Carol sangat tidak terima dengan perlukan Kelvin, padahal Carol fikir kalau Kelvin lah yang bisa mengubahnya. Dan sekarang Carol makin membenci Kirana, karena Carol tau kalau Kelvin menyukai Kirana.
"Haah hahh hahh.. huffftt capek banget." Seru Kelvin sambil mengelap keringatnya sampai di kantin.
"Kenapa Lo ngos - ngosan gitu?" Tanya Gina.
"Gue kabur dari Carol, huffttt." Kata Kelvin sambil mengambil tisu di atas meja.
"Carol? kenapa?" Tanya Sherill.
"Tadi dia manggil gue, tapi gue nggak mau.. jadi gue bilang aja gue buru - buru terus lari kesini." Kata Kelvin.
"Hahaah, parah Lo Vin." Seru Dinda.
"Ya mau gimana lagi kan? Gue juga nggak mau kalau harus ngomong sama dia lagi. Nanti hati gue luluh, kalian tau kan gue orangnya nggak tegaan." Kata Kelvin.
"Idih hahaha, lebay Lo.. tapi bener juga sih." Kata Sherill.
"Ya udah makan nih mie ayam Lo, nanti keburu dingin." Kata Gadis menyodorkan semangkuk mie ayam yang sudah Kelvin pesan tadi.
"Kenapa lagi sih Carol manggil Lo Vin? Gue jadi penasaran deh." Ujar Gina.
"Mau kasih pembelaan kali' , kan cuma Kelvin yang baik sama dia." Seru Dinda.
"Udah deh, nggak usah ngomongin dia terus. Nggak penting banget." Seru Sherill.
"Hahaha, kenapa sih Lo? Kayaknya Lo benci banget sama Carol." Tanya Gina.
"Yahh, mau gimana lagi, dia sendiri yang ngebuat dirinya di benci sama orang lain." Jawab Sherill sambil meminum air putihnya.
"Iya juga yah, tapi kenapa tuh anak nggak berubah - berubah sih. Padahal kemarin kita sempat percaya sama dia." Kata Gadis.
"Mungkin sifatnya buruknya udah tertanam, makanya nggak bisa berubah hahaha." Kata Gina tertawa.
"Eh, ada pesan dari tante Kartika nih. Katanya Kirana udah bisa pulang ntar sore." Kata Sherill melihat ponselnya.
"Alhamdulillah."
"Gimana kalau kita buat pesta penyambutan kecil - kecilan di rumah Kirana." Kata Kelvin yang lagi asyik menghabiskan makanannya.
"Wahh, boleh juga tuh ide Lo Vin.. ntar aku coba telvon tante Kartika, biar bisa kerjasama sama Bi Sri." Kata Sherill.
"Kalau gitu, ntar pulang sekolah kita langsung pergi beli perlatan - peralatannya dan beberapa cemilan." Kata Dinda.
"Okeyy deh, ya udah yuk ke kelas."
Pulang sekolah mereka pun bersiap untuk pergi ke toko untuk surprise pesta penyambutan Kirana.
Sherill, Gadis, Gina, Dinda dan juga Kelvin berjalan beriringan ke parkiran sambil bercanda ria.
"Kelviiinnn." Panggil Carol.
Mereka semua serentak berbalik ke belakang melihat Carol.
"Ada apa?" Tanya Kelvin.
"Gue pengen ngomong sama Lo." Kata Carol yang sudah berada di dekat Kelvin.
"Lo mau ngomong apa lagi sama Kelvin?" Tanya Sherill berjalan ke depan Carol.
"Lo nggak perlu tau ini urusan gue sama Kelvin." Jawab Carol jutek.
"Tapi gue nggak punya urusan sama Lo, jadi gue nggak ada waktu buat ngomong sama Lo." Kata Kelvin.
"Puuffttt.. denger nggak? Kelvin nggak punya waktu buat ngomong sama Lo." Seru Gin.
"Please Vinn, cuma Lo yang bisa gue ajak bicara dan cuma Lo yang bisa ngerti gue." Kata Carol mengemis.
"What What?? Aduduhh gue sampai mual denger Lo ngomog kayak gitu hahahah." Seru Dinda.
"Lo nggak malu ngomong kayak gitu? Dihh PD banget Lo kalau Lo ngomong cuma Kelvin yang bisa ngerti Lo." Kata Sherill.
"Ihh, jijik gue hahhaah." Seru Dinda.
"Udah deh yuk, kita cabut aja. Sorry yah Carol, apa yang Lo bilang tadi kayaknya itu cuma imajinasi Lo deh.
Gue nggak ada waktu ngomong sama Lo, gue mau ketemu Kirana." Kelvin berjalan menuju mobilnya.
"Sabar yahh cantik.. hahaha." Seru Gadis.
Sherill, Gadis, Gina, dan jiga Dinda berjalan menuju mobilnya dan meninggalkan Carol yang masih berdiri di tempatnya.
"Okeyy.. Fine.. kalau kalian nggak mau ngomong sama gue, tunggu gue di rumah Kirana hahaha." Gumam Carol dan tertawa licik.
Akhirnya Sherill, Gadis, Gina, Dinda dan juga Kelvin sampai di rumah Kirana. Mereka sudah bekerja sama dengan orang tua Kirana.
"Assalamualaikum.. bibi.. bi Sriii." Panggil Dinda.
"Walaikumsalam.. duh, bibi udah nungguin kalian dari tadi." Balas Bi Sri.
"Hehehe, maaf Bi tadi ada urusan sedikit dulu di sekolah.. makanya agak lama." Kata sherill.
"Iya deh.. jadi kita apa nih yang perlu bibi bantu?" Tanya Bi Sri.
"Oh, ini Bi.. bibi siapin aja makanannya. Di ruang tamu aja kali yah bi?" Kata Gadis.
"Okeyy dehh, bibi siapin dulu yahh." Bibi berjalan ke dapur mengambil piring dan Gelas.
"Okeyy guyysss, waktunya bekerja."
Mereka semua menghias ruang tamu Kirana, dengan peralatan yang sudah mereka beli tadi, dan beberapa balon di sudut ruang tamu. Sedangkan Bi Sri sibuk menyiapkan dan menghias meja ruang tamu.
"Akhirnya selesai juga." Seru Gina.
"Iya sekarang kita telvon tante Kartika, tanyain posisinya udah di mana." Sherill mengambil ponselnya.
"Iya, speaker yahh Rill." seru Dinda.
Tuuttt tuuuttt tuutttt...
"Assalamualaikum tante.. tante udah di mana?"
"Eh, walaikumsalam.. tante masih di ruang administrasi nih.. mungkin 20 menit lagi sampai rumah, tinggal selesaikan ini saja baru tante pulang."
"Okeyy tante kita tunggu yahh, jangan bilang - bilang Kirana." Teriak Dinda.
"Iya hahah tenang aja. Kalau gitu udah dulu, Tunggu aja yahh.."
"Iya tante.. hati - hati nggak usah terburu - buru."
Sherill mematikan telvonnya.
"Kita nunggu dua puluh menit lagi kalau gitu guys." Kata Sherill.
"Iya nggak papa kok, demi Kirana gue bakal nunggu dengan senang hati." Seru Kelvin yang lagi memegang balon berwarna pink berbentuk hati.
"Idihh hahah lebay Lo." Kata Gina menjitak kepala Kelvin.
"Mba ada yang datang tuh, katanya teman sekolah Mba." Pak Adi tiba - tiba masuk.
"Hah? Siapa pak?" Tanya Sherill langsung berdiri.
"Nggak tau Mba, tapi kayaknya Saya pernah liat dia datang ke sini sama Mas Kelvin." Kata pak Adi
menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Saya pak? Siapa? Aku kesini paling sama mereka." Melihat teman - temannya.
"Nggak Mas.. Saya nggak mungkin salah ingat, waktu itu Mas Kelvin datang berdua sama Mba di luar itu." Kata Pak Adi lagi.
"Ohhh aku ingat Pak.. aduh guyss itu pasti Carol. Kok dia datang ke sini sih. Kata Kelvin kebingungan.
"Terus pak Adi bilang apa? Kita semua ada di sini?" Tanya Gadis.
"Iya saya bilang Mba Kirana nya nggak ada, tapi sebentar lagi datang. Terus saya bilang teman - teman yang lain ada di dalam." Kata Pak Adi.
"Duh, Rill mending Lo yang keluar deh urus dia. Kita nggak mungkin ngerusak acara penyambutannya Kirana gara - gara dia kan?" Kata Gina.
"Aduh saya salah yah Mba?" Tanya Pak Adi.
"Nggak kok Pak, Pak Adi nggak salah. Orangnya ada di mana sekarang Pak?" Tanya Sherill.
"Masih di depan Mba, karena saya suruh tunggu dulu di depan." Kata Pak Adi menunjuk keluar.
"Ya udah gue keluar dulu yah guys, semoga tuh cewek bisa langsung pergi dan nggak bikin emosi gue naik." Sherill berjalan keluar."
"Sini sama gue aja Rill." Kata Gadis yang juga berjalan keluar.
Sherill dan Gadis keluar untuk menyuruh Carol pergi dari rumah Kirana, dan memanfaatkan sisa waktu sebaik mungkin sebelum Kirana datang.
"Woii.. Lo ngapain sih kesini?" Tanya Sherill melihat sinis Carol yang berdiri di depan pagar rumah Kirana.
"Gue mau minta maaf sama kalian, dan gue pengen banget ngomong sama Kelvin." Jawab Carol.
"Ckckckck benar - benar nggak punya malu yah Lo? Kelvin kan udah bilang sama Lo tadi kalau dia nggak mau ngomong sama Lo, kok Lo ngeyel sih." Ujar Sherill.
"Iya Lo itu sebenarnya kenapa sih Carol, kok maksa banget." Kata Gadis.
"Gue nggak mau terus - terusan kayak gini sama kalian, gue pengen baikan sama kalian. Gue bener - bener minta maaf, gue sadar kalau gue udah salah banget sama kalian." Kata Carol memasang wajah memelasnya.
"Mending sekarang Lo pulang dulu deh, nanti kita bicarakan lagi di sekolah atau di mana yang penting nggak di sini." Kata Gadis.
Sherill melihat heran ke arah Gadis, tapi Gadis sengaja berbicara seperti itu agar Carol bisa cepat pergi. Gadis mencubit tangan Sherill untuk memberi tahu kodenya. Sherill pun mengerti akan kode yang di berikan Gadis.
"Iya deh Carol, kita nggak mau mengganggu ketenangan rumah Kirana hanya dengan masalah kita, kita nggak mau membut orang tua Kirana bertambah pusing. Jadi lebih baik Lo pulang dulu." Kata Sherill.
"Baiklah kalau itu mau kalian, gue pulang sekarang. Gue tunggu waktu kalian." Kata Carol dengan sangat serius.
"Iya iya, udah yah.. kita mau masuk, panas." Kata Gadis.
"Iya gue pulang yah." Kata Carol berjalan ke mobilnya.
"Yess akhirnya mereka udah mau dengerin gue lagi. Sialann gue sampai minta - minta maaf kayak gitu ewwwhhhh." Gumam Carol.
Akhirnya Carol bisa pulang dengan cepat, karena kalau ada Carol pasti acara kecil - kecilan yang sahabat - sahabat Kirana buat tidak akan berjalan lancar, dan Carol bisa menimbulkan keributan lagi di rumah Kirana.
"Gimana?" Tanya Gina yang melihat Sherill dan Gadis masuk.
"Udah pulang hahaha." Kata Sherill.
"Alhamdulillah, kok bisa cepet gitu?" Tanya Dinda.
"Iya Gadis meluluhkan hatinya, biar cepat pergi dari sini." Kata Sherill.
"Iya? Hahhaa emangnya dia kesini mau ngapain?" Tanya Gina lagi.
"Dia mau minta maaf sama kita, katanya dia benar - benar menyesal. Terus dia pengen banget ngomong berdua sama Lo Kelvin." Kata Gadis menunjuk Kelvin.
"Dihh, ngapain sih dia maksa banget mau ngomong sama gue." Ujar Kelvin kesal.
"Hahahha nggak tau, dia jatuh cinta mungkin sama Lo Vin, makanya dia lagi cari mika banget sama Lo." seru Dinda.
"Kayaknya gitu deh Vin, Carol udah mulai suka sama Lo." Kata Sherill.
"Ihh, apaan.. gue nggak bakal biarin itu terjadi, gue harus nolak dia pelan - pelan kalau memang dia suka sama gue." Kata Kelvin.
"Lo sihh ngasih hati ke cewek kayak gitu, makanya cari tau dulu orangnya kayak gimana, baru di ajak bergaul." Ujar Gadis.
"Hmmm.. iyaa iyaa." Kelvin menghela nafas.
Sementara itu suara Klakson terdengar dari depan rumah Kirana. Kirana dan orang tuanya sudah datang. Mereka semua bersiap - siap untuk melaksanakan surprise buat Kirana yang baru saja keluar dari rumah sakit.
"Assalamualaikum." Ujar Ibu Kartika yang membantu Kirana masuk.
"Walaikumsalam.. surpriseeeeee !!!!!" Sherill, Gina, Dan juga Gadis bersamaan.
"Welcome back Kiranaaaa." Teriak Dinda.
Sedangkan Kelvin meniup terompet kecil dan melemparkan kertas blink - blink di depan Kirana.
Kirana sangat senang atas perlakuan teman - temannya, meskipun Kirana tidak bisa melihat apa saja yang sahabat - sahabatnya siapkan di rumahnya tapi Kirana bisa merasakan kesenangan yang liar biasa itu.
"Kaliiaannn." Kata Kirana yang sudah menitihkan air matanya.
"Uhhh, jangan nangis dong.. masa nangis di acara special gini sihh." Kata Ibu Kartika menghapus air matanya anaknya.
"Iya jangan nangis dong Nakk.. kami sangat beruntung karena anak kami mempunyai teman yang setia seperti kalian." Ujar Pak Chandra.
"Duuhh, mulai deh om lebaynya hahaha." Kata Gina.
"Sini Naa, duduk sini.. kita foto dulu yukk." Kata Sherill memegang Kirana.
"Sini biar gue ajaa, sini sama aku Naa." Kata Kelvin memukul pelan tangan Sherill.
"Hahahha iya iyaa."
"Tapi kan aku—" langkah Kirana terhenti.
"Nggak papa Kirana, Lo tetap Kirana yang kita kenal dan ini semua untuk kenang - kenangan supaya saat Lo bisa melihat lagi, Lo bisa liat momen saat ini nantinya kan." Ujar Gadis tersenyum.
=====