AUTHOR POV
- CAROL -
Carol sampai sekarang belum menyukai Kirana, semua yang dia lakukan kemarin hanya untuk mendekati Kelvin saja, dan penasaran terus ingin mencari tahu apa yang sebenarnya Karel lakukan kepada Kirana.
Malam itu, Carol mencoba menghubungi Kelvin tapi nada telvon Kelvin terus saja sibuk, ya Televon Kelvin sibuk karena berbicara dengan Kelvin. Tapi Carol tidak patah semangat, dia menghubungi Kelvin lagi dan akhirnya terhubung.
“Halo Kelvin.. kok telvon Lo sibuk mulu sih dari tadi? Telvonan sama Kirana yah?”
“Haloo? Carol? Ada apa sampai menelvon berkali - kali malam begini?”
“Eh, iya Gue Carol.. Lo save nomor gue kan kemarin? Nggak, gue cuma butuh teman cerita aja. Dan yang terlintas di fikiranku itu yah Elo Vin. Gue ganggu yahh?”
“Ehmm.. nggak ganggu sihh, cuma gue lagi pengen tidur aja, gue capek banget.”
“Oh, gitu.. yaudah maaf yah Vin.. kalau gitu besok mau nggak jogging bareng? Di lapangan deket rumah gue aja.”
“Hmm.. boleh juga tuh, udah lama gue nggak olah raga pagi.”
“Yeeyyy, nanti pagi gue kabarin Lo lagi yah.”
“Nggak usah, tunggu gue di rumah Lo aja. Gue pasti dateng kok.”
“Okeyy Vin.. jangan sampai telat yah, awas lo kalau telat, nanti keburu panas mataharinya.”
“Lah kan emang matahari panas.”
“Hahahha, iya deh iyaa. Kalau gitu lo tidur aja sekarang, byee Vin maaf yahh udah ganggu waktu istirahat Lo.”
“Hahaha, iyaa see you tomorrow.”
Tuttt tuttt tuttt....
“Yeeeessss, besok jogging sama Kelvin.”
“Liat aja gue bakalan terus ngedeketin Lo Kelvin, sampai Lo suka sama gue. Dan Kirana? Byeeee Ahahhahha”
Carol tertawa dengan liciknya.
******
Minggu 06.30 Pagi
Suasana pagi di hari minggu sangatlah sejuk, banyak pohon - pohon yang memberi kesegaran di lingkungan itu. Carol berdiri di depan rumahnya menghirup udara pagi sambil menunggu Kelvin.
“Pagi Kelvin... kirain kamu bakalan telat.” Kata Carol tersenyum dan memainkan rambutnya yang sedang dia ikat.
“Nggak dong, gue kalau udah janji sama orang nggak bakal telat.” Kata Kelvin keluar dari mobilnya.
“Hahha iya deh, Kelvin emang The best.” Kata Carol dengan gayanya yang centil.
“Hahaha apaan sih, gitu doang the best. Eh btw mobil gue, gue parkir di sini aja yah? Nggak ngehalangin jalan orang kan?” Tanya Kelvin berbalik ke mobilnya.
“Iya parkir di sini aja, nggak papa kok.” Kata Carol.
“Ya udah yuk, mulai. Kita pemanasan dulu, Lo ikutin gue yahh.” Kata Kelvin mulai meregangkan otot - ototnya.
“Okeyy Vinn.” Kata Carol mengikuti gerakan Kelvin.
Carol dan Kelvin melakukan olahraga bersama pagi itu. Lapangan yang berada di dekat rumah Carol harus melewati depan rumah Kirana. Carol bukannya tidak suka kalau harus melewati rumah Kirana, tapi dia sangat senang, siapa tau ada Kirana yang sedang duduk di depan rumahnya.
Dan sepertinya hari itu hari yang menguntungkan bagi Carol, nasib baik berpihak ke dirinya. Carol dan Kelvin melewati depan rumah Kirana dan melihat ada Kirana yang sedang duduk di taman rumahnya. Carol pun dengan penuh semangat memanggil Kirana.
“Eh, ada Kirana tuh Vin.” Kata Carol.
“Oh, iyaaa.” Kelvin tersenyum melihat Kirana.
Seakan - akan dia melihat seorang putri, wajahnya terpancar aura bahagia.
“Kiranaaaa... haaaiiii, gue depan rumah lo Kirana.” Teriak Carol dengan penuh semangat.
Carol memang sengaja memanggilnya, dia ingin memamerkan bahwa sekarang dirinya sedang bersama Kelvin.
“Ohh, Carol?? Ada apa pagi - pagi begini?” Tanya Kirana sambil berdiri perlahan.
“Eh eh eh, nggak usah ke sini Kirana. Kamu duduk di situ saja, Susah kamu jalannya sendiri.” Seru Kelvin.
“Kelvin??? Tanya Kirana.
“Iya Kirana nanti kamu jatuh lagi, gue nggak kenapa - kenapa kok. Hanya saja lewat depan rumahmu, terus ngeliat kamu duduk sendiri, makanya gue sapa.” Kata Carol tersenyum licik.
“Oh, iya gue emang lagi sama Kelvin. Kita tadi malam janjian buat jogging sama - sama, iya kan Kelvin?” Kata Carol melirik Kelvin.
“Eh, iya kita mau jogging di lapangan deket sini Kirana.” Kata Kelvin sedikit pelan.
“Oohhh, ya udah. Kalian lanjut aja joggingnya, nanti keburu panas.” Kata Kirana pelan.
“Iya byee Kirana, yukk Kelvin.” Kata Carol menarik tangan Kelvin.
“See you Kiranaaaa.” Teriak Kelvin sambil mengikuti Carol.
Di sisi lain, Kirana merasa sangat sedih dan kesepian, dia hanya bisa duduk sendirian di taman rumahnya.
“Huhuhuhu kenapa semuanya seperti ini, aku juga ingin pergi berolahraga seperti orang - orang lainnya, aku juga mau merasan udara pagi di luar sana.” Kata Kirana memegang dadanya dan menangis. Kirana sangat - sangat sedih pagi itu.
Carol dan Kelvin pun sampai di lapangan, mereka melanjutkan untuk berlari pagi.
“Kelvin, gue kasian deh sama Kirana.” Kata Carol sambil berlari kecil disamping Kelvin.
“Kasian kenapa Carol?” Tanya Kelvin.
“Yahh Lo lihat sendiri kan tadi, dia hanya bisa duduk diam di rumahnya, nggak ada yang bisa dia lakuin seperti dulu.” Kata Carol.
“Hmmm.. jangan sampai Lo ngomong kasian di depan Kirana, dia pasti akan sangat sedih kalau ada orang yang ngomong seperti itu di depannya. Tadi malam juga, ada cewek yang tega ngomong kasar di dekat Kirana, gue sangat tidak tega mendengarnya.”
“Hahh? Tadi malam? Cewek itu ngomong apa?” Tanya Carol.
“Iya, jadi tuh tadi malam gue pergi makan sama Kirana terus ada cewek - cewek yang ngomong, cantik - cantik kok buta, kasian pacarnya punya pacar buta, hahhh nggak habis fikir gue kenapa mereka nggak punya hati seperti itu.” Kata Kelvin.
“Duhhh, duduk dulu yuk Vin. Biar ceritanya nggak sambil ngos - ngosan gitu.” Kata Carol melihat bangku yang ada di pinggir lapangan. “Hmm.. minum dulu deh gue. Tunggu sini yah Carol, gue beli minum dulu.” Kata Kelvin berjalan ke pedagang yang ada di sekitar situ.
“Nih minum dulu.” Kaya Kelvin menyodorkan botol air mineral.
“Makasih yah Vinn, terus gimana lagi tadi malam?” Tanya Carol sangat penasaran.
“Yaaahh dan habis itu Kirana minta maaf sama gue, dia ngerasa kalau dia udah bikin malu gue karena makan bareng sama gue, dan pasti Kirana sekarang udah nggak mau lagi keluar saama gue. Haaaaahhhh.” Kata Kelvin menghela nafasnya.
“Saran gue sih, mending emang Lo nggak usah ngajak Kirana dulu ke tempat umum Vin. Kasian kan Kirana, kalau selalu mendengar hal yang seperti itu, dia kan baru mengalami hal yang tidak biasa seperti ini. Jadi lo nggak boleh egois, dengan hanya memikirkan kalau Kirana nggak akan mau lagi pergi sama Lo.”
“Gitu yah Carol? Iya sih, sepertinya gue sangat egois deh, gue nggak memikirkan perasaan Kirana. Hmmm makasih yah Carol, saran Lo memang bener.” Kata Kelvin meneguk air minumnya.
“Iya, sekarang nggak usah ngajak Kirana dulu ke tempat umum, biar dia yang minta sendiri sampai dia bener - bener siap untuk keluar.” Kata Carol.
“Hmm iya, gue bakal ngelakuin itu. Makasih banyak Carol.” Kata Kelvin.
“Sama - sama Kelviinnn.” Kata Carol.
"Hahahha bego lo, gue nyaranin itu supaya Lo bisa jarang ketemu sama Kirana.” Gumam Carol dalam hatinya.
Carol memang punya banyak cara untuk menjauhkan Kirana dan Kelvin, Carol tidak mau lagi melihat Kirana bahagia seperti dulu.
“Kita sarapan di situ dulu yuk Carol, sebelum pulang.” Kata Kelvin menunjuk rumah makan bubur ayam.
“Hayukkss gue pengen banget makan bubur ayam.” Carol bergegas berdiri.
Kelvin dan Carol berjalan menuju rumah makan itu, di sana dia bertemu dengan Sherill dan Dinda yang juga sedang makan bersama.
“Kelvinn???” Kata Sherill yang kaget melihat Kelvin yang sepagi ini sudah bersama dengan Carol.
“Wahh olahraga bareng Carol yah? Romantisnya.” Kata Dinda sambil mengaduk - ngaduk buburnya.
“Ahhh, iya tadi malam gue telvon Kelvin buat janjian olahraga bareng pagi ini. Hehehehee.” Kara Carol menegakkan badannya.
“Cieee Kelvin.” Kata Dinda lagi.
“Kenapa Lo bengong, nggak ngomong apa - apa? Suara Lo habis gara - gara olahraga?” Tanya Sherill dengan nada tinggi.
“Ehh, nggak.. gue laper tau, gue pesen dulu yahh.” Kata Kelvin.
Kelvin memang diam karena tidak tau mau ngomong apa ke Sherill dan Dinda. Kelvin tau kalau Sherill belum begitu suka kalau Kelvin bergaul dengan Carol.
“Viinnn, pesenin yang sama aja yahh sama Lo. Gue gabung di sini nggak papa kan guyss?” Kata Carol mengeluarkan senyumannya.
Belum sempat Sherill dan Dinda mengizinkannya untuk duduk, Carol dengan rasa tidak tau dirinya langsung duduk di depan Sherill dan Dinda.
“Vin sini Viinnn.. kita gabung saja sama Sherill dan Dinda, nggak enak kan klu kita misah - misah. Iya kan guyss?” Kata Carol melihat Sherill dan juga Dinda.
“Eheheheh.” Dinda hanya tersenyum kecil kepada Carol sedangkan Sherill melirik dan tersenyum ke Kelvin, tapi di senyumannya tersebut dia menyimpan rasa ingin memukul Kelvin.
“Ohh, iyaa.” Kelvin duduk dan memperhatikan raut wajah Sherill yang tampak tidak suka dengan kelakuan Carol.
“Kalian jadi semakin akrab yahh?” Kata Dinda sambil memakan kerupuknya.
“Hehhe iyaa, Kelvin baik. Dia yang menyadarkan gue kalau gue nggak boleh terus - terusa menjelek - jelakkan Kirana hanya karena gue iri melihat dia yang begitu sempurna.”
“Widihh, Kelvin emang cowok yang begitu dewasa.” Kata Dinda lagi.
“Emang kenapa Lo bisa sampai iri dengan Kirana Carol? Tapi kalau Lo iri, bukan berarti Lo bisa menyimpan dendam sampai sangat bahagia pas Lo tau Kirana butakan?” Tanya Sherill mengeluarkan tatapannya.”
“Iya karena gue fikir Kirana itu nggak mempunyai kekurangan sedikit pun, dia terlihat sangat bahagia, dia mempunyai teman - teman yang begitu setia seperti kalian, dia di kagumi banyak orang, bahkan sampai kakak kelas, dan dia mempunyai seorang Karel yah juga sangat menyayanginya.” Jelas Carol.
“Eh, dan sekarang karena gue sempat nggak sengaja ketemu dengan Kelvin saat kita berkelahi dulu, jadi sadar kalau kita semua punya pesonanya sendiri, nggak usah iri sama orang lain. Itu sih yang Kelvin bilang sama gue, makanya gue mau coba untuk memperbaiki diri gue jadi lebih baik lagi.” Kata Carol sambil meminum teh hangat yang ada di depannya.
“Bagus deh kalau Lo emang udah sadar, dan mudah - mudahan aja Lo emang bener - bener berubah jadi lebih baik.” Kata Sherill sambil memakan satu sendok terakhir buburnya.
“Gilaaa, gue nggak nyangka Lo bisa ngomong itu Kelvin.” Kata Dinda melirik Kelvin.
“Yahhh, gue harus ngomong apa lagi. Gue cuma membantu Carol aja agar menjadi orang yang lebih dewasa, dan juga Kirana tidak pantas untuk di berikan perkataan yang tidak - tidak seperti yang dulu Carol lakukan.” Kata Kelvin.
"whaatt?? Untuk Kirana juga? Sialan.” Gumam Carol dalam hatinya.
“Makasih yahh Kelvin, Lo udah mau buat gue sadar dan Lo sampai sekarang masih mau temenan sama gue.” Kata Carol mengambil tangan Kelvin dan memegangnya.
Kelvin kaget dan sontak saja iya melihat Sherill, Kelvin benar - benar takut dengan sepupunya itu.
“Ehhh , iyaa iyaa.. lanjutin makannya lagi yah.” Kata Kelvin dan segera melepas tangannya dari Carol.
“Ohh, iya kok kalian bisa makan di sini sih? Habis olahraga di sini juga?” Tanya Carol.
“Iya, kami emang selalu olahraga di sini sih. Bareng sama Kirana dulu, tadi juga kita sempet mampir dulu kok ke rumah Kirana.” Kata Dinda.
Sherill sibuk dengan handphone miliknya.
“Oh, pantesan aja tadi Kirana ada di halaman rumahnya, gue kira dia emang bangun pagi hanya untuk duduk di halaman rumahnya.”
“Hah? Kirana masih duduk disana? Ya ampun tuh anak di bilangin masuk aja.” Kata Sherill.
“Nggak papakan Sherill, biar Kirana juga merasakan udara pagi di luar. Nggak terus - terusan di dalam rumah, biar dia lebih sehat juga.” Kata Kelvin yang masih memakan buburnya.
“Iya tau nih Sherill, udah gue bilangin juga tadi.” Kata Dinda sembari meneguk air minumnya.
“Kasian yah Kirana, dia hanya bisa duduk diam seperti itu. Hanya karena seorang Karel yang cemburu buta dan akhirnya menyebabkan kekasihnya yang sangat dia cintai jadi menderita seperti itu.” Kata Carol yang sengaja mengatakan hal itu untuk memancing Sherill.
“Carollll.” Kata Kelvin yang ingin menghentikan pembahasan itu.
“Iya gue juga jadi kesel banget kalau ingat kejadian itu lagi.” Kata Dinda dengan polosnya.
“Gue penasaran deh, hal buruk apa yang di lakukan Karel sebelum melakukan kecelakaan itu. Karena
Kelvin sempat bilang, kalau Karel sempat melakukan hal buruk dengan Kirana dan bilang kalau Karel laki - laki brengsek.” Kata Carol lagi.
Carol berhasil memancing emosi Sherill agar menyalahkan Kelvin yang sudah menceritakan itu ke Carol.
“Carooolll” Teriak Kelvin dengan tatapan yang memohon agar menghentikan ucapannya.
Ucapan Carol saat itu membuat suasana menjadi tegang, detak jantung Kelvin menjadi semakin tak teratur.
=====