Mereka semua pun melanjutkan pesta kecil - kecilan itu. Pak Adi dan Bi Sri juga ikut serta dalam acara itu, mereka bergabung layaknya keluarga.
Kirana sangat terharu, meskipun dia tidak bisa melihat tapi sahabat - sahabatnya selalu ada mendampinginya. Dan sekarang sahabatnya bertambah satu lagi, yaitu Kelvin yang juga selalu ada di saat Kirana membutuhkannya.
"Guysss terima kasih banyak kalian sampai ngelakuin ini. Kalian tau aku nggak bisa melihat bagaimana keindahan dekorasi yang kalian buat, tapi kalian tetap saja mendekornya dengan senang hati." Kata Kirana yang lagi duduk di tengah - tengah sahabatnya.
"Naa Lo nggak perlu seperti itu, Lo tau kan kalau kita semua sayang sama Lo. Kita mau buat Lo senang dan nggak perlu memikirkan hal yang nggak penting." Kata Sherill.
"Iya Kirana, tolong kalau ada apa - apa cerita ke kita semua. Lo jangan sampai sakit lagi, Lo itu cewek yang kuat." Kata Kelvin.
"Iya, gue akan usahain buat nggak sakit lagi dan selalu ceria." Kata Kirana tersenyum.
"Sayang deh sama Kirana." Mereka semua berpelukan.
"Ikutaaannn." Seru Kelvin melebarkan tangannya.
"Nggak ada, tuhh pelukan aja sama tembok." Seru Dinda.
"Ehh, kenapa sama tembok Mba? Sama bibi aja mau nggak mas Kelvin?" Ujar Bi Sri melebarkan tangannya juga.
"Nggak deh bi, nggak jadi.. Kelvin nggak mau pelukan hahaha" Kelvin pun duduk seperti semula.
"Hahhahaha.." semuanya tertawa.
"Ada - ada aja deh nih Bibi." Kata pak Candra.
"Kalau gitu kalian nikmati waktu kalian yah, Mama sama papa ke ruang kerja dulu Kirana sayang." Kata Ibu Kartika mencium kening Kirana.
"Have fun yahh sayang, kalian juga jangan sungkan - sungkan yahh." Kata Pak Chandra.
"Iya Maa Paa, makasih yahh." Kata Kirana.
"Iya om tanteeee."
"Bi Sri kalau mau istirahat, istirahat aja dulu. Pak Adi juga, ntar kita yang beresin ini." Kata Sherill.
"Okeyy makasihh anak - anak cantik. Mas Kelvin yuhuuu." Ujar Bibi melambaikan tangannya ke Kelvin dan mengedipkan matanya.
"Ihh Bibi genit - genit aja, mari yah Mas Mbaa" kata Pak Adi mendorong pelan bi Sri ke dapur.
"Hahahha, siapa suruh Lo punya wajah ganteng Vin." Seru Dinda.
"Jadi gue ganteng nihh?" Tanya Kelvin mengejek.
"Hahahha Pd aja Lo." Seru sherill.
"Oh iya Naa, kita mau ngasih tau sesuatu ke Lo. Tapi nggak papakan kita cerita sekarang?" Kata Sherill.
"Cerita aja, nggak papa kok. Aku udah baikan, tenang aja." Kata Kirana tersenyum.
"Jadi gini Naa, orang yang mengirim pesan di grup kemarin itu adalah Carol." Kata Sherill.
"Carol? Hahh ternyata aku salah sudah mempercayai ucapannya." Kata Kirana.
"Jadi orang yang di maksud Karel itu beneran Carol?" Tanya Gadis.
"Astaga Naaa.. Lo sempat telvonan sama Carol? Kok bisa sih Naa?" Tanya Kelvin.
"Maaf, jadi pas hari itu.. aku bingung banget harus ngapain, aku mau bantuin kalian supaya masalahnya cepat selesai, dan nggak jadi fikiran buat kalian, aku mikir kalau satu - satunya cara yah minta maaf sama Carol dan minta pengakuan Carol." Jelas Kirana.
"Ya Ampun Naaa, Lo seharusnya nggak usah memikirkan hal itu, dan masalah Lo nggak mengganggu kita kok. Kita udah bisa ngatur waktu kita kemarin, Lo nggak harus bertindak sendirian seperti itu Kirana." Kata Gadis.
"Iyaa, maaf.. aku cuma khawatir sama sekolah kalian." Kata Kirana memegang tangan Dinda yang berada disampingnya.
"Hmm.. terus si Carol ngomong apa? Dia nggak ngaku dan sampai menuduh Karel pelakunya." Tanya Gadis.
"Iya, awalnya dia marah karena aku nuduh dia sembarangan. Terus dia bilang nggak ada untungnya buat dia ngelakuin itu, terus kalau Karel katanya buat ngancam aku supaya bisa menerima Karel lagi. Di situ aku langsung percaya sama Carol, khilaf dan langsung menelfon Karel menuduh - nuduh Karel nggak benar. Rasanya malam itu aku sudah jadi orang jahat yang sudah menuduh dua orang tanpa bukti." Kata Kirana.
"Sekarang tinggal satu Kirana, kan emang Carol yang mengirim pesan itu. Hihi." Seru Dinda mencairkan suasana agar tidak terlalu tegang.
"Dindaaa." Gina mencubit Dinda.
"Ihh, apasih.. sakit tauu, gue kan cuma mencairkan suasana, wajah kalian tuh udah tegang banget tau nggak." Kata Dinda.
"Ya emang kita lagi serius kan." Seru Gina.
"Udah - udah kalian inii." Ujar Gadis.
"Jadi sekarang gimana? Terus kalian tau dari mana kalau emang Carol yang melakukannya?" Tanya Kirana.
"Waktu itu kita nggak sengaja melihat sim cardnya yang jatuh di kantin, dan kita liat nomor di sim card itu sama dengan nomor pengirim pesan itu. Yahh awalnya dia mengelak, habis itu besoknya bikin keributan di sekolah. Dia kemakan sama jebakannya sendiri, semua orang yang ada saat itu pada tau kalau yang di omongin sama dia itu semua bohong, dia ngaku waktu itu. Dan sekarang semua orang di kelas kita jadi tau dan sering gangguin dia kalau dia itu tukang fitnah." Kata Gina.
"Hah? Sampai segitunya?" Tanya Kirana.
"Iya, bahkan Citra teman sebangkunya udah nggak mau duduk bareng dia." Ujar Gadis.
"Kasian dong kalau gitu, Carol jadi nggak punya teman gara - gara aku yang nggak ada hubungannya lagi dengan sekolah." Ujar Kirana.
"Kok kasian sih Kirana? Dia memang pantas mendapat semua itu dulu kalau memang dia mau berubah, ini setimpal kok dengan apa yang dia perbuat Lo nggak usah merasa bersalah." Kata Sherill.
"Tetep aja gue nggak tega kalau dia sampai di kucilkan di kelas Sherill." Ujar Kirana.
"Naa, nggak papa.. dia di kucilkan juga tetap nantangin kita kok, bukannya dia merenungkan nasibnya tapi malah nantangin semua yang ada di kelas." Kata Gadis mencoba memberi Kirana pengertian.
Kirana memang orang yang sangat tidak tegaan, apalagi kalau orang lain sampai menderita hanya karena dirinya.
"Hmmmm." Kirana menghela nafas.
"Nggak papa Naa, jangan di fikirin lagi." Seru Kelvin.
"Iya Naa, tadi Carol sempat datang kok ke sini. Dia mau minta maaf sama kita semua, tapi gue dan Sherill bilang kalau kita ngomongnya di sekolah atau dimana jangan di sini." Kata Gadis.
"Loh kenapa?" Tanya Kirana lagi.
"Yahh, kita nggak mau mood kita jadi rusak semua hanya lagi - lagi karena dia, si cewek yang suka menghalalkan segala cara." Kata Sherill.
"Hussshh.. nggak boleh ngomong kayak gitu. Tapi makasih yah buat kalian, karena kalian selalu tau apa yang harus kalian lakukan." Kata Kirana.
"Huuhh, iya iya.. tapi besok gimana yah? Carol mau minta maaf gimana lagi, dan alasannya apalagi. Ckckckk males banget gue ngeladenin dia." Kata Sherill.
"Lah, nggak usah di ladenin kan.. tadi kita ngomong kayak gitu cuma biar dia bisa pergi dengan cepat dari rumah Kirana hahaha." Kata Gadis.
"Kalian dengerin aja dia ngomong, dengerin alasannya apa, liat dia udah sungguh - sungguh atau nggak, tapi kalau kalian nggak mau maafin mereka itu hak kalian, yang pasti kalian ngelakuin apa yang menurut kalian baik." Kata Kirana.
"Kirana emang the best.. kayak aku yang selalu berbaik hati." Kata Kelvin.
"Ihh, iyaa Lo baik hati.. tapi di manfaatin hahaha" seru Gina.
"Oh iya lupa hihi." Kata Kelvin.
"Hahahhaa apasih Lo."
"Sampaikan maafku sama Karel lagi yah guys, aku sangat menyesal menuduh Karel seperti itu." Kata Kirana.
"Biar aku yang sampaikan Naa, tenang aja." Kata Kelvin.
"Yakin Lo yang sampaikan? Nggak cari masalahkan sama Karel?" Tanya Dinda.
"Ckckck suudzon banget nih orang.. yah nggak lah, ngapain juga cari masalah sama Karel. Gue kan anak baik - baik." Kata Kelvin.
"Ehh, tunggu deh.. gue baru ngeh sesuatu, Lo klu ngomong sama Kirana pakai aku kamu, sama kita kok pakai Lo Gue?" Tanya Gadis menggoda Kelvin.
Kelvin tersenyum malu - malu saat di tanya seperti itu, Kelvin memang sudah terbiasa pakai aku kamu dengan Kirana, karena Kirana juga ngomong seperti itu dengannya, dan karena Kelvin menyukai Kirana, jadi seperti itu guyss hahahah.
"Yah karena Kirana juga kan pakai aku kamu kalau ngomong sama orang lain, makanya gue juga kayak gitu, kalian aja tuh kalau ngomong sama Kirana nggak pakai aku kamu." Kata Kelvin berdalih menyembunyinkan senyumannya.
"Masa sih? Cuma itu alasannya? Bukan karena Lo suk—"
"Ehh, gimana kalau kita makan lagi." Kata Kelvin memotong pembicaraan Sherill.
"Hahahhaha biasa aja Vin.. nggak usah salting gitu." Seru Gadis.
Kelvin sudah menyukai Kirana saat pertama kali bertemu, saat pertama kali melihat Kirana, Kelvin merasakan aura yang beda dengan Kirana, Kirana yang begitu cantik menyilaukan pandangan Kelvin. Tapi saat Kelvin tau kalau Kirana sudah punya Karel, Kelvin hanya bisa memandang Kirana dari jauh. Kelvin tidak ingin merusak hubungan Kirana dan Karel. Sekarang karena status Kirana sudah tidak bersama Karel, Kelvin merasa kalau ini adalah kesempatannya untuk mendapatkan hati Kirana. Meskipun sekarang Kirana tidak bisa melihat, Kelvin tetap menyukainya. Kelvin bisa bisa belajar sikap yang tegar dan kuat dari seorang Kirana. Di dalam lubuk hati Kelvin, Kirana adalah dambaan semua laki - laki yang ada di dunia ini. Jadi Kelvin tidak akan menyia - nyiakan Kesempatan ini.
Sahabat - sahabat Kirana dan juga Kelvin menemani Kirana hingga jam makan malam, orang tua mereka semua tidak khawatir karena orang tua mereka sudah saling mengenal.
Setelah mereka bercanda ria dan makan makan, mereka masih berkumpul duduk santai di rumah Kirana.
"Anak - anak gimana kalau weekend ini kita ke Villa tante yang nggak jauh dari sini. Kan sabtu ini tanggal merah kan? Iya kan Pahh?" Kata Ibu Kartika yang membawakan mereka cemilan.
"Wahhh ayo tante, asyikk tuhhh.. sudah lama banget kita nggak liburan bareng." Seru Dinda.
"Okeyy sabtu pagi kita berangkat yah anak - anak." Kata Pak Chandra.
"Yeeeyyyyy.." mereka semua bersorak.
"Kalau aku tante om? Aku ikut nggak? Aku termasuk anak - anak yang tante dan om maksud kan?" Tanya Kelvin menunjuk dirinya.
"Nggak kamu nggak termasuk." Gina dan Dinda bersamaan.
"Hahahah, iya dong kamu juga harus ikut Kelvin. Masa kamu nggak di ajak sih." Kata Pak Chandra.
Kirana tersenyum mendengar semangat dari sahabat - sahabatnya.
Pagi 06:30
Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Jakarta.
Pagi yang cerah, dan udara yang segar untuk berjalan kaki karena masih belum banyak kendaraan yang lalu lalang. Kelvin sengaja memarkir mobilnya di parkiran sekolah ujung jalan yang memang di sediakan saat ada acara sekolah, tapi terbuka juga untuk kapanpun siswa - siswanya yang ingin memarkir kendaraannya di sana.
Kelvin memakir mobilnya, dan berjalan kali ke sekolah untuk merasakan udara segar.
"Pagi Kelviiiiiin !!!!!! masuk yuk, mobil kamu rusak yah? Makanya jalan kaki?" Tanya Carol yang ada di dalam mobilnya dan mengendarainya dengan pelan.
"Nggak kok, mobil gue baik - baik aja. Mobil gue ada di parkiran depan, Gue lagi mau olahraga." Kata Kelvin tanpa menoleh sedikit pun.
"Oh, gitu yahh.. gue juga deh pengen olahraga, tungguin gue yah Vin. Gue mutar balik terus parkir mobil juga di depan." Kata Carol memutar balik mobilnya karena tidak banyak kendaraan yang melintas.
"Dihh, apaan sih dia.. siapa juga yang mau nungguin dia.. haaaahh, bikin kesel aja pagi - pagi. Orang lagi mau nikmatin udara pagi dengan berjalan kaki.. cckkk sekarang harus lari kabur dari cewek itu." Kelvin mengambil langkah seribu dan berlari dengan cepat sampai di sekolah.
=====