"Ada yah cewek ular kakak?" Celetuk Huki dengan polosnya.
"Hahah, nggak dek.. kamu main dulu gihh ke bawah atau terserah kamu dimana aja. Panggil Bi Wati yah." Ujar Sherill.
"Okeh kakak." Seru Huki keluar dari kamar Kelvin.
Iya.. gue sendiri nggak tau kenapa Carol ke rumah Kirana, gue nggak tau apa yang sudah dia lakukan lagi dan gue nggak tau udah berapa lama dia ada di rumah Kirana." Jelas Kelvin kembali ke posisi tidurnya.
"Lo nggak tanya Carol dia ngapain di rumah Kirana?" Tanya Sherill.
"Sempat gue tanya.. dia bilang sih dia datang hanya untuk minta maaf sama Kirana. Itu aja, Carol juga sempat marah sama gue karena kenapa gue nggak percaya sama kata - katanya. Yahh jelas aja gue nggak percaya, rasanya untuk percaya lagi sama dia tuh susah banget." Ujar Kelvin menelungkupkan wajahnya ke bantal.
"Yaiyalah siapa juga sih yang bisa percaya gitu aja lagi sama Carol. Gue coba tanya Kirana aja deh, ngapain Carol ke rumah dia." Sherill mengambil ponselnya untuk menelvon Kirana.
"Nahh.. lebih baik Lo tanya langsung sama Kirana. Tapi pas gue disana sih suasana biasa aja, tapi nggak tau deh. Tanya aja." Kata Kelvin.
Sherill mencoba menghubungi Kirana, tapi Kirana tidak menjawab telvon dari Sherill.
"Kok nggak diangkat - angkat sih." Seru Sherill menggigit jari telunjuknya.
"Tidur kali." Jawab Kelvin.
"Gue penasaran tauu. Mana nomor telpon rumahnya gue nggak save lagi." Seru Sherill yang mencoba menghubungi Kirana lagi.
"Ntar aja Lo coba telvon lagi.. ntar gue juga mau telvon Kirana kok, kalau duluan gue yang dapat info nanti gue kasih tau Lo." Ujar Kelvin.
"Iya deh kalau gitu. Udah sana Lo ganti baju dulu, ntar Lo sakit, nyokap Lo pusing." Sherill berdiri beranjak keluar.
"Tutup pintu gue." Ujar Kelvin.
"Gue masih di bawah yahh, temenin Huki main dulu. Lo punya makanan kan di bawah?" Tanya Sherill berdiri memegang pintu kamar Kelvin.
"Iyaa.. terserah Lo dahh mau makan apa di bawah. Makan semuanya juga nggak papa." Jawab Kelvin.
"Okeyyy." Sherill menutup pintunya lalu berjalan ke bawah.
Setelah Sherill pergi dari kamar Kelvin, Kelvin belum beranjak mengganti bajunya. Kelvin berjalan menuju jendela kamarnya, melamunkan kenapa dia sampai bisa sesuka itu sama Kirana. Perempuan yang membuatnya terus gelisah ingin memilikinya, baru kali ini Kelvin di mabuk cinta. Dulu Kelvin tidak pernah suka seperti ini dengan perempuan, dulunya Kelvin yang di sukai duluan oleh perempuan lainnya, yahh seperti halnya Carol yang saat ini sedang menyukai Kelvin karena sifat Kelvin yang membuat Carol jatuh cinta.
*****
Malam pukul 20:30
Kelvin yang sedang berputar - putar di tempat tidurnya, terus melihat ponselnya. Dia ragu ingin menghubungi Kirana, Karena tidak thi harus ngomong apa sama Kirana.
"Hmmm.. apa gue pura - pura nggak tau aja? Tapi kalau Kirana nggak mau ngomong lagi sama gue gimana??? Ckkk Carol menyusahkan sekaliii !!! Pasti tadi dia yang mempengaruhi Kirana sampai Kirana berbicara seperti itu. Kirana sekarang pasti sedang sedih memikirkan ucapannya sendiri."
Setelah berfikir panjang, akhirnya Kelvin memutuskan untuk menelvon Kirana.
Tuuttt tuuuuutttt tuuuuttttt..
sudah tiga kali Kelvin mencoba menghubungi Kirana tapi Kirana tidak mengangkat telvonnya. Kelvin menghubungi Sherill untuk mengetahui apa Kirana sudah bisa di hubungi atau tidak.
"Halo.. Rill Lo udah ngomong sama Kirana?" Tanya Kelvin.
"Ehh, iya udah kok. Gue lupa kasih tau Lo."
"Hmm kapan?"
"Barusan."
"Terus Kirana bilang apa?"
"Dia bilang Carol memang datang untuk meminta maaf sama Kirana, dan nggak akan ngelakuin yang jahat - jahat lagi. Cuma itu sih intinya. gue jadi lega, gue kira Carol ngelakuin yang sesuatu lagi sama Kirana. Kirana kan nggak bisa liat apa yang bakal di lakuin sama Carol kalau cuma berdua aja."
"Hmm bagus deh kalau gitu. Tapi telvon gue kok nggak dia angkat - angkat yah sama Kirana. Lo barusankan nelvon Kirana?"
"Iya baru kok, mungkin Kirana nggak bawa ponselnya turun. Karena tadi dia bilang sih mau makan sama orang tuanya."
"Ohh gitu yahh.. btw nomor telpon rumah Kirana Lo udah minta belum?"
"Udah.. Lo mau?"
"Iya kirimin ke WA aja deh."
"Okeyy, udah yah."
"Thank you. byeee."
Kelvin sangat takut kalau Kirana tidak mau berbicara lagi sama Dia, Kelvin mencoba menghubungi Kirana lewat telpon rumahnya.
"Halo.. Assalamualaikum."
"Walaikumsalam, dengan siapa yah?"
"Bibi yahh? Aku Kelvin Bi."
"Ehh, Mas Kelvin kok nelvon kesini? Mas kelvin cari bibi yahh? Uhhh Bibi ada kok Mas Kelvin."
"Aduh bibi hahahha. Kelvin mau ngomong sama Kirana Bi, karena aku hubungin ponselnya tapi nggak di angkat - angkat."
"Yahh bibi jadi kecewa hihi.. tunggu sebentar yahh bibi panggilkan Mba Kirananya dulu."
"Makasih bibi."
"Mba Kirana ada telvon dari Mas Kelvin nih." Bibi menyerahkan pesawat telvon ke Kirana.
"Oh iya makasih Bi." Ujat Kirana yang sedang memakan buah anggur.
"Halo, kenapa Vin?"
"Alhamdulillah.. aku kira kamu nggak mau ngomong sama aku Kirana."
"Hah? Kok ngomong gitu? Atas dasar apa aku nggak mau ngomong sama kamu? Ngomong aja masa nggak mau sih."
"Eh, nggak papa kok heheh."
"Hampir saja gue keceplosan." Batin Kelvin.
"Kamu lagi ngapain Naa? Aku telvon ponsel kamu tapi nggak ada jawaban, jadi aku nelvon ke telvon rumah kamu."
"Ohh, iya maaf ponsel aku ada dikamar. Aku lagi dibawah belajar - belajar pakai buku khusus orang buta."
"Ohhh, aku nggak ganggu kan? Aku udah bilang loh tadi kalau aku mau nelvon kamu."
"Hahaha iya nggak kok."
"Alhamdulillah.. hmm btw Naa tadi Carol ke rumah kamu ngapain? Aku kaget banget loh tiba - tiba ada dia di rumah kamu."
Kelvin ingin memastikan apa saja yang Carol bilang ke Kirana.
"Ehmm, aku juga kaget kenapa dia datang ke rumahku. Tapi Carol datang untuk minta maaf kok, katanya di sekolah dia di musuhin gara - gara pesan teks yang dia kirim.
"Terus lagi tadi katanya dia di gangguin sama kak Andika."
"Oh, iya aku sama yang lain liat kok gimana kejadiannya."
"Terus kalian diam aja ngeliat Carol di gangguin?"
"Ah? Tapi kan Kak Andika nggak ngegangguin yang gimana - gimana. Kak Andika hanya memastikan kalau Carol nggak akan berbuat seperti itu lagi. Kak Andika nggak mau kalau ada siswa - siswi yang seperti itu lagi. Kak Andika sebagai ketua osis nggak mau kalau isi grup sekolah tuh hal - hal yang nggak benar Naa. Jadi kita semua diam lah, karena kak Andika nggak ada salahnya seperti itu."
"Tapi Carol jadi nggak punya teman karena itu, semua anak - anak di sekolah nggak ada yang mau berteman dengan dia."
"Kan itu salahnya dia Kiranaaa.. Carol pantas mendapatkan itu, kamu nggak tau aja situasi di sekolah gimana, gimana Carol menanggapi Kak Andika, gimana Carol menanggapi semua yang nggak suka sama dia. Carol nggak ada sama sekali minta maaf, malahan dia terus saja menantang. Dan dia juga bilang kalau dia juga nggak mau berteman dengan yang lainnya."
"Tapi Carol mau berteman dengan kalian.. Sherill, Gadis, Ginda, Dinda dan terlebih sama kamu Kelvin !!! Carol suka sama kamu, apa kamu nggak bisa untuk menerima dia hanya untuk berteman saja?"
"Naaa.. kita semua udah ngomongin ini, kok kamu seperti ini lagi? Dan kenapa marahnya sama aku? Apa aku nggak punya hak untuk memilih juga orang yang aku suka? Apa aku harus mau kalau memang ada cewek yang suka sama aku meskipun cewek itu jahat?"
"Carol udah nggak jahat kok, dia udah bilang sama aku kalau dia nggak akan ngelakuin yang seperti itu lagi. Carol sangat ingin berteman sama kalian, coba deh kamu ngomong ke yang lain kalau Carol udah mau berubah, dan mau berteman baik sama kalian. Karena tadi aku udah ngomong sama Sherill. Tapi dia nggak ada respon soal itu Vinn. Setelah aku mendengar keluh kesah Carol tentang bagaimana dia di perlakuin hanya gara - gara pesan teks yang memfitnah aku, aku rasa semua ini salah aku, aku nggak tega kalau Carol sampai seperti itu. Kasian dia Viinn, tolonglah Kelvin ajak yang lain untuk berteman sama Carol, dan kamu juga coba buka hati kamu buat Carol."
"Naaa, kok kamu egois seperti itu sih? Kamu nggak mikirin bagaimana perasaan aku, Sherill, Gadis, Ginda dan Dinda? Bagaimana mereka terus membela kamu saat ada masalah di sekolah yang menyangkut nama kamu karena ulah Carol? Maaf Naa, bukan maksud aku buat ngomong kayak gini. Tapi aku rasa kamu hanya memikirkan perasaan kamu yang merasa bersalah dengan Carol, kamu nggak mikirin kita semua yang udah susah payah ngebela kamu di sekolah."
"Viinn bukan maksud aku kayak gitu.. maksud aku—"
"Hmm.. coba deh kamu fikirin dulu apa aja yang barusan kamu omongin Naa.. maaf yahh, kalau aku juga salah ngomong. Kamu istirahat yahh. Good night Naaa."
"Viinnn?? Kelviiinn??"
- Rumah Kirana -
"Hmmm, aku salah yah." Kirana menghela nafasnya sambil memegang pesawat telvonnya.
"Kenapa sayang?" Tanya Ibu Kartika.
"Mama denger semua kan yang aku omongin tadi?" Tanya Kirana balik.
"Iya, denger kok sayang.. Carol yang kamu maksud Carol yang itu kan?" Ibu Kartika mendekat ke Kirana. "
"Iya Maa, Carol di sekolahku cuma satu. Maa sepertinya Kelvi marah? Apa aku salah Maa?"
"Kalau dari semua yang mama dengar tadi apa yang kamu omongin, menurut mama, kamu egois kalau seperti itu sayang."
"Beneran yah Maa? Kirana egois? Kelvinjuga sempat bilang Kirana egois Maa." Kata Kirana menangis.
"Eishh kok malah nangis sih. Dengerin Mama yahh, kalau Carol udah bilang dia nggak akan ngelakuin hal - hal jahat lagi, yah kita liat aja nanti gimana. Kamu nggak boleh nyuruh - nyuruh sahabat - sahabat kamu untuk berteman sama Carol kalau kamu memaksa seperti itu. Sahabat - sahabat kamu pasti juga tau yang mana yang benar yang mana yang salah Nakk, apalagi mereka kan yang berada di sekolah, mereka yang tiap hari melihat sikap Carol. Jadi, kamu nggak ada hak untuk memaksa mereka seperti itu. Kalau untuk menasehati dan memberi pendapat nggak masalah, tapi kalau untuk memaksa seperti itu jangan sayang. Mereka semua punya hal untuk berteman dengan siapa aja." Jelas ibu Kartika.
Ibu Kartika memberi pengertian ke Kirana, agar Kirana bisa lebih paham lagi bagaimana situasi yang sedang dia hadapi.
"Terus Kirana harus gimana dong sekarang Maa? Kelvin udah marah sama Kirana. Terus Kirana juga merasa bersalah sama Carol Maa, dia sampai di musuhin satu sekolahan."
"Kamu harus minta maaf sama Kelvin sayang, Kelvin pasti sangat kecewa dengan sikap kamu tadi. Apalagi tadi mama dengan kalau Carol suka sama Kelvin dan kamu juga mau kalau Kelvin mencoba berteman sama Carol lagi dan suka juga sama Carol. Semua itu nggak bisa di paksakan Nakk, Kelvin pasti juga nggak mau kalau menerima seseorang begitu saja, apalagi orang itu adalah Carol. Orang yang sempat dia percaya tapi malah berbuat seperti itu. Jadi, kamu harus minta maaf sama Kelvin. Dan kalau untuk Carol, kenapa kamu harus merasa bersalah? Semua ini kan dia yang buat salah, dia yang terus - terus merusak nama kamu. Sedangkan kamu, kamu hanya diam di rumah dan tidak mengganggu dia. Jadi, kamu nggak perlu merasa bersalah."
=====