Carol sengaja berbicara seperti itu agar Kirana tidak mau untuk berhubungan lebih dengan Kelvin.
"Eh, maaf yah Kirana apa Lo tersinggung? Gue nggak bermaksud begitu kok Kirana. Maaf maaf." Carol menggenggam tangan Kirana.
"Iya Carol, nggak kok.. aku sama sekali nggak tersinggung. Memang begitu kan kenyataannya." Ujar Kirana pelan.
"Hmm.. tapi sepertinya memang Kelvin suka sama Lo Kirana, buktinya dia nggak mau membuka hatinya buat gue. Terus kalau gue ajak jalan, dia selalu bilang mau ketemu Lo lah, apalah, pokoknya selalu alasannya Lo Kirana." Ujar Carol memainkan kakinya di air.
"Kalau itu sih aku nggak tau yah Carol, aku nggak bisa bilang Kelvin suka beneran sama aku atau nggak. Tapi yang pasti aku juga nggak bisa kalau keadaanku seperti ini. Aku juga sadar kok sebagai orang buta." Ujar Kirana sedih.
"Kirana.. Lo sabar yahh.. pasti Lo bakal ngeliat lagi nantinya, dan bakalan dapat cowok yang sayang sama Lo." Kata Carol senyum licik.
Tidak lama kemudian, bunyi bell rumah Kirana bunyi lagi. Kelvin datang ke rumah Kirana , untuk menemui Kirana dan salah satu alasannya karena Kelvin merindukan Kirana.
Kelvin tidak tau kalau Carol ada di rumah Kirana. Carol yang mengetahui kalau yang datang adalah Kelvin, cepat - cepat mengambil posisi, dia berpura - pura jatuh ke kolam renang.
"Ehh ehh Naaa.. tolongg Naaa.. gue nggak bisa berenang." Carol menjatuhkan dirinya ke kolam renang seakan - akan dia terjatuh saat memegang tangan Kirana.
"Loh Carol.. Carooollll.. tolongg bibiiii.. biiii.."
Kelvin yang sudah masuk ke rumah Kirana mendengar suara minta tolong, dan cepat berlari ke luar ke arah kolam renang.
"Kelviinnn.. kelvinnn tolong gueee.. guee.. guee nggak bisa berenang." Teriak Carol sambil menenggelamkan badannya ke kolam.
"Loh Caroolll !!!" Dengan sigap Kelvin meloncat ke kolam renang untuk menyelamatkan Carol.
Carol memanfaatkan kesempatan itu, di dalam kolam dia terus berpura - pura menenggelamkan dirinya dan berpura - pura kehabisan nafas.
"Kelvin gimana ??? Carol gimana???" Teriak Kirana.
Kelvin masih berusaha mengeluarkan Carol dari kolam renang, dengan susah payah akhirnya dia bisa mengangkat Carol keluar dari kolam renang.
"Tenang Kirana... Carol nggak kenapa - kenapa.. aku coba sadarin dia dulu." Ujar Kelvin.
"Carol.. Caroll.. banguunnn.. heii banguuunnnn." Kelvin menepuk - nepuk pipi Carol.
Carol masih mode pingsan, Carol tidak ingin kesempatan ini hilang secepat mungkin. Carol menunggu untuk di kasih nafas buatan dari Kelvin.
"Duhhh gimana nihh." Gumam Kelvin.
"Kenapa Vinn? Belum sadar juga yahh? Kayaknya butuh nafas buatan Viinn." Kata Kirana.
"Hahhh? Terus siapa yang ngasih masa aku sih Kirana." Seru kelvin.
"Terus siapa lagi dong Viinn." Kiraba berdiri dan berjalan pelan menghampiri Kelvin.
"Aduuhhh kenapa kamu kesini sihh, kalau kamu jatuh ke kolam juga gimana. Sini duduk sanaaa !!!" Seru Kelvin membawa Kirana duduk di sofa.
"Ehhh ehh belum sadar juga yahh Mas?" Tanya Bibi yang baru saja datang.
"Iya Bii.. gimana dong, kata Kirana aku harus kasih nafas buatan." Kata Kelvin.
"Aduuhh tunggu dulu Mas, bibi coba cari minyak minyaknya bibi dulu." Bi Sri berlari masuk ke dalam.
"Ohh, iya bii.. cepetan yahhh." Seru Kelvin.
"aarrrggghhh orang tua ituu mengganggu sekali sih... ckkk... gimana ini??? Gue nggak mau bau minyak - minyak sembarang eewwwhhh." Batin Carol kesal.
"Ini Mas, minggir biar bibi yang pakaikan. Pasti bisa cepat sadar." Bi Sri membuka botol minyak kampungnya untuk di oleskan di hidung Carol.
"Uhuukk uhuukkk uhuukkk.." Carol pura - pura batuk, dan bangun perlahan. Carol terpaksa bangun karena dia sangat tidak suka dengan bau minyak - minyak. Apalagi Carol tau itu adalah minyak dari kampungnya bi Sri. Carol sangat tidak mau memakainya.
"Ehh, alhamdulillah Mba sudah sadar." Bi Sri menutup kembali minyak yang ada di tangannya.
"Caroll?? Carol Kamu nggak papakan?" Tanya Kirana.
"Kok Lo bisa jatuh sih? Ceroboh banget, Lo kan bisa melihat, masa Lo bisa jatu ke kolam sih." Tanya Kelvin.
"Iyaa tadi gue tuh mau memperbaiki posisi duduk gue agar bisa berkomunikasi dengan baik sama Kirana, tapi gue malah kepeleset dan Kirana nggak bisa nolongin gue." Ujar Kelvin.
"Maaf yahh Carol.. seandainya saja aku bisa melihat." Kata Kirana.
"Nggak kok, gue yang salah. Nggak hati - hati. Eh, Vin baju Lo basah, Lo yah yang nolongin gue?" Tanya Carol pura - pura tidak tau.
"Iyaa." Jawab Kelvin datar.
"Ehmmm.. makasih yah Kelvin. Kalau nggak ada Lo mungkin gue udah kehabisan nafas." Carol memeluk Kelvin dengan sangat erat.
"Aduhh, nggak usah peluk - peluk.. lepasin nggak?" Kelvin mencoba melepaskan pelukan Carol.
Bi Sri yang melihat Carol memeluk Kelvin, langsung mengalihkan pandangannya ke Kirana.
"Kasian Mba Kirana." Batin Bi Sri.
"Ehmmm, mau aku ambilin baju ganti nggak?" Tanya Kirana mencairkan suasana.
"Nggak usah Naa, aku pulang aja deh. Besok aja aku kesini lagi, atau ntar malam." Ujar Kelvin berjalan keluar.
"Gue juga pulang aja yah Kirana. makasih yah untuk waktu Lo hari ini, sehat - sehat yah Kirana." Carol melangkahkan kakinya keluar dari rumah Kirana.
Kelvin yang sudah setengah jalan keluar, kembali masuk.
"Ntar aku telvon kamu yah." Kelvin mendekatkan bibirnya ke kening Kirana. Hampir saja dia mencium kening Kirana, tapi iya tersadar.
"Hahh, hampir aja." Seru Kelvin.
Bi Sri yang melihat Kelvin, tak bisa menahan tawanya.
"Hahaha, Mas Kelvin kok nggak di lanjutkan." Seru Bi Sri.
Tanpa suara Kelvin menyuruh bi Sri diam sambil senyum - senyum. Menaruh satu jarinya di ujung mulutnya.
"Kenapa Vin?" Tanya Kirana Heran.
"Nggak kok Naa, nggak papa. Aku hampir jatuh." Kelvin berbohong karena malu.
"Aku pulang yahh, kamu istirahat." Kelvin mengelus kepala Kirana dengan Lembut.
"Bii Srii aku pulang yahhh." Kelvin tertawa kecil melihat Bi Sri.
"Hati - hati Vin." Kata Kirana
Bi Sri hanya terus menahan tawa, tanpa di dengar oleh Kirana.
"Oh iya Mba, ini tadi Mas Kelvin bawa buat Mba." Bi Sri membukakan sekotak coklat untuk Kirana makan.
"Iya Bi makasih yahh.. makan juga nih Bii."
Kelvin pun berjalan keluar dari rumah Kirana, di depan rumah Kirana masih ada Carol yang menunggu dirinya.
"Ohh gue kira Lo udah pergi. Untung saja Lo masih di sini. Lo ngapain ada di rumah Kirana? Apa lagi yang udah Lo lakuin?" Tanya Kelvin sinis."
"Ya Ampun Vinn.. Lo bisa nggak sih, nggak berfikir negatif tentang gue. Gue kesini nggak berbuat jahat sama Kirana. Gue hanya ngomong baik - baik sama Kirana. Gue minta maaf dengan sangat tulus atas apa yang gue lakuin sama dia." Ujar Carol tegas.
"Kenapa Lo nggak ngomong sama gue kalau Lo mau kesini?" Tanya Kelvin.
"Yahh, gimana gue mau ngomong sama Lo, kalau Lo nggak mau ngomong gue !!!" Teriak Carol.
"Bagaimana gue bisa percaya sama Lo kalau Lo cuma minta maaf sama Kirana?
"Coba deh Lo tanya Kirana apa yang gue lakuin ke sini.. Kenapa sih Lo nggak bisa percaya sama gue dan nggak bisa ngebuka hati Lo buat gue Vin?" Ujar Carol.
"Kalau percaya sama Lo mungkin bisa, tapi kalau ngebuka hati gue buat Lo itu sama sekali nggak bisa, Hati gue udah ada yang ISI." Kelvin menekankan kata Isi.
"Gue udah tau.. Kirana kan? Udah berapa kali gue bilangkan sama Lo kalau kamu memang suka sama Kirana. Tapi apa Lo yakin Kirana mau sama Lo dengan keadaannya yang seperti itu?" Tanya Carol lagi.
"Kenapa sih Lo selalu omongin keadaaannya Kirana, memangnya kenapa dengan keadaan Kirana?? Karena dia buta?? Gue bisa menerima Kirana dengan keadaannya yang seperti itu, gue menyukai Kirana apa adanya." Jawab Carol.
"Kirana udah bilang kalau dia nggak bakalan suka sama Lo, dia nggak bakalan di sukai dengan apa adanya dia, dia nggak mau merepotkan orang lain, dia nggak mau hanya menjadi beban buat orang lain. Jadi Lo nggak usah terlalu berharap Kirana MAU SAMA LO !!!!" Seru Carol sambil membuka pintu mobilnya.
"Stooopppp !!! Dari mana Lo tau kalau Kirana bilang seperti itu?" Tanya Kelvin menutup kembali pintu mobil Carol.
"Dari Kirana lahhh.. tadi Kirana sendiri yang bilang gue." Ujar Carol.
"Kok bisa? Kok bisa Kirana sampai ngomog seperti itu? Atas dasar apa? Kenapa kalian ngomongin hal seperti itu?" Tanya Kelvin mulai curiga dengan Carol.
"Yahh Lo tanya aja sendiri sama Kirana.. ngapain nanya Gue, gue hanya ngasih tau Lo apa yang barusan gue dengar dari mulut Kirana. Dan satu lagi, gue masih menunggu Lo membuka hati buat gue." Bisik Carol sambil memeluk setengah bahu Kelvin. Setelah itu Carol masuk ke mobilnya.
Kelvin mematung mendengar ucapan Carol.
"Ihhhh sialan !!! Kok gue sampai merinding gini sih. Dasaar Cewek Gilaaaa !!!!" Gumam Kelvin melihat mobil Carol yang sudah melaju meninggalkan halaman rumah Kirana.
Kelvin juga meninggalkan rumah Kirana, di perjalana Kelvin memikirkan kata - kata Kirana yang baru saja di sampaikan oleh Carol.
"Haduhh.. nggak bisa nih kayak gini, kok gue nggak tenang gini sih. Apa Carol mempengaruhi Kirana? Selama ini kan Kirana senang - senang aja sama gue, Kirana nggak mungkin seperti itu. Nggak mungkin." Gumam Kelvin pada dirinya sendiri.
Piiiipppp piipppp piiipppp..
suara klakson yang di tujukan ke mobil Kelvin, karena sudah lampu hijau dia belum jalan juga. Fikiran Kelvin di isi dengan ucapan - ucapan Carol barusan.
Sesampainya di rumah, Kelvin tidak bisa berhenti memikirkan itu.
"Apa benar Kirana nggak mau? Tapi gue nggak boleh kayak gini juga sih, dari awal kan gue nggak mau membebani Kirana dengan perasaan gue, kalau memang Kirana bilang seperti itu gue nggak boleh memaksa Kirana, gue nggak mau menyatakan perasaan gue, biar waktu yang menjawab semuanya dan biar saja berjalan seperti ini. Gue nyaman kok seperti ini yang penting gue masih bisa terus - terusan bersama Kirana." Gumam Kelvin di dalam kamarnya sambil menatap langit - langit kamarnya.
"Woooiii" Teriak Sherill yang tiba - tiba datang ke rumah Kelvin. Sherill berdiri di depan pintu kamar Kelvin yang tidak tertutup.
"Arrgghhh kaget tau gue.. ngapain Lo kesini?" Tanya Kelvin.
"Lo kok masih pakai baju sekolah sih? Malas banget Lo ganti baju. Ewwww baju Lo kok basah gitu sih? Habis ngapain Lo?" Tanya Sherill heran menyentuh baju Kelvin.
"Gue yang lebih nanya ke Elo yah.. ngapain Lo ke rumah gue??" Tanya Kelvin lagi.
"Gue mau main lah, kenapa nggak bisa? Rumah kita tuh sampingan, jadi haruslah gue selalu main ke rumah Lo, dari pada Lo kesepian. Dan gue ajak adik gue tuh." Huki adik Sherill muncul dari balik pintu.
"Huukkiiii.. sini sini.. kak kelvin kangen banget sama kamu." Kelvin memeluk Huki dengan gemasnya.
"Aduuhh baju Lo basah tauu, lepasin Huki nggak !!!! Dia bisa masuk angin gara - gara Lo. Sekarang jawab pertanyaan gue !!!!" Seru Sherill menarik adiknya.
"Ishhh.. tadi gue habis dari rumah Kirana, gue mau ketemu aja sama Kirana. Tapi pas sampai di rumahnya ada Carol yang sedang meminta pertolongan karena dia tenggelam di kolam renang Kirana." Jelas Kelvin.
"Apaa??? Caroll?? Carol ada di rumah Kirana ngapain? Kok bisa sih.. ckkk apa lagi yang cewek ular itu lakukan di rumah Kirana?" Tanya Sherill kesal.
Sherill sangat kaget kenapa Carol bisa ada di rumah Kirana.
====