Episode 20

1787 Kata
AUTHOR POV  - SMA Negeri 2 Jakarta - Hari Senin pagi, seperti biasanya anak - anak berkumpul di lapangan untuk melaksanakan upacara bendera yang memang selalu di laksanakan setiap seninnya. Beberapa siswa sudah berlarian menuju lapangan, karena beberapa menit lagi upacara akan di laksanakan. Kelvin yang duduk di taman sekolah, celingak - celinguk mencari Sherill Dinda Gadis dan juga Gina, dia berniat ingin meminta maaf atas perbuatannya kemarin. Tapi dia sama sekali tidak mendapati 1 orang pun dari mereka. "Dooorrrrr." Teriak Carol mengagetkan Kelvin. "Oh haii." Jawabnya datar. "Nyariin siapa sih Vin? Dari kok celingak - celinguk nggak jelas gitu." Tanya Carol dengan suara cemprengnya. "Nggak nyari siapa - siapa kok, eh gue ke lapangan duluan yah, udah mau mulai tuh upacaranya." Ujar Kelvin meninggalkan Carol begitu saja. Kelvin sengaja menghindari Carol, dia sudah tidak ingin membuat hubungan yg lebih dekat lagi dengan Carol, dia hanya ingin berbicara seperlunya saja dengan Carol. "Ck.. Kelvin ngehindarin gue yah?" Batin Carol setengah kesal. Carol pun juga berjalan menuju lapangan, di lapangan dia melihat ke arah Kelvin yang lagi berdiri dan wajahnya di sinari oleh sinar matahari pagi, membuat Carol yang melihatnya benar - benar jatuh cinta dengan ketampanan Kelvin. "Oh MY GOD.. sunggung indah ciptaanmu Tuhan ?!" Ujar Carol yang tidak sadar mengeluarkan kata - kata itu yang hampir didengar semua orang. Carol yang sadar bahwa apa yang baru saja di ucapkan nya di dengar oleh sebagian siswa lain, langsung mengalihkan pandangannya dari Kelvin. Tapi Karel yang juga berada di situ sudah sangat peka, bahwa Carol dari tadi memperhartikan Kelvin. "Kalau suka langsung di ungkapin, ntar di ambil orang." Bisik Karel mendekati Carol yang berdiri tidak jauh darinya. "Apaan sih? Gue suka sama siapa coba?" Balas Carol kesal. "Mau gue umumin sekarang kalau Lo suka sama Kelvin?" Bisik Karel mengejek Carol. "Nggak usah berisik, rahasia Lo juga ada ditangan gue, nggak usah sok ngatur gue." Balas Carol berbisik. "Siaaaa—" "Anak - anak, siapkan barisan kalian semua." Suara guru yang berada di lapangan. "Hahhaa, byeeee Karel." Carol meninggalkan Karel yang mengeluarkan ekspresi yang sangat kesal. "Cewek brengsekkk." Gumam Karel sangat kesal. Upacara pun di berjalan lancar seperti biasanya, siswa - siswi kembali ke kelas masing - masing. "Sherill tunggu !!!" Teriak Kelvin menahan Sherill. "Apaan sih lo pake teriak - teriak segala ?!" Bentak Sherill. "Gue mau minta maaf atas kesalahan gue, please maafin gue, gue nggak mau kalau kalian semua ngelarang gue buat nggak nengokin Kirana lagi." Kata Kelvin melirik Sherill, Gadis, Dinda dan juga Gina. "Lahh, kita nggak ada hak buat ngelarang Lo supaya nggak ketemu Kirana, emang Lo fikir kita orang tuanya Kirana." Ujar Gina kesal. "Iya nih, masih pagi juga udah ngomongin hal yang nggak - nggak." Seru Dinda mengepal tangannya seakan ingin menonjok Kelvin. "Jadi kalian nggak marah kan?" Tanya Kelvin sedikit tersenyum. "Yahh, kita marah.. cuma kita nggak punya hak untuk itu." Kata Sherill melangkahkan kakinya masuk ke kelas. "Hmmm.. maaf yahh, gue bener - bener minta maaf, dan gue janji akan menebus kesalahan gue." Kata Kelvin mengikuti langkah mereka. "Udah yah, Vin. Nggak usah minta maaf lagi, mau diapain juga kan udah terlanjur lo ngasih tau ke Carol. Kalau Lo mau nebus kesalahan Lo ntar malam Lo jemput Kirana, dan terus temenin dia di pesta ulang tahun gue." Kata Gina.  "Wah Lo ulang Gin? Happy birthday yahh Ginn, mau kado apa Lo?" Kelvin menepuk kedua tangannya dan tersenyum sumringah. "Dihh, nggak usah lebay gitu Lo." Seru Gadis menepuk bahu Kelvin. "Jadi gimana? Lo mau apa nggak?" Tanya Sherill. "Mau lahh, tenang aja gue bakalan jemput Kirana ntar malam." Kata Kelvin tersenyum. "Jangan bikin kesalahan lagi." Ujar Gina menekankan ucapannya. Carol sedikit mendengar perbincangan mereka, dan dia sudah merencakan lagi kalau dia akan pergi bersama Kelvin. Siang itu sebelum jam istirahat tiba, Gina mengumumkan pesta ulang tahunnya, yang akan di adakan malam ini juga di Cafe Xxx. Semua yang mendengar undangan Gina, sangat excited karena ada temannya lagi yang mengadakan pesta, siswa kelas dua memang suka dengan pesta sepeti itu apalagi pestanya di cafe yang ada kolam renangnya. Dan lagi pesta ulang tahun Gina mewajibkan memakai dresscode pantai. MALAM PUKUL 19.00 Di kamar Kelvin yang cukup luas, Kelvin sedang memilih - milih bajunya yang pas untuk di pakai ke pesta ulang tahun Gina, dia membuka pintu lemarinya 1 per satu. "Ah, yang ini aja deh, pasti Kirana punya baju yang hampir sama warnanya dengan bajuku, biar bisa couple gituu." Ujar Kelvin cekikian. Kelvin memilih baju pantai yang bermotif bunga - bunga berwarna pink campur navy. Kelvin memakai bajunya dan berpose di cermin yang berukuran besar miliknya. Kelvin sangat senang, bisa menjemput Kirana untuk ke pesta ulang tahun Gina. Tidak ada larangan dari Sherill, dia sangat bersyukur akan hal itu. Dan dia sudah bertekad untuk bersikap lebih baik lagi dengan Kirana, dan tidak terlalu mendekatkan diri dengan Carol. "Assalamualaikum, Kiranaaaa..." sapa Kelvin yang baru saja memasukki rumah Kirana. "Walaikumsalam, eh nak Kelvin. Masuk sini nak, Kirana mungkin lagi siap - siap di bantu sama tante." Kata Papa Kirana merangkul Kelvin sembari menyuruhnya duduk di ruang tamunya yang sangat besar.  "Udah siap - siap yah Om? Padahal Kelvin mau pilihin baju buat Kirana, yang senada sama aku  hehe." Ujar Kelvin malu - malu. "Oh itu Kelvin udah dateng Naaa." Kata Mama Kirana. "Ehhh wahhh, ternyata baju kita udah senada Kirana, emang kita udah sehati nih kayaknya." Teriak Kelvin yang melihat Kirana baru turun dari tangga. "Hahahaha, anak ini ada - ada saja. Masa tadi dia yang mau pilihin baju buat Kirana Maa, biar senada katanya sama dia, mau couplean gitu." Ejek Papa Kirana. "Ya Ampun hahhaha, Kelvin kamu kenapa sih mau banget senada sama aku." Kata Kirana berjalan dengan bantuan tongkatnya. "Hehe, om ih pake ngebocorin segala, kan Kelvin malu." Ujar Kelvin yang dari tadi terus saja memperthatikan Kirana. "Kenapa malu Mas Kelvin, bajunya Mas Kelvin juga senada kok sama bibi? Iya kan iya kan? Berarti Mas Kelvin juga sehati sama Bibi, duhhhh senengnya sehati sama Mas Kelvin." Celutuk Bibi yang kebetulan memakai daster bunga - bunganya yang berwarna pink campur ungu. "Hahhahaahha" semua tertawa mendengar ucapan Bibi. "Sudah - sudah, kalian cepat berangkat gih, nanti telat lagi. Kelvin jaga Kirana baik - baik yah nak." Mama Kirana menyerahkan tangan Kirana ke Kelvin. "Siap tante, tenang aja. Kelvin akan jagain Kirana dengan sepenuh hati." Kata Kelvin membuat hormat ke Mama dan Papa Kirana.  "Hati - hatii." Kata Papa Kirana tersenyum. "Aku berangkat yah Mahh Paahh." Kata Kirana salim ke kedua orang tuanya, di ikuti dengan Kelvin. Akhirnya mereka berdua berangkat ke tempat ulang tahunnya Gina, di perjalanan karena Kirana sangat ingin merasakan udara malam, dia berusaha membuka kaca mobil Kelvin. "Heii, bilang dong kalau mau kacanya dibuka." Kata Kelvin melihat itu dan mengambil tangan Kirana untuk di pegangnya. "Makasih Vin." Kirana tersenyum. "Gitu doang makasih hahah." Ujar Kelvin tertawa dan masih memegang tangan Kirana. "Kelvin, boleh deskripsikan aku gimana jalanan malam ini nggak? Aku sangat rindu melihat keadaan jalan saat malam seperti ini." Kata Kirana menyandarkan dagunya di pintu mobil, dan membuat rambutnya di terpa sedikit - sedikit oleh angin. "Hmmm.. malam ini sangat cerah Kirana, banyak bintang - bintang, bulan malam ini juga yang muncul bulan sabit yang terang. Banyak kendaraan tapi tidak macet, lampu - lampu kota juga menghiasi malam ini." Jelas Kelvin sambil melanjutkan menyetir. "Ntar kita duluan aja pulang dari pesta ulang tahunnya Gina, aku mau bawa kamu ke suatu tempat yang indah." Kata Kelvin lagi. Kelvin terfikir akan pantai malam saat ini, dan pasti Kirana akan menyukainya. "Heh? Kamu mau ajak aku kemana Vin?" Tanya Kirana penasaran. "Tunggu aja ntar, kamu pasti sangat menyukainya Kirana." Ujar Kelvin mengelus rambut Kirana. - CAFE XXX - Suasana di Cafe Xxx sudah cukup ramai, malam itu di penuhi dengan teman - teman sekolah Kirana dan beberapa anggota keluarga Gina. Dekorasi yang sangat cantik berwarna putih membuat Cafe itu terlihat sangat indah dan di penuhi dengan lampu - lampu kecil yang menghiasi pinggir kolam renang Cafe itu. Kirana dan Kelvin baru saja sampai, Kelvin memperhatikan sekitar Cafe, dia tidak mau membuat Kirana jadi pusat perhatian saat itu. "Naa, kita sudah sampai.. Kamu nggak papa kan? Maksud aku, kamu yakin mau menghadiri ini? Anak - anak pasti bakal berkumpul saat melihat kamu." Tanya Kelvin khawatir. "Sebenarnya aku juga takut Vin, tapi aku udah janji sama Gina bakalan dateng." Jawab Kirana mengepalkan tangannya yang sudah mulai dingin. "Tuh kan, kalau gitu nggak usah di paksain. Kita pergi aja yuk dari sini?" Tanya Kelvin mulai mengambil ancang - ancang untuk menyalakan mobilnya. "Eh, nggak usah Vin. Selama kamu ada terus di dekatku, insyaAllah aku merasa lebih baik. Jadi aku mohon kamu jangan ninggalin aku sendiri di pesta nanti." Kata Kirana. "Kamu yakin Naa?? Gimana kalau nan—- "Aku yakin Viiinnnn, yang penting kamu di dekatku. Dan halangin orang - orang yang mau nanyain aku gimana - gimana. Yahh Vinn??" Kata Kirana meyakinkan Kelvin. "Hmm ya udah kalau kamu maksa, iya aku bakalan selalu jagain kamu dari orang - orang yang kepo itu hehehe. Eh, atau kamu mau aku panggilin Sherill atau yang lain Naa?" Ujar Kelvin. "Nggak, nggak usah.. kamu nelvon aja kabarin kalau kita sudah sampai. Terus habis itu kita masuk." Kata Kirana sambil meniup - niup tangannya yang dingin karena takut akan hal - hal yang tidak di inginkan saat masuk nanti. "Hmm kalau gitu aku nelvon Sherill aja yah." Kelvin mengambil hpnya dan menggenggam tangan Kirana yang dari tadi dia sudah memperhatikan kalau Kirana takut. "Haloo" "Iya halo Vin, kenapa?" "Gue sama Kirana udah sampai nih, masih di parkiran." "Ohh, ya udah tunggu di situ. Gue sama Dinda nyusul kalian." "Ehh, nggak usah Rill.. Gue langsung masuk aja sama Kelvin, tunggu aja di dalam." Seru Kirana. "Oh iya deh kalau gitu, gue sama yang lain tunggu di pinggir kolam yahh." "Okeyy byeee" Kelvin mematikan telvonnya, Kelvin memperhatikan Kirana yang memasang raut wajah yang gugup. "Nggak papa Naa, ada aku." Ujar Kelvin sambil meniup - niup tangan Kirana. "Bilang kalau kamu udah siap, baru kita turun." Ujar Kelvin lagi. "Vinn, kira - kira apa kata mereka melihat aku yang seperti ini? Pasti aku sangat menyedihkan di mata mereka kan?" Tanya Kirana yang air matanya mulai bercucuran di pipinya. "Kiranaaaa.. meskipun mereka berfikir seperti itu, tapi kamu bukan orang yang menyedihkan, menurut aku, kamu cewek yang paling kuat yang pernah aku kenal. Dan kamu tidak perlu sampai memikirkan pandangan mereka ke kamu." Kata Kelvin menenangkan Kirana. "Viinnn, ayo kita masuk. Aku udah siap." Kirana mengusap air matanya. "Kaget aku neng hahahah. Sini aku beresin air mata kamu dulu." Kata Kelvin mengusap air mata Kirana dan memperbaiki rambut Kirana. Kelvin dan Kirana pun masuk ke dalam Cafe dengan perlahan, semua yang melihat Kirana kaget melihat Kirana berjalan di pegang Kelvin dan memakai tongkatnya.  "Eehhh, Kirana tuhh Kiranaaaa !!!!" "Kiranaaaa, kami kangen banget sama kamu? Ya Ampun ternyata bener kamu buta, sedih sekali kami melihat kamu seperti ini." Teman sekelas Kirana berlari menghampiri Kirana dan mulai berkerumun. =====
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN