Episode 21

1795 Kata
Kirana sangat risih dengan semua pertanyaan yang di lontarkan kepadanya, dia tidak tau apa yang harus dia jawab. "Bisa tolong kasih privasi ke Kirana dulu, dia baru datang dan kalian sudah berkumpul seperti ini. Tolong mengerti yah teman - teman." Kata Kelvin merangkul Kirana berusaha melindunginya. Carol yang baru saja datang, dari jauh sudah memperhatikan kejadian itu. "Upsss si Kirana datang yahh." Seru Carol berlari ke arah kerumunan itu. "Waaahhh Kirana datangggg !!!! Cantik bangett Kiranaa.. Seneng deh bisa lihat Kirana datang dan berkumpul sama kita lagi. Yahh, meskipun nggak bisa liat kita - kita yahh?" Ujar Carol melirik ke arah teman - temannya. "Kita kesana dulu yah guyss." Kelvin berjalan membawa Kirana. "Ihh mau kemana sih Vinn, teman - teman kan kangen sama Kirana. Masa nggak boleh ngobrol - ngobrol sebentar sih sama Kirana. Kirana juga pasti mau deh ngobrol dulu sama kita. Iya kan Kirana?" Tanya Carol tersenyum licik. "Carol.. Kirana sudah di tungguin sama Gina, yang punya acara, jadi kita permisi dulu." Kelvin mulai melangkahkan kakinya lagi. Tapi tangan Kirana di tarik Carol. "Kelvin.. Kirana aja nggak jawab pertanyaan gue, Lo kok malah membawa Kirana seenaknya sih, kasian kan Kirana." Kata Carol lagi. "Lepasin Kirana nggak Carol, kamu nggak denger yahh dia udah di tungguin sama Gina." Kelvin melepas genggaman Carol dari tangan Kirana dengan cukup keras, dan membuat Carol terdorong, tergelincir masuk ke Kolam renang. "Haaahhh, aduhhh sorry - sorry Carol gue nggak sengaja." Teriak Kelvin. "Eh, kenapa Vinn??" Tanya Kirana. "Carol jatuh ke kolam renang Naaa." Jawab Kelvin yang masih kebingungan mau membantu Carol naik kembali atau tidak. "Kelvinn lo jahat banget sihhhh !!!!" Teriak Carol yang berusaha berenang keatas. "Ehh ehh ada apa ini, kok Carol sampai masuk kolam renang sih?" Tanya Sherill yang sedang berlari dari arah sebaliknya. "Mungkin Carol mau berenang kali." Seru Dinda tertawa. "Ehh, Sherill pegangin Kirana dulu yahh, gue tolongin Carol." Kelvin bergegas membuka sepatu dan bajunya, lalu melompat ke kolam renang. "Kirana lo nggak papa kan?" Tanya Gina mengambil tangan Kirana. "Gue nggak papa Gin, kayaknya aku mau pulang aja sekarang aja deh. Nggak papa kan Gin?" Kata Kirana. "Iya biar Kirana pulang aja Gin, kasian dia." Kata Sherill. "Iya deh, nggak papa Kirana. Tapi pulangnya sama siapa?" Tanya Gina. "Ehh tunggu tunggu biar gue anterin pulang Kirana, orang tuanya ngasih tanggung jawab ke gue." Teriak Kelvin yang baru saja keluar dari kolam renang setelah menolong Carol. "Mba tolong ambilkan mereka handuk untuk mengeringkan badannya." Teriak Gina ke salah satu waitress cafe. "Balik sama Kelvin kan Naa?" Tanya Gadis. "Nggak.. gue balik sendiri aja, tolong pesankan aku ojek online. Biar Kelvin di sini dulu, kasian baru datang masa langsung balik." Kata Kirana. "Ya udah kita antar kamu ke depan dulu." Sherill, Dinda, Gadis dan juga Gina berjalan perlahan mengantar Kirana. Kelvin mendongak melihat ke arah Kirana, bergegas memakai sepatunya. "Sekali lagi sorry yah Carol, gue nggak sengaja." Kelvin berdiri dan berlari meninggalkan Carol begitu saja yang masih duduk di pinggi kolam mengeringkan badannya. "Kirana tungguu !!! KAMU BALIK SAMA AKU. !!! Kelvin menarik tangan Kirana. "Guyss, gue yang bawa pulang Kirana, okeyy?? Have fun yahh guyss, Ginn Happy birthdayyyy." Kata Kelvin menyodorkan sebuah bungkusan kecil untuk Gina. "Iya iya hati - hati, makasih Viinn." Kata Gina. Sherill Dinda Gadis dan juga Gina saling memandang kebingungan. "Kelvin kenapa sih?" Tanya Dinda dengan wajah polosnya. "Takut di marahin sama Mama papanya Kirana kali" , makanya dia bersikeras kayak gitu." Sherill membalikkan badannya dan kembali masuk ke dalam Cafe. "Hmm udah yuk masuk aja, lanjutin pesta lo Gin." Celetuk Gadis menggandeng Dinda dan Gina karena Sherill udah berjalan duluan. Sesampainya di dalam, mereka mendapati Carol yang masih tengah duduk di kursi panjang pinggir kolam mengeringkan badannya.  "Eh, Carol lo nggak papa kan? Lo butuh baju ganti? Gue ada kok di mobil, tenang aja masih baru." Tanya Gina berdiri di depan Carol. "Iya boleh deh, dari pada ntar gue masuk angin basah - basah kayak gini." Carol mengangkat kembali handuknya, mengeringkan rambutnya. "Tunggu sebentar yah, gue panggil Bibi gue dulu." Gina mengambil hpnya. "Btw kenapa Lo bisa masuk ke kolam sih? Lo emang pengen berenang?" Tanya Dinda dengan polosnya. "Dindaaaa." Seru Gadis sambil mencubit salah satu tangan Dinda. "Ahh, nggak.. tadi gue kesenangan aja Kirana datang, dan nggak sengaja Kelvin ngedorong gue." Carol mengalihkan pandangannya, dia sengaja berbohong, agar tidak disalahkan oleh sahabat - sahabat Kirana. "Ohh gituu, kirain deh." Balas Dinda mengusap - ngusap tangannya yang kesakitan di cubit Gadis. Carol mengganti bajunya, Gina pun melanjutkan pesta ulang tahunnya tanpa Sahabatnya Kirana. Tapi Gina bisa mengerti keadaan sahabatnya saat itu, dan dia tidak mau memberatkan sahabatnya. Di perjalanan pulang Kirana terus saja diam, raut wajahnya sangat sedih. Kelvin menyadari hal itu berusaha menghibur Kirana. "Kirana, kamu nggak papa?" Kelvin mengelus rambut Kirana perlahan. "Aku nggak papa Vin." Kirana tersenyum. "Eh, kita singgah sebentar yah Naa." Kelvin Meminggirkan mobilnya membuka kaca mobilnya. "Pesan apa Mas?" "Mba pesan ice cream bubble gumnya 2 yah, yang large" "Oke Mas, saya ulangi pesanannya yah.. 2 Ice cream bubble gum yang large." "Iya makasih mba." "Kirana kita makan ice cream dulu yahh, baru jalan lagi." Kelvin menyodorkan Ice cream ke tangan Kirana. "Makasih yahh Viinn." Kirana meraba tempat Ice Creamnya. "Bisa nggak?" Tanya Kelvin. "Bisa kok, masa gini doang nggak bisa." Kata Kirana sambil memakan Ice creamnya. Saat itu suasana hati Kirana sangat tidak karuan, memikirkan pandangan oranh terhadap dirinya yang sekarang, padahal dulu dia bukanlah gadis yang seperti itu, kalau saja ada yang berkata buruk padanya, dia tidak pernah memikirkan sampai seperti itu.  "Naa, masih pengen ke tempat yang aku bilang tadi nggak? Atau mau langsung balik aja?" Tanya Kelvin memandang Kirana. Kelvin benar - benar tidak bisa melepaskan pandangannya dari Kirana malam itu, meskipun Kirana buta, tapi paras wajahnya yang cantik dan rambut panjang hitamnya yang lembut terurai membuatnya tetap cantik di mata Kelvin. "Memangnya mau kemana sih Vin?" Tanya Kirana sambil menyendok ice Creamnya. "Kalau kamu mau, aku ajak kamu sekarang. Tapi kalau kamu nggak mau aku nggak akan ngasih tau kamu kita mau kemana." Ujar Kelvin tertawa. "Iya deh, kita kesana aja." Kirana akhirnya mau menuruti ajakan Kelvin. "Okeyyy, letss goooo." Kelvin sangat semangat, dia menyalakan mobilnya. "Hati - hati loh Viinn." Seru Kirana "Iya Naaaa" Kelvin tersenyum lebar sangat senang. Kelvin membawa Kirana ke sebuah pantai yang sangat indah di pinggir kota Jakarta. "Kita sudah sampai Tuan Putri." Kelvin membukakan pintu mobilnya, membantu Kirana turun. "Dimana sih Vinn? Ehh anginnya sejuk bangettt..." Seru Kirana menghembuskan nafasnya. "Sini - sini, lepas sepatu kamu Naa." Kelvin menunduk dan membukakan sepatu Kirana. "Eh kok di lepas ?!" "Tenang ajaa Kirana, kamu pasti suka deh." Kelvin mengambil sepatu Kirana memegangnya sepanjang jalan. Mereka berdua berjalan ke tepi pantai, bersih dan sangat sejuk. "Pasirr?? Pantai Viinn??" Tanya Kirana memainkan pasir di kakinya. "Iyaaaa.. seneng nggak Naa?" Tanya Kelvin menaruh sepatu Kirana ke bawah, dan memegang kedua tangan Kirana. "Seneng banget Viinn, kok kamu kepikiran kesini sih malam - malam gini." Kata Kirana. "Iya aku teringat aja, karena dulu aku suka kesini sendirian. Enak tau menenangkan diri di pantai kayak gini." Kata Kelvin. "Iya yah Vinn, apalagi udaranya kayak gini. Enak bangeettt. Kelvin, ajakin aku ke dekat airnya dong." Kirana menarik tangan Kelvin. "Eh, nggak papa nih? Nanti kamu kedinginan." Tanya Kelvin. "Nggak papa Vinn, aku mau ngerasain air laut." Kelvin memegang Kirana hati - hati, perlahan melangkahkan kakinya ke pantai lebih dalam. Suasana pantai malam itu tidak terlalu ramai, jadi Kelvin dan Kirana cukup menikmatinya. "Udah yahh main airnya, kita duduk di deket sini aja." Ajak Kelvin. "Iyaa Vin." "Naa ada penjual jagung bakar, kamu mau nggak?" Kelvin melihat ke arah abang - abang tukang jagung. "Boleh Viinn" "Oke tunggu di sini yahh." "Ehh pake uang aku aja Vin." Kata Kirana seraya membuka tas yang masih tergantung di bahunya. "Isshh, nggak usah. Tunggu di sini yah." Kelvin berlari ke arah penjual jagung yang tidak jauh dari pandangan matanya. "Hmm Kelvin.. Tuhan terima kasih untuk semua yang telah engkau berikan sampai saat ini, dan tolong kapan semua ini akan berakhir." Gumam Kirana mendongakkan kepalanya ke langit dan menghela nafas panjang. Suara laut membuat Kirana merasa sangat tenang. Kelvin kembali membawa bungkusan jagung hangat di tangannya. "Haahhh, aku kembali Kirana." Kata Kelvin ngosngosan karena berlari. "Hahah, kamu lari Vinn?" Tanya Kirana meraba bahu Kelvin yang duduk di sebelahnya. "Iya hahaha." Seru Kelvin membuka bungkus jagung di tangannya. "Kenapa pakai acara lari sih? Kan akunya nggak kemana - mana." Ejek Kirana. "Aku takut kamu di ambil orang." Bisik Kelvin yang membuat Kirana merasa geli. "Hahahha, ada - ada sihh Kamu Kelvin.. mana ada yang mau ngambil gadis buta seperti aku." Kata Kirana tersenyum kaku. "Husssshhh, Kirana pleasee kamu jangan suka ngomong gitu, aku nggak suka dengar kamu terus - terusan merendahkan dirimu. Pokoknya bagi aku, kamu perempuan yang kuat dan juga sangat cantik." Ujar Kelvin sembari memberikan jagung yang telah dia keluarkan dari bungkusannya. Entah apa yang ada di fikiran Kirana, dia meraba bahu Kelvin lalu langsung memeluk erat Kelvin dan menumpahkan tangisannya di bahu bidang milik Kelvin. Kelvin sangat terkejut karena Kirana tiba - tiba menangis dan memeluknya. Tapi sejenak Kelvin tersadar dan langsung membalas pelukan Kirana, mengusap - ngusap bahu dan rambut Kirana, agar Kirana bisa lebih tenang. Kelvin membiarkan Kirana menumpahkan semua kesedihannya saat itu. "Naaa, sekarang kamu nggak perlu khawatir, kamu nggak perlu sedih, ada aku yang udah jadi tambahan teman kamu, aku akan selalu berusaha ada di samping kamu Kirana, aku nggak mau janji, karena kata kebanyakan perempuan janji cowok itu bulshit, jadi aku nggak mau bilang janji." Kata Kelvin masih memeluk Kirana. "Puufftttt.." Kirana tertawa mendengar ucapan Kelvin dan bangun dari bahu Kelvin. "Ihh, kok kamu ketawa sih? Aku lagi ngomong serius tau." Kata Kelvin memegang kedua bahu Kirana. "Habisnya kamu lucu sih, kamu dengar di mana kalau kata cewek - cewek gitu?" Tanya Kirana tertawa dalam tangisnya. "Aku liat - liat di sosmed." Jawab Kelvin mulai mengusap air mata Kirana yang sudah membasahi pipinya. "Makasih yah Vinn, makasih Kamu sudah mau ngomong seperti itu, makasih kamu sudah mau mengusahakan untuk selalu ada di sampingku." Kata Kirana menyenderkan kepalanya ke bahu Kelvin. "Nggak perlu makasih, cukup kamu nggak ngusir aku aja kalau aku sering datang ke rumahmu." Kata Kelvin berusaha membuat Kirana tertawa lagi. "Hahaha, kenapa aku harus ngusir cowok sebaik kamu? Eh tergantung sih, kalau kamu nggak bawain aku makanan pas ke rumah aku, aku bakalan ngusir kamu." Ujar Kirana tertawa. "Tenang aja, aku akan bawain kamu makanan setiap aku ke rumah kamu." Kelvin mengusap rambut Kirana dan tersenyum melihat Kirana sudah tidak menangis lagi. "Hahaha, aku bercanda Kelvin.. kamu nih apa - apa di bawa serius." Kata Kirana melanjutkan memakan jagungnya.  "Gitu dongg ketawa.. Semua akan indah pada waktunya Kirana." Kata Kelvin membalutkan jaket jeans miliknya ke tubuh mungil Kirana. Kelvin dan Kirana menikmati malam itu berdua di pantai yang sangat sejuk, di temani suara ombak dan langit yang cerah penuh bintang. =====
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN