Episode 18

1640 Kata
Sherill sangat marah atas apa yang baru saja dia dengar dari Kelvin, dia tidak menyangka Kelvin bisa seceroboh itu.    “Haaaahhh, KELVVVVIIINNNN !!!!” Teriak Sherill memukul stir mobilnya. “Tenang Sherill.. tenang dulu, kita harus berfikir positif.” Kata Dinda.   “Tuh anak kenapa sih Dinnn ???? kok bisa jadi seperti itu dekat dengan Carol? Kalau Carol sampai membocorkan ini gimana Dinnn ???” Tanya Sherill.   “Gini.. sekarang lebih baik kita tenangin fikiran kita dulu, terus kita bicarain semua ini bareng anak - anak, okeyy??” Kata Dinda mencoba menenangkan Sherill.   “Diinn sumpah yah, gue punya firasaat buruk soal ini. Haaduuuuhh.” Seru Dinda lagi.   “Iya iya, gue tau Sherill.. kita pulang sekarang dulu, okeyy?” Kata Dinda lagi.   “Hmmm iya dehh, ntar kita berkabar dengan Gadis dan Gina.” Kata Sherill.    Akhirnya Sherill pun setuju untuk pulangbdulu dan memenangkan fikirannya, Sherill mengantar Dinda sampai ke rumahnya.   “Byeee Sherill, Lo hati - hati yahh, jangan di fikirin dulu, lo lagi bawa mobil, ntar lo kenapa - kenapa lagi.” Kata Dinda turun dari mobil Sherill.   “Iyaa Dindaaa, masuk gih.” Kata Sherill.   “Byyeee makasihh Sherill.” Kata Dinda melambaikan tangannya.   Kelvin yang sudah menjelaskan semuanya dengan Sherill, sangat takut soal apa yang terjadi nantinya, Kelvin benar - benar menyesali sudah mengatakan semuanya dengan Carol.   “Oh Tuhan, bagaimana ini?” Kelvin melemparkan dirinya ke atas kasurnya.   Semua fikiran negatif muncul di fikiran Kelvin, dia takut kalau saja apa yang di takutkan Sherill selama ini benar - benar terjadi, Carol belum berubah dan malah membuat gosip di sekolah lagi.    “Lebih baik aku telvon Kirana sekarang.” Kelvin mengambil handphonenya. Kelvin pun menyambungkan telvonnya ke Kirana.    Tuuuutttt tuuuutttt tuuuuutttt...   “Halo, iya Kelvin?”   “Ohh, pengaturan hp kamu udah bagus yah Naa?”   “Iya, kan kamu yang udah mengotak atik hp aku hahahah apa aku harus bilang makasih lagi nih?”    “Hahhaha nggak kok.. btw kamu lagi ngapain? Aku nggak ganggu kan?”    "Hmm, kamu ganggu tau... Emangnya kenapa sih kamu nelvon aku?”    “Oh, maaf yahh.. ya udah deh nanti aja aku telvonnya.”    “Hahahah, bercanda Kelviiinnn. Aku lagi baring - baring aja kok dikamar. Kenapa?”    “Ihh, rese’ banget yahh kamu haahha. Ehmm Kirana menurut kamu Carol beneran udah berubah nggak?”    “Kok kamu nanya gitu sih ke aku? Kan kamu yang sering bareng dia, yah mana aku tau Vinn.”    “Gitu yahh Naa, memangnya Carol dulu gimana sama kamu Naa?”    “Hahha kamu ini kenapa sih Vin? Kamu suka sama Carol sampai nanya - nanya gitu ke aku?”    “Isshh bukan Kirana... hmmm, sepertinya aku sudah berbuat kesalahan fatal Naaa”   “Apaan sihh? Kesalahan fatal apa? Kamu kok dari tadi ngomong nggak jelas gitu sih, coba kamu jelasin ke aku pelan - pelan.”    “Tapi kamu janji jangan marah atau nggak mau nemuin aku lagi yah Naa... Pleeasseee...”   “Lahh, tergantung kamu mau jelasin apa dong Vin hehhee.”    “Hmm maaf sebelumnya Kirana, jadi gini.. tadi pagi aku nggak sengaja ngasih tau ke Carol soal kejadian kamu dan Karel waktu di gudang itu. Maaf baget Kiranaaaa, aku bener - bener nggak sengaja.”       “Kok bisa?”     “Iya soalnya tadi dia ngomong panjang lebar dan intinya dia blang kalau Karel itu cowok yang sangat baik sama kamu dulunya, jadi aku emosi aku ke pancing gitu. Carol bilang Karel adalah laki - laki yang sangat baik, sangat cocok sama kamu, kalian bagaikan putri raja di sekolah, dia ngomong panjang lebar. Dan aku nggak suka itu Kirana, menurutku Karel bukan laki  - laki yang baik untuk kamu.     “Hmm ya udah nggak papa, toh kalau pun Carol mau nyebarin di sekolah juga, aku udah nggak sekolah di sana kan? Jadi nggak usah kamu fikirin Viin.”     “Tapi kan Naa...”     “Nggak papa Viinn, kalau emang dia udah berubah dia nggak bakalan ngelakuin itu kok, kalau kamu sendiri menilainya gimana? Apa dia udah berubah?”     “Hmm.. aku nggak tau Naa, yang aku tau dia mau berubah jadi lebih baik lagi, dan mungkin juga aku yang terlalu cepat mempercayai Carol. Tadi juga aku sempat berselisih paham dengan Sherill.”     “Sherill? Kok bisa? Ohh kalian ketemu di lapangan yah?”     “Iya jadi tadi aku ketemu Sherill dan Dinda di rumah makan bubur ayam, terus Sherill kan emang masih nggak suka sama Carol, dan Carol juga tadi sempat membahas soal apa yang terjadi sama kamu dan Karel sebelumnya, makanya itu Sherill jadi marah, dan langsung pergi gitu.”     “Terus sekarang kalian gimana? Kamu sama Sherill?”     “Tadi aku sempat minta maaf kalau aku benar - benar nggak sengaja pernah ngomongin ke Carol kalau Karel berbuat buruk sama kamu, terus dia udah maafin aku pas aku blang kayak gitu, tapi pas aku bilang lagi kalau aku nggak sengaja bilang semuanya ke Carol tadi pagi, dia langsung marah, teriakin aku, dan langsung matiin telvonnya, hmmm aku nggak tau lagi Naaa, aku tau aku nggak pantes minta maaf Naaa.”     “Hmm aku nggak tau yah Vinn, aku haru ngomong apa, karena aku nggak tau Carol belakangan ini, tapi kalau dulu Carol emang sangat nggak suka sama aku, dia selalu mengeluarkan kata - kata kasar kalau aku lagi sama Karel, atau lagi dapet pujian dari guru, pasti dia selalu ngomong kasar dan nggak suka gitu, aku nggak tau sih aku salah apa sama dia, sampai dia sebenci itu sama aku.”     “Kalau kata Carol sih, dia cuma iri sama kamu Kirana, karena kamu punya Karel yang benar - benar sayang sama kamu, kamu punya teman - teman kamu yang sangat setia, kamu punya segalanya sampai dia bisa sangat iri sama kamu Naa, terus waktu dia cerita itu je aku, aku nasehatin dia, dan dari situ dia udah bilang kalau dia akan usahain berubah.”     “Hmm, jadi gitu yahh, ternyata ada orang yang iri ke aku, aku merasa bersalah kenapa aku sama sekali nggak sadar kalau ada orang yang iri sama aku. Harusnya aku bisa lebih baik lagi, supaya Carol nggak sampai sebenci ini sama aku Vinn.”     “Naaa, kamu nggak salah.. semua orang punya cahaya masing - masing, punya pesonanya sendiri, Carol nggak perlu seperti itu kalau memang dia juga ingin punya kehidupan seperti kamu, dan aku juga udah ngomong seperti itu ke Carol, makanya dia bisa luluh dan pengen berubah jadi lebih baik lagi, dan kamu nggak perlu merasa bersalah Kirana.”     “Hmmm.. iya iya Viinn.. terus sekarang kamu sama Sherill gimana? Coba minta maaf lagi deh sama dia, kamu bilang aja kalau kamu udah ngasih tau aku, dan aku nggak papa kalau kamu udah bilang semuanya ke Carol.”     “Aku nggak berani Naa, pasti sekarang Sherill masih dalam keadaan yang sangat marah, aku tau banget dia, kalau marah dia nggak mau di ganggu dulu.”       Belum selesai Kelvin dan Kirana menelvon, Sherill, Dinda, Gadis dan Gina datang di rumah Kirana. Bi Sri memanggil Kirana tapi tidak di jawab -jawab. Kelvin yang mendengar suara Sherill dangat deg - degan firasatnya sangat benar bahwa Sherill sangat marah padanya.       "Ahhhhh, kenapa sih gue seceroboh ini !!!! kenapa gue terbawa emosi dengan ucapannya Carol." Teriak Kelvin di dalam kamarnya yang cukup luas.       "Tapi apa benar yang dikatakan Carol ?? Apa Karel memang dulunya seperti itu ?? apa dia sangat mencintai Kirana ?? Dan mereka berdua sudah sebagai sepasang raja dan ratu di sekolah. Kenapa gue nggak tau yah kalau mereka sampai seperti itu. Hmmm, dan apa memang  Karel sampai berbuat sejauh itu karena memang takut kalau Kirana diambil sama gue, haaahhh apaan sihh. Apa waktu itu gue terlalu jelas kalau menyukai Kirana ?? Apa benar ini semua salah gue persis seperti apa yang di katakan Karel waktu itu ?? Kalau itu benar berarti semua penderitaan Kirana juga karena gue kan ?? Duhh nggak nggak, ini bukan salah gue, gue nggak boleh membenarkan apa yang sudah di lakukan Karel kepada Kirana dengan alasan cemburu sama gue.  Atau memang karena Karel nya yang terbawa oleh nafsunya ??" Kelvin mulai memikirkan lagi apa yang sudah terjadi sama Kirana.   Fikiran Kelvin saat itu di penuhi dengan masalah - masalah Karel dan Kirana, dia juga merasa bersalah atas semua yang telah terjadi, belum lagi Kelvin masih khawatir atas apa yang baru saja dia lakukan, kecerobohan yang membuatnya bertengkar dengan Sherill sepupunya sendiri.       Drrttttt drrrtttt drrrtttt..     Handphone Kelvin bergetar, di layar telvonnya terdapat nomor baru yang menelvonnya. Kelvin dengan tidak ada perasaan ragu langsung mengangkat telvonnya itu.      " Haloo ???"      " Woi bangsattttt !!!! Lo sengaja yah ngasih tau ke Carol apa yang udah gue lakuin sama Kirana pas di gudang hah? "      "Apaaa?? Lo Karel ??"     "Brengsekk !!!! Nggak usah basa - basi Lo sialan, jawab aja pertanyaan gue !!!! Lo sengaja kan ngasih tau ke Carol biar Karel bisa sebarin semuanya ke satu sekolah, dan gue di pandang busuk sama satu sekolahan ???"       "Karel please calm downnn, sorryy banget gue beneran nggak sengaja, gue nggak sengaja ngasih tau ke Carol, gue tadi terbawa emosi, tapi Lo tau dari mana kalau gue ngasih tau Carol ?"       " Whaaatttt ? Lo bilang semuanya nggak sengaja !!!! Woii brengsekkk Carol tadi nelvon gue langsung, dan menanyakan hal itu benar atau nggak ? Lo udah gila atau gimana ?? Lo sengaja kan buat gue hancur hahhh ???"       "Apa Carolll ??? Karel gue sumpah gue nggak ada maksud sama sekali dengan semua tuduhan Lo, biarkan gue yang selesaikan semua ini, gue bakalan ngmong ke Carol langsung, tolong percaya sama gue."       " Okeeyyy, gue percaya sama Lo, tapi kalau sampai semua ini tersebar di sekolah, gue nggak akan segan - segan untuk kasih perhitungan sama Lo, ingat itu bangsaaatttt !!!"       Tututt tutut tutuuutttt...       Karel mematikan telvonnya dengan makian yang sangat kasar.       "CAROOOOLLLLLLLL !!!!" Teriak Kelvin sangat kesal.    "Belum selesai masalah dengan Sherill ini malah nambah lagi, dan semuanya gara - gara Carol dan kecorobohan bodoh yang sudah gue lakukan." Gumam Kelvin sambil menutupi bantal di wajahnya.       *****       KIRANA POV   “Kiranaaaaa... Lo kok di panggil - panggil dari tadi nggak nyahut - nyahut sih, si bibi sampai takut kamu kenapa - kenapa, makanya kita langsung naik aja.” Tiba - tiba Sherill, Dinda, Gadis dan Gina ada di rumahku dan masuk ke kamarku.     “Ohh aku nggak denger sumpah, aku lagi nelvon soalnya. Duh kaget banget tau kalian tiba - tiba muncul di kamarku.” Kataku dan telvonku masih di telingaku.     “Telvonan sama siapa Kirana?? Tanya Gadis.     “Kelvin yahh? Matiin sekarang nggak Naa !!! Kata Sherill.     Sherill merampas hpku dan langsung mematikan telvonku dengan Kelvin.       =====
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN