Episode 58

1742 Kata
- Hari Ulang Tahun Kirana – Kelvin sangat senang karena bisa memberikan hadiah yang istimewa untuk Kirana dan dia adalah orang pertama yang mengucapkannya untuk Kirana. Baru kali ini Kelvin memberikan hadiah seperti ityu ke seorang perempuan yang benar- benar bisa membuatnya jatuh cinta seperti itu. Kelvin tidak memandang fisik Kirana yang tidak bisa melihat. Kelvin dengan tulus menyukai dan menyayangi Kirana. Di mobil Kelvin salah tingkah, terlalu senang bisa memeluk Kirana selama itu. Kirana juga diam – diam saja sambil terus memegangi kalungnya. Kelvin mengajak Kirana berkeliling – keliling dulu karena persiapan surprise yang di siapkan oleh Sherill dan yang lainnya belum selesai. “Naaa.. kita jalan – jalan dulu yahh sebelum pulang.” Ujar Kelvin. “iya Vinn.. ntar kalau berhenti, kamu fotoin aku yah. Biar nanti kalau aku insyaAllah udah bisa melihat lagi, aku punya foto bersama kalung yang kamu kasih ini pertama kalinya.” Ujar Kirana. “Oh, iya Naa.. Pasti aku bakalan fotoin kamu, dan aku juga mau simpen ah di ponselku.” Kelvin tidak bisa menahan rasa senangnya. “Gimana kalau kita singgah di danau dulu Naa, aku fotoin kamu di situ. Pasti cantik deh.” Ujar Kelvin lagi. “ah, tapi aku malu Vin. Pasti di sana banyak orang, apa kamu nggak malu ngajak aku kesana lagi kalau banyak orang? Mereka pasti merhatiin kamu juga.” Kata Kirana. Kirana tidak ingin Kelvin jadi tontonan orang – orang lagi karena membawa gadis buta. “ishh.. apaan sihh.. Aku nggak akan pernah malu Kirana, kenapa aku harus mikirin pandangan orang – orang. Sedangkan mereka juga bukan orang yang aku kenal dan bukan hal yang penting untuk aku pusingin. Selama kamu nyaman berada di luar, aku juga akan membuatmu lebih nyaman lagi berada di sekitar orang banyak tanpa harus mendengarkan ucapan yang nggak jelas dari mulut mereka – mereka yang nggak punya hati.” Ujar Kelvin sambil terus melajukan mobilnya. “Kamu benar Kelvin, mungkin sekarang aku belum terbiasa aja untuk mendengarkan ucapan mereka yang melihatku seperti ini.” Ujar Kirana. Kelvin dan Kirana pun sampai di danau, Kelvin membantu Kirana turun dari mobil. Kirana mencoba merapikan rambutnya agar terlihat bagus di foto. Kelvin tersenyum melihat Kirana yang begitu cantik, rambutnya perlahan di terbangkan oleh angin, membuat Kelvin tidak bisa berhenti menatapnya. “Kamu cantik Kirana.” Gumam Kelvin yang sedang menyiapkan kameranya. “Sini Naa.. Kamu berdiri di sini yahh.. aku fotoin dari sana.” Kelvin membawa Kirana ke tepi danau yang view nya terlihat sangat indah dengan Kirana berdiri di depannya. “Oke Vinn.. bilang satu dua tiga yahh..” Ujar Kirana berdiri di depan kamera yang sudah di siapkan Kelvin. “Okeyy Naa.. kita mulai yaahhh.. Satu duaa tigaaa..” Kelvin berkali – kali mengambil foto Kirana. Kirana berdiri saja di tepi danau itu sudah sangat terlihat sangat cantik. “Udah Vinn?” Tanya Kirana. “Udahh Naa.. kamu cantik sekali.” Kelvin terus – terusan melihat hasil fotonya. “Beneran?” “Iya beneran Kirana. Semoga suatu saat nanti kamu bisa melihat foto ini Naa.” Kelvin berjalan kea rah Kirana. “Simpen yahh Vinn.. Kalau boleh minta tolong kamu carikan yang paling bagus untuk aku pajang di kamarku.” Ujar Kirana perlahan duduk di rerumputan. “Iya pasti Kirana.. ehh, kalau gitu kita foto berdua juga yahh, terus nanti kamu pajang juga di kamar kamu. Boleh kan?” Tanya Kelvin. “Hahaha, ayo Vin.. Boleh, dong.” Kirana tertawa. Di tengah kebersamaan mereka, ada pesan dari Sherill yang memberitahu Kelvin bahwa semuanya sudah siap. Kelvin pun mengajak Kirana untuk pulang. “Kelvin makasih yahh untuk hari ini. Kurasa ini ulang tahunku yang paling berharga.” Ujar Kirana masuk ke dalam mobil Kelvin. “Duhh.. aku malu tau Naa kamu ngomong gitu hahaha. Mungkin sekarang wajahku sudah seperti udang rebus yang merahnya pake banget hahahaha.” Ujar Kelvin mengendarai mobilnya menuju rumah Kirana. Sahabat – sahabat Kirana, Mama Papa Kirana, Bi Sri dan juga Pak Adi bersiap untuk menyambut kedatangan Kirana. Mereka semua sudah memakai topi ulang tahun yang berwarna – warni. Pak Chandra memasang kamera dalam mode video di sudut ruangan agar semua momen ulang tahun Kirana tahun ini terekam dengan jelas, agar nantinya Kirana bisa melihat videonya. Sesampainya di rumah Kirana, Kelvin mengajak Kirana ke kolam renangnya. Semuanya sudah bersiap berdiri di depan dekorasi yang mereka pasang. “Surpriseeeeeeeeee !!!!!” Semuanya berteriak. “Happy birthday Kirana… Happy birthday Kiranaaa..  Happy birthday happy birthday happy birthday Kiranaaaaaa.” Kirana yang mengenali semua suara yang bernyanyi, Kirana sangat terkejut bahwa semua orang masioh mengingat ulang tahunnya meskipun sekarang kondisi Kirana tidak bisa melihat. Kirana sangat terharu, air matanya sudah membasahi pipinya lagi. “Happy birthdayyyy sayangggg… semoga kamu bisa menjalani hari – hari mu yang beda ini dengan semangat dan terus bersyukur setiap harinya.” Ujar Ibu Kartika sambil memeluk Kirana dan tidak bisa menahan tangisnya melihat putri semata wayangnya yang saat ini sedang berulang tahun dalam keadaan yang tidak bisa melihat. “Aamiin.. Happy birthday yah anak papa yang sangat cantik. Doa papa semoga anak papa ini selalu Bahagia dan tetap di kelilingi oleh orang – orang baik.” Ujar Pak Chandra yang juga ikut memeluk Kirana, dan juga mengeluarkan air mata kesedihan melihat putrinya tidak bisa melihat. “Happy Birthday Kirana sayangku cintakuuu.. Cinta Cinta kita semua, semoga apa yang Lo mau tahun ini segera terkabulkan yahh Naa..” Ujar Sherill. “Aamiinn Amiin aamiinnnn … Kita semua sayang banget sama Lo Naaaaa.” Sherill, Gadis, Gina dan Dinda bergantian memeluk Kirana. Kirana belum bisa mengatakan apa – apa, Kirana masih menangis Bahagia mendengar semua ucapan yang di berikan oleh orang tua dan sahabat – sahabatnya itu. Setelah orang tuan dan sahabat – sahabat Kirana bergantian memberika ucapan selamat, sekarang giliran Bi Sri dan Pak Adi. “Huhuhuhu selamat ulang tahun Mba Kirana, selamat ulang tahun hikksss. Bibi nggak akan panjang lebar doanya, Bibi Cuma berharap dan berdoa setiap hari agar Mba Kirana selalu di berikan Kesehatan dan kebahagiaan.” Kata Bi Sri yang tidak bisa menahan air matanya. Bi Sri sangat kasian sama Kirana, karena saat ini di ulang tahun Kirana yang ke delapan belas tahun ini, Kirana tidak bisa melihat keindahan yang di berikan di rumahnya. “Udah deh Bi, baju Mba Kirana basah tuh gara – gara air mata Bibi.” Ujar Pak Adi yang juga tidak sabar untuk memberikan ucapan dan hadiah yang dari tadi sudah di genggam pak Adi. “ih, Kenapa sih pak Adi. Gangguin aja.. orang lagi melow gini.” Ujar Bibi melepaskan pelukannya. “Hahahahaahahaha” semua orang tertawa mendengar ucapan Bi Sri. “selamat ulang tahun yahh Mba Kirana.. Pak Adi juga Cuma ingin Mba Kirana selalu sehat dan selalu dalam Lindungan Allah SWT. Semoga secepatnya Mba Kirana bisa mendapat donor mata yang cocok sama Mba Kirana dan secepatnya bisa melihat dunia lagi.” Ujar Pak Adi sembari memberikan hadiah di tangan Kirana. “Aamiin ya Allah.. Aamiin.” “Terima kasih banyak semuanya ….. Mama Papa terima kasih selalu sabar untuk menghadapi Kirana, selalu sabar mengantar Kirana ke rumah sakit. Sherill, Gadis, Gina, Dindaaa terima kasih kalian sudah mau menjadi sahabatku yang sangat setia dalam keadaanku seperti ini, terima kasih banyak atas semua yang telah kalian lakukan untuk aku. Bi Sri, Pak Adi terima kasih juga karena kalian berdua selalu menjaga Kirana sampai Kirana sebesar ini, terima kasih banyak. Kirana nggak tau akan jadi seperti apa kalau nggak ada kalian yang selalu menyemangatiku. Dan untuk Kelvin terima kasih juga kamu sudah mau bermain dan menemaniku di saat keadaanku yang seperti ini. Terima kasih banyakk..” Ujar Kirana yang dari tadi sudah mengeluarkan air mata begitu banyak. Kelvin yang dari tadi berdiri di samping Kirana, mengambil tisu untuk membantu menyeka air mata Kirana yang sudah tidak bisa dia bendung lagi. “Sudah yah Naa.. nggak usah nangis lagi dong, hari ini kan hari Bahagia untuk kamu. Kamu adalah orang yang special hari ini.” Ujar Kelvin sambil menyeka air mata Kirana. Kirana menyeka air matanya, dan merapikan rambutnya. “Eh, tunggu tunggu.. kayaknya ada yang baru deh di leher Kirana.” Seru Dinda melirik ke arah Kelvin dengan tatapan menggoda. Kelvin tersenyum malu di perhatikan seperti itu. “Mana coba Mama lihat?” Ibu Kartika mendekati Kirana sembari melihat kalung yang di pakai Kirana. “Wahhh, cantik sekali.. Papa aja nggak pernah beliin mama yang seperti ini.” Ujar Ibu Kartika tertawa “Mana sih Maa, coba papa lihat juga.” Pak Chandra juga ikut menghampiri Kirana. “Dari siapa nih sayang?” Tanya Pak Chandra. “Siapa lagi om, kalau bukan laki – laki yang berdiri di samping Om itu hahahahah.” Teriak Sherill. “Bener ini dari kamu Kelvin?” Tanya Pak Chandra. “ ehmm.. iya bener om hehe.” Jawab Kelvin sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu. “beli di mana? Om juga mau belikan tante nih. Hhahahaah.” Ujar Pak Chandra menggoda istrinya. “ehmm di toko perhiasan yang di—” “Hahahah, om bercanda kok Vinn.. Makasih banyak yahh, kamu sudah memberikan hadiah mahal seperti ini. Padahal kamu cukup selalu ada di samping Kirana itu sudah cukup kok Nak.” Ujar Pak Chandra. “Ciee Kelvin.. gue kirain tadi apa yang bakalan Lo kasih ke Kirana, ternyata kalung yahh. Mana kalungnya cantik banget lagi. Sweett banget sih Kelvin uwwuuuu.” Ujar Gadis menggoda Kelvin Wajah Kelvin menjadi sangat merah karena dari tadi di goda terus, sama orang – orang yang ada di rumah Kirana. “Mas Kelvin bibi juga mau dooonggg.” Seru Bi Sri menggoda Kelvin. “Hahahahah.. Bi Sri udah nggak cocok pakai kalung seperti Mba Kirana.” Ujar Pak Adi. “ih, apaan sih pak Adi. Masih cocok kan Mba yahh? Iya kan?” Ujar Bi Sri ke Sherill dan Gina yang berada di sampingnya. “Hahahahaa.. masih cocok kok Bi.. Pak Adi aja nih yang sirik. Hahaha” Jawab Gina tertawa bersama mereka. “Kelvin benar kata om tadi, kamu selalu ada di samping Kirana menjadi sahabatnya Kirana juga sudah sangat cukup kok Naa.. harusnya kamu tidak perlu repot – repot seperti ini.” Ujar Ibu Kartika. “Eh.. nggak kok Tante.. Kelvin sama sekali nggak repot, Kelvin dengan senang hati memberikan Kirana hadiah itu. Kelvin berusaha membuat apapun yang bisa menjadi sesuatu untuk membahagiakan Kirana. Selama ini Krelvin juga belum menemukan seseorang yang bisa membuat Kelvin nyaman seperti Kirana, Kelvin nggak pernah melihat sosok perempuan yang begitu tegar, dan Kelvin juga aka berusaha untuk selalu ada di samping Kirana  dan menjadi teman hidup Kirana om.. tante..” Ujar Kelvin. “Uhhhh.. so sweet banget Kelvin.. aku jadi terharu mendengar jawabannya. “apa teman Hidup?? Maksudnya apaan tuhh?” Seru Sherill menggoda Kelvin. “Ehmm iyaa.. teman hidup seperti kalian menjadi teman hidupnya Kirana.” Jawab Kelvin malu. “eleehhh.. ngeles aja nih anak.” Seru Gadis. “Hahaha.. katakan aja yang sebenarnya kali Vin. Kirana juga pasti pengen tau apa yang Lo mau katakan. Kirana cuma bisa tersenyum mendengar semua menggoda Kelvin. Ibu Kartika dan Pak Chandra sangat senang karena Kelvin memperlakukan putri semata wayangnya dengan istimewa. Mereka berdoa agar Kelvin bisa menjadi pengganti Karel, dan tidak mengecewakan Kirana seperti apa yang sudah di lakukan Karel yang juga menghilangkan kepercayaan kedua orang tua Kirana.   =====  
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN