Episode 48

1772 Kata
Carol benar - benar kaget karena tiba - tiba mereka semua menghampiri dan mempunyai bukti rekaman perbuatannya dari awal bersama Kelvin. Carol segera mengancing semua bajunya kembali, Carol terlihat sangat malu karena kedapatan berbohong. “KALIAN SELALU SAJA MENGGANGGUKU !!!” Teriak Carol dengan mata terbelalak. “Lo yang selau mengganggu kita, Lo sadar dong.. Kelvin itu bagian dari kita dan Kelvin adalah saudara sepupu gue, jadi apapun yang menyangkut Kelvin gue berhak untuk ikut campur !!!!” “Mampus Lo, liat Sherill marah seperti itu.” Ujar Dinda cekikikan. “Jadi Video ini mau di apakan Carol? Mau di sebarin juga di grup sekolah? Atau sekalian aja gue kasih ke orang tua Lo? Duhh bingung aku tuh.” Gadis mengejek Carol. Carol mengabaikan ucapan Gadis, dan berlari pergi meninggalkan mereka semua sambil merapikan bajunya. Kelvin hanya diam melihat semuanya. “Lo tuh yahh, jadi cowok bego banget !!!” Ujar Sherill sangat marah. “Iya nih Kelvin, apa Lo suka - suka aja di gituin sama Carol?” Tanya Gina. “Isshhh, gue kok malah jijik yahh.. kok ada sih cewek kayak gitu.” Seru Dinda menggoyangkan badannya. “Hahahah, Lo suka yah Vin? Enak yah?” Ujar Gadis tertawa terbahak - bahak. “Gue nggak bisa menghindar, kalian semua kan tadi liat gimana kelakuan dia, dia ngancam gue kalau dia bakal teriak.” Ujar Kelvin sangat pasrah di marahi Sherill. “Halahhh !!! Gue kesel banget tau nggak sih sama Lo, bisa - bisanya lembek kayak gitu. Dan kenapa juga Lo mau di ajak ke tempat seperti ini hah? Mau - maunya di bego - begoin sama Carol.” “Puffttt..” Dinda tertawa di melihat Kelvin di marahi seperti itu. “Tadi dia tuh bilang mau ngomong berdua sama gue, dan dia nggak mau ada orang lain yang dengar. Jadi gue nurut - nurut aja, dan caranya dia ngajak gue tuh nggak maksa, dia minta baik - baik, makanya hati gue luluh kan udah lama juga nggak komunikasi sama dia, gue kira dia udah berubah. Awalnya dia minta maaf dan meminta kalau gue bisa berteman lagi sama dia. Tapi gue malah di jebak seperti itu.” Ujar Kelvin sambil duduk di tempat duduk beton yang ada di samping koridor. “Hahhh... pokoknya Lo nggak boleh lagi percaya apapun yang Carol bilang. Sumpah yah, gue kira dia juga udah berubah. Kok malah semakin menjadi - jadi kayak gini sih. Nggak habis fikir gue.” Ujar Sherill yang masih menahan amarahnya. “Udah - udah Sherill.. Nanti Lo darah tinggi gara - gara marah - marah terus hahaha.” Kata Gina menepuk - nepuk pundak Sherill. “Iya Rill.. kan sekarang kita punya video yang bagus di jadikan ancaman kalau Carol macam - macam lagi.” Kata Gadis tersenyum. “Hmm.. iya iya.” Sherill menghela nafasnya. “Yaudah ke kantin aja yuk.. gara - gara liat Kelvin kelamaan berduaan sama Carol gue jadi tambah lapar hahaha.” Seru Dinda. “Lo kayaknya seneng banget sih gue di giniin.” Kata Kelvin melirik Dinda. “Hahahha.. bukannya seneng.. gue masih ngebayangin ekspresi Lo tadi tau, Lucu aja nggak bisa ngapa - ngapain hahaha.” Jawab Dinda. “Hahahaha, udah - udah. Ehh, Dis kirimin videonya di grup kita. Sapa tau aja nanti ada apa - apa kan bisa semuanya bisa back up.” Ujar Gina. “Oh iya juga yahh.” Sherill berjalan sambil memegangi ponselnya dan mulai mengirim videonya. “Woii.. Lo nggak ikut.” Sherill memukul pundak Kelvin yang masih duduk diam.” “Hahahha, kenapa Lo Vin? Sampai nggak bisa semangat lagi.” Seru Gadis. “Nggak.. gue masih shock.” Kata Kelvin. “Udah ayok, kita ke kantin.. kayaknya Lo butuh minum air putih.” Kata Gina. Akhirnya mereka semua berjalan ke kantin, sebelum pulang. Dari kejauhan Carol melihat mereka semua berjalan. Carol berniat untuk menabrak Gadis yang sedang asyik dengan ponselnya agar ponselnya rusak dan semua videonya hilang. Tetapi di tempat mereka berjalan terlalu banyak siswa - siswi, Carol tidak mau menjadi bahan perhatian lagi. Jadi Carol memutuskan untuk mengikuti mereka dari belakang. Di kantin, Gadis masih sibuk dengan ponselnya. Gadis dan Gina yang memesan makanan. Sherill, Kelvin dan Dinda duduk duluan di meja kantin yang selalu mereka temapati saat di kantin. Saat itu Gadis berjalan menuju meja membawa semangkuk soto ayam, sambil memegang ponselnya di pinggir mangkuknya. Carol yang sedang memegang es teh melihat kesempatan itu, langsung berpura - pura berjalan tunduk dan menabrak Gadis. Alhasil mangkuk soto ayam yang dia pegang beserta ponselnya jatuh ke lantai. “Ehh, maaf - maaf.” Carol jongkok sambil mengambil ponsel Gadis. “Haahhhh, hati - hati dong Lo kalau jalan. !!! Teriak Gadis yang melihat perempuan yang sedang mengambil ponselnya. “Ellooooo ?!?!!!!?! Wahhh.. Lo sengaja kan nabrak gue, biar ponsel gue rusak. IYAAAA?? Hahh?? JAWABBB !!!” Teriak Gadis sangat marah. “Gue nggak sengaja.. gue nggak liat kalau ada Lo di depan gue.. sorryyy.” Ujar Carol. Semua siswa - siswi yang masih berada di kantin menjadi tidak fokus makan, melihat Carol dan Gadis yang sedang bertengkar. “Lo sengaja kan nabrak Gadis, biar ponselnya rusak dan video Lo yang tadi hilang dan nggak ada ancaman lagi buat Lo kann???” Bisik Gina yang berada di samping Carol. “Haaahhh !!! Gue nggak mau tau yahh, Lo ganti ponsel gue sekarang !!! Gue tunggu di sini sekarang juga sampai Lo beliin gue yang baru, itu ponsel baru gue beli.. Uuuuhhhhh pengen gue bejek - bejek juga muka Lo.” Gadis sangat marah karena ponselnya baru dan baru beberapa hari dia pakai. “Iyaa iyaa.. gue gantiin sekarang. Dengan tipe yang sama kan?” Tanya Carol pelan. Tapi dalam hatinya sangat senang karena rencanannya berjalan lancar. “IYALAHHH !!! Pakai bertanya lagi. Sekarang juga.” Teriak Gadis. “Hahaha.. udah - udah Dis.. tunggu aja, Carol kan punya banyak uang, jadi dia bisa gantiin ponsel Lo sekarang juga, iyakan Carol?” Ejek Dinda yang berjalan mendekati Gadis. Carol pun menghubungi supirnya untuk di belikan ponsel baru, Carol menjelaskan semua tipe dan juga warnanya. “Sini ponsel gue.. ngapain Lo pegang - pegang.” Gadis merampas ponselnya dari tangan Carol. "Hahaha, rasain nggak punya bukti lagi kan.” Batin Carol yang sangat senang menjalankan aksinya. “Udah Dis.. duduk aja yuk.. sambil tunggu ponsel baru Lo.” Gina menarik tangan Gadis. Sherill dan Kelvin tidak bersemangat untuk menggubris kejadian yang barusan terjadi. “Kenapa kalian berdua? Kok seperti itu sih? Kayak udah nggak punya semangat hidup tau nggak.” Seru Dinda melihat Sherill dan Kelvin. “Bosen kalau liat cewek itu terus, rasanya pengen gue hilangin dari muka bumi ini.” Ujar Sherill sambil meminum air mineral yang ada di tangannya. “Udah - udah jangan di bawa emosi terus.. Kita semua tau, pasti Carol sengaja menabrak Gadis untuk menghilangkan bukti yang tadi. Tapi kita semua punya filenya kan, jadi tenang aja. Bawa Happy aja Rill, nanti cepat tua Loh.” Ujar Gina menghibur Sherill. “Hmmm.. Lo juga sih Vin, pake berurusan segala lagi sama Carol. Udah tau Carol nggak akan pernah bisa berubah, pakai di percaya lagi.” Kata Gadis. “Gue kefikiran aja sama kata - katanya Kirana terakhir kali gue telvonan, dia nyuruh gue buat bisa percaya lagi sama Carol. Makanya gue bisa kayak gini lagi. Dan gue makasih banyak sama kalian, karena kalian datang tepat waktu tadi, kalau nggak ada kalian gue nggak tau bakal jadi kayak gimana.” Ujar Kelvin menopang dagunya. “Iya juga sih yahh.. kalau di fikir - fikir Kirana kan mau kalau kita mencoba untuk berteman lagi sama Carol.” Balas Dinda. “Iya kan, kalau gue nggak mikirin kata - kata Kirana mungkin gue nggak akan jatuh lagi dalam jebakannya. Huffftt rasanya gue seperti cowok bodoh.” Ujar Kelvin lagi. “Sudahlah nggak usah di sesali, toh kan juga Lo udah berniat baik untuk menerima Carol lagi, biar Carol yang menanggung dosanya.” Kata Gina. “Habisin deh tuh makanan kalian.” Kata Gina. Tidak lama kemudian Carol menghampiri meja Sherill dan lainnya, untuk memberikan ponsel baru yang sudah dia belinya. “Ini ponselnya.. maaf yah tadi, gue bener - bener nggak sengaja.” Kata Carol dengan polosnya. Gadis mengambil ponsel yang baru saja di belikan Carol, tanpa berkata apa - apa. “Lo tau nggak kalau video Lo yang tadi bukan hanya di ponselnya Gadis lohh, tapi udah ada di ponsel kita semua.. gimana dong?? Mau rusakin ponsel kita semua juga?” Kata Dinda pelan mendongak ke Carol. “Terserah deh Lo mau ngomong apa, yang gue tau ponselnya Gadis udah rusak dan nggak kalian udah nggak punya bukti apa - apa.” Ujar Carol. “Tuh kan.. Lo sengaja kan ngerusak ponsel gue? Lo sengaja kan nabrak gue?? Dasar cewek trouble maker !!!!” Gadis masih saja emosi melihat Carol. “Hahahah.. sabar Gadis, kan udah di gantiin.. belum tentu juga kan ponsel Lo nggak bisa nyala lagi. Dan Lo salah besar Carol, kalau Lo menyangka video Lo yang tadi udah nggak ada.” Ujar Gina tersenyum licik. “Tunjukin guyssss.” Seru Dinda membuka file video tersebut. Sherill dan Gina juga membuka ponselnya dan menujukkan Video yang ada di ponsel mereka sambil tersenyum. “Gimana?? Shock yahh? Nggak nyangka yah kita secepat itu buat ngeback up video Lo? Helloowwww Carol, kita nggak sebodoh itu.. kita nggak bodoh kayak Lo yang rela membuang uang dua puluh juta lebih perhari hahahha.” Seru Dinda lagi. Carol terlihat sangat marah, Carol tidak menyangka videonya sudah ada di ponsel mereka masing - masing. “Siniin nggak ponsel kalian !!! Kalian semua nggak punya hak untuk menyimpan video itu.” Carol berusaha merampas ponsel Dinda, Gadis, dan juga Sherill. “Hahahah.. makanya jangan terburu - buru Carol. Yahh, gue jadi dapat ponsel baru deh. Kayaknya ponsel ku juga masih bisa di service.” Kata Gadis. “Lebih baik Lo pergi dari hadapan gue, sumpah yahh gue enek banget setiap kali liat muka Lo. Pergi dari sini sekarang juga atau video Lo yang menggoda Kelvin seperti w************n ini bakalan gue sebarin ke grup sekolah.” Seru Sherill berdiri sambil memperlihatkan Video Carol. “Vinnn.. Lo nggak mau ngebelain gue? Lo nggak mau kan kalau video itu juga tersebar. Di situ ada wajah Lo juga !!!” Seru Carol melihat Kelvin yang sedang asyik bermain dengan ponselnya. “Guyssss..” Kelvin menghela nafasnya. Dia tidak ingin berbicara panjang lebar, Kelvin hanya memberi kode agar Sherill, Gadis, Gina atau pun Dinda bisa mengusir Carol dengan cepat dari hadapannya. “Ya Ampun nih Cewek nggak tau diri sekali sih, pakai minta di belain sama Kelvin. Lo itu harusnya sadar, di sini Kelvin korban Lo. Tindakan Lo yang tadi bisa di sebut pelecehan tau.” Bisik Gadis ke telinga Carol. “Pergi dari sini sekarang juga, sebelum Sherill semakin marah. Dan Kelvin membanting meja ini hahah.” Ujar Dinda sambil tertawa. Dinda sangat bersemangat melihat Carol yang seperi itu. Carol menatap mereka semua dengan tatapan yang sangat tajam, Carol sangat marah karena tidak berhasil menghapus videonya, dan malah di perlakukan seperti itu. Carol belum juga sadar, dia masih sangat ingin mendapatkan Kelvin. Rasa ingin memilikinya sangat besar, dan Carol tidak terima kalau Kelvin lebih menyukai gadis buta yang tidak ada apa - apanya di banding dirinya. Dia masih terus berusaha untuk melakukan apa saja agar Kelvin mau menerima dirinya, Carol bahkan rela memberikan tubuhnya begitu saja kepada Kelvin. =====
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN