Karel, karena sudah membuat sahabatnya melalui kehidupan yang seperti ini.
*****
Esoknya
Pagi yang sangat cerah dan cuaca yang sangat sejuk menemani siswa – siswi Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Jakarta. Kelvin baru saja memarkir mobilnya di tempat biasanya ia memarkir mobilnya. Setelah turun dari mobilnya, Carol yang melihat Kelvin dari kejauhan berjalan cepat menghampiri Kelvin. Saat itu kondisi mobil Kelvin belum terkuncin. Carol langsung saja masuk kedalam mobil Kelvin. Kelvin kaget dan langsung menyuruh Carol keluar dari mobilnya.
“Turun nggak Lo.” Kelvin masih berbicara pelan dari jendela luar mobilnya.
“nggak.. gue mau bicara sama Lo Vin. Pleasee, 5 menit aja.” Ujar Carol.
“Ckkk.. terserah Lo yahh, Lo mau turun mau nggak. Gue mau ke kelas.” Kelvin melangkahkan satu kakinya ke depan.
Carol dengan cepat membuka bajunya, dan mengambil potret dirinya sendiri. Seakan – akan tertidur di mobil Kelvin dengan keadaan bajunya yang terbuka.
“Viiinnn !!!! Lo mau ini kesebar ? “ Teriak Carol menunjukkan fotonya.
Kelvin sontak menoleh ke belakang dan melihat apa yang ada di ponsel Carol.
“TERSERAH LOOOO !!!” Teriak Kelvin yang masih belum jauh dari mobilnya.
“Okeyy.. nama Lo ada di sini Lo yahh.. semua orang akan tau kalau gue berada di dalam mobil Lo dengan keadaan seperti ini.” Ancam Carol.
Kelvin tidak memikirkan hal itu, di dalam mobilnya memang sangat jelas ada Namanya di semua Kursi mobilnya.
“Haaahhh, sialan.” Gumam Kelvin berbalik arah dan masuk ke mobilnya.
“Lo mau apa lagi sih Carol? Gue udah capek banget tau nggak sih ngurusin drama – drama yang Lo buat.” Ujar Kelvin.
“Gue nggak akan berhenti sampai gue ngedapetin Lo Vinn. Udah berapa kali kan gue bilang kalau gue suka sama LOOOOO !!!” Seru Carol menarik kerah baju Kelvin sampai mendekat tepat di depan wajahnya.
“TAPI GUE NGGAK SUKA SAMA LO !!!! Sekarang Lo turun dari mobil gue, ini sudah hampir Bell. Dan Lo hapus sekarang juga foto yang Lo ambil tadi.” Kelvin melepas paksa cekraman Carol yang begitu kuat.
“Nggak.. Gue nggak akan hapus foto ini, sebelum Lo ngikutin permintaan gue hari ini.” Carol mengambil kunci mobil yang ada di tangan Kelvin dan segera menyalakan mobil Kelvin.
“APA – APAAN SIHH LOO ?!?!?!?!” Teriak Kelvin.
“Ayo jalan. Kalau Lo nggak mau foto ini tersebar sekarang juga.” Carol menunjukkan foto yang sudah dalam posisi di grup chat sekolah.
“Woiii.. ini udah mau bell. Lo gila yahh ? “ Kelvin sudah sangat emosi tapi tidak juga bisa berbuat apa – apa. Karena tangan Carol selalu berada di ponselnya yang hanya sekali memencet tombol send, foto itu akan segera terkirim.
Kelvin berusaha merebut paksa ponsel Carol, hingga membuat mobilnya bergerak – gerak.
“Lo mau orang – orang pada datang melihat mobil Lo sekarang? Lo mau membuat orang – orang berfikir negative?” Tanya Carol sambil tersenyum licik.
Dengan pasrah Kelvin berhenti merebut ponsel Carol dan mengikuti kemauan Carol. Kelvin melajukan mobilnya kelaur dari sekolah.
“Anak pintarrr.” Ujar Carol.
“Kita ini udah kelas 3, kita nggak boleh bolos seperti ini. Lo kenapa sih kekanak – kanakan seperti ini?” Tanya Kelvin.
“Uhhh.. sayangg.. gitu dong kalau ngomong tuh yang lembut.” Carol mencolek pipi Kelvin.
“cckkkk.” Kelvin menepis tangan Carol.
“Kelvin.. gue Cuma mau sama Lo, gue nggak bisa menemukan cowok seperti Lo yang bisa menasehati gue, yang baik sama gue. Pleasee Kelvin, coba lah berpacaran dengan gue. Gue janji bakal ngasih yang terbaik sama Lo Vin.” Kata Carol.
“Harus berapa kali gue bilang sama Lo Carol, gue nggak bisa. Perasaan itu nggak bisa di paksakan, kenapa Lo nggak bisa mengerti itu sih?” Kelvin mencoba berbicara baik – baik dengan Carol.
“Apa karena Kirana?”
“Iya karena Kirana. Gue suka sama Kirana, dan nggak ada yang bisa gantiin Kirana juga di hati gue. Tolonglah berhenti bersikap seperti ini. Kapan sih Lo berhenti untuk bertindak seperti ini.” Kelvin terus melajukan mobilnya tanpa arah.
“Apa bagusnya Kirana? Dia hanya gadis buta, yang nggak bisa apa – apa dan hanya bisa nyusahin Lo .”
“Sekarang gue tanya balik sama Lo? Lo sendiri apa bagusnya di banding Kirana hah? Lo nggak bisa menilai orang hanya karena Kirana nggak bisa melihat. Kirana punya hati yang bersih, hati yang baik nggak sama kayak Lo.” Ujar Kelvin mulai emosi lagi.
“Gue bisa selalu ada di samping Lo, gue bisa jadi orang yang terbaik buat Lo, gue bisa ngurusin Lo, gue nggak akan ngerepotin Lo karena gue nggak buta.” Ujar Carol meyakinkan Kelvin.
“itu semua nggak bisa buat gue suka sama Lo Carol. Dan Kirana sama sekali nggak ngerepotin guu, gue melakukan semuanya karena memang atas kemauan gue untuk selalu menemaninya.” Balas Kelvin.
“udah deh yahh.. sekarang Lo mau kemana? Gue udah turutin kemauan Lo untuk cabut dari sekolah. Sekarang Lo hapus foto yang Lo ambil di mobil gue tadi.”
“Ntar gue hapus.. kita keliling – keliling aja dulu. Gue masih pengen berdua sama Lo Kelvin.”
Drrrtttt drrrtttt drrrtttt..
Ponsel Kelvin berbunyi, dan itu telvon dari Sherill yang sudah dari tadi mencarinya. Kelvin mengambil ponselnya sembari ingin menjawab telvon dari Sherill. Tapi Carol merampas ponsel Kelvin.
“Lo nggak boleh jawab telvon ini.” Carol memegang ponsel Kelvin.
“APA SIH LO ??? Sherill pasti sekarang nyariin gue. Siniin ponsel gue !!!!” Teriak Kelvin yang sesekali melihat ke arah Carol dengan tatapan tajam sangat marah.
“Nggakkk… kenapa sih mereka selalu datang di saat gue lagi sama Lo ? Kenapa mereka selalu mengganggu waktu gue sama Lo?”
“Woiii sadar dong Lo !!! sekarang posisinya Lo yang gangguin gue, Lo yang ngebuang waktu gue, Lo yang udah buat gue bolos seperti ini. Sumpah yahh, kenapa Lo nggak sadar diri seperti ini sih.” Ujar Kelvin.
“KARENA GUE SUKA SAMA LO, GUE MAU BERUDAAN SAMA LO KELVIIINNN.” Carol mendekati bahu Kelvin dan menyenderkan kepalanya ke bahu Kelvin.
“Minggir Woiiii !!!! gue lagi menyetir.. gue nggak mau yah kalau kita sampai kecelakaan gara – gara Lo.” Kelvin berusaha menghidar dari kepala Carol dan melajukan mobilnya dengan sangat hati – hati.
Sementara itu di sekolah sudah jam istirahat, Sherill sibuk mencari keberadaan Kelvin.
“Nihh, anak kemana sih?” Ujar Sherill terus memperhatikan ponselnya.
“Lo udah telvon ke rumahnya kan Rill?” Tanya Gina.
“Udahhh.. kata bibi yang kerja di rumahnya Kelvin berangkat ke sekolah woii.. Masa iya dia bolos sihh.” Jawab Sherill.
“Guysss gue curiga deh Kelvin lagi sama Carol.” Seru Dinda.
“Nggak mungkin ahh.. masa iya Kelvin mau bolos bareng Carol.” Ujar Sherill
“Tapi Dinda ada benarnya Lo Rill.. Lo liat kan tadi si Carol juga nggak ada, dan Disa juga sibuk menghubungi Carol tapi nggak diangkat – angkat.” Kata Gadis.
“Ckkk.. masa iya sih dia pergi bareng Carol. Kan nggak mungkin Kelvi mau.” Ujar Sherill.”
“Sapa tau aja Kelvin masuk dalam jebakannya Carol lagi hahahah.” Ujar Dinda sambil tertawa.
“Isshhhh Dindaaa.. orang lagi serius nih.” Ujar Sherill menepuk pelan bahu Dinda yang sedang asyik makan.
“Lahhh.. bakso gue jatuh nihh. Gue juga serius tauuu.” Ujar Dinda melihat ke bawah meja mengikuti arah baksonya menggelinding.
“ahahaha.. sabar Diiinn.. Sherill kekuatannya emang dahsyat.” Kata Gina.
“Atau coba Lo hubungin Kirana deh Rill. Sapa tau aja Kelvin ada di sana, besok kan ulang tahun Kirana. Mungkin aja Kelvin ngasih surprise duluan kan ke Kirana.” Ujar Gadis.
“Iya juga yahh. Gue coba deh.” Sherill memilih kontak Kirana dan segera menghubungi Kirana.
Tuuuutttt tuuuuuttttt tuuuutttttt…
“Halo Naaa.”
“Iya Rill, kenapa nelvon jam segini? Lagi istirahat yah?”
“Ehmm.. Naaa.. Kelvin lagi sama Lo yahh?”
“Hah? Kelvin? Maksudnya?”
“hmm sepertinya nggak lagi sama Lo yah Naa.”
“Ihh, maksud kamu apa sih?”
“Kelvin nggak masuk sekolah Naa, gue udah telvon ke rumahnya tapi katanya dia berangkat ke sekolah, tapi dia nggak masuk. Gue kira dia bolos ke rumah Lo.”
“Haahh? Kok Kelvin gitu? Kok bolos sih. Rill kalaupu dia bolosnya ke rumah aku, pasti aku nggak bakal ngijinin dia masuk lah, masa iya aku ngebiarin dia bolos sih.”
“hmm, iya juga yahh Naa.. yaudah deh Naa, maaf ganggu yahh. Gue cari Kelvin dulu.”
“Iya iya Rill.. kabarin gue juga yah kalau udah ketemu.”
“okeyy Naa.. byeeee.”
Sherill mematikan telvonnya.
“Nggak sama Kirana guysss.” Ujar Sherill.
“Tuhkann pasti kecurigaan gue bener deh Rill. Sekarang Kelvin lagi sama Carol, lebih tepatnya lagi dalam jebakannya Carol.”
“Aduuhh.. Kita harus gimana dong?”
Sherill semakin khawatir akan kecurigaan Dinda.
=====