Episode 36

1737 Kata
Kelvin berfikir, kalau Kirana memaafkan Karel pasti ada kemungkinan untuk mereka berbaikan. "Viinn?? Kamu masih di situ?" "Eh, iya Naa.. sorry sorry.." "Kamu lagi bikin sesuatu yah Vin?" "Nggak kok Naa, aku lagi mikirin kalau kamu baikan dengan Karel apa ada kemungkinan kamu balikan sama dia?" "Hahha, apasih Vin. Kalau untuk baikan iya, tapi kalau balikan itu udah nggak bisa Vin. Aku kan udah jelasin sama kamu tadi." "Oh iya yahh.. maaf yah Naa hahaha." "Nggak jelas deh kamu hahah." "Oh iya Naa, besok jadi pergi kan?" "Iya jadi kok, besok kalian cepat datang yahh ke rumahku, biar sampainya nggak terlalu siang." "Okeyy deh Naa, nanti aku kabarin yang lain." "Ehh Naa mau denger aku nyanyi nggak?" "Emang bisa?" "Bisa dong, wahh kamu anggap remeh aku banget yah." "Hahah yaudah coba." Kelvin pun menyanyikan beberapa lagu untuk Kirana, sampai Kirana ketiduran mendengar lantunan lagu dari Kelvin. "Naaa?? Kiranaaa??" Yang terdengar hanyalah suara nafas Kirana. "Hahahah, kamu tidur yahh Naa?? Bisa - bisanya kamu ketiduran dengerin aku nyanyi." "Ehm Naa, mumpung kamu lagi tidur gini. Aku mau ngomong sama kamu kalau aku suka sama kamu, aku mau selalu ada di dekatmu, aku nggak tau kenapa bisa seperti ini. Kamu membuatku memikirkanmu setiap hari. Tapi meskipun aku menyukaimu, aku tidak mau mengambil keputusan secepat mungkin untuk mengajakmu berpacaran. Mengingat semua yang terjadi sama kamu, pasti kamu juga belum siap untuk membuka hati untuk orang lain lagi. Begini saja ku rasa sudah sangat cukup untuk aku, aku bisa selalu berada di dekatmu meskipun kamu nggak tau perasaan aku yang sebenarnya. Terima kasih yahh Kirana, aku sungguh menyukaimu." "Aku tutup telvonnya yah Naa, kamu istirahat." Kelvin menutup telvonnya, dan naik ke kamarnya untuk beristirahat. Kelvin adalah anak tunggal, orang tuanya bekerja sebagai pengusaha yang bidangnya hampir sama dengan pekerjaan orang tua Kirana. Tapi orang tua Kelvin lebih sibuk keluar kota karena beberapa urusan kantor harus di selesaikan dengan beberapa klaen yang ada di luat kota. Jadinya Kelvin hanya di rumah bersama Bibi yang selalu membantunya, dan menyiapkan makanan untuk Kelvin, namanya Bi Wati. Kelvin tidak merasa kesepian, karena setiap waktu orang tuanya selalu menghubunginya dan bertanya kabarnya bagaimana. Tok tok tok.. "Mas Kelvin ada yang nyariin tuh di bawah." Kata Bi Wati. "Hah? Siapa Bi?" "Nggak tau mas, cewek, bule - bule gitu." Kelvin langsung menebak orang itu adalah Carol. "Aduhh kok dia bisa tau rumah gue sih." Gumam Kelvin. "Ckk.. terus bibi bilang apa?" "Bibi suruh tunggu di depan Mas." "Hmm.. Bi bilang aja Kelvin lagi tidur yahh.. pleaasseee." "Tapi nggak boleh bohong Mas." "Ihh Bibi.. Kelvin nggak mau ketemua dia bi, dia itu cewek jahat di sekolah Kelvin, kalau bibi nggak percaya aku telvonkan Sherill deh biar bibi percaya. Ayo dongg bii." "Iya iya Bibi turun sekarang, dan bilang Mas Kelvin lagi tidur kan?" Kata Bi Wati sambil melangkahkan kakinya keluar dari kamar Kelvin. "Okeyy Bii.. makasih yahh." Kelvin menyusul bi wati sambil memeluknya dan kembali bersembunyi di kamarnya. Bi Wati memang sudah sangat dekat dengan Kelvin, meskipun Bi Wati seorang pembantu rumah tangga di rumah Kelvin, tapi tidak ada batasan buat Bi wati, karena bi Wati sudah menjadi orang kepercayaan di keluarga Kelvin. Bi Wati pun turun mengatakan bahwa Kelvin sedang tidur dan sama sekali tidak bisa di kasih bangun karena dia mengunci kamarnya. "Saya nunggu aja di sini nggak papa kan bi? Sampai Kelvin bangun." Kata Carol Membuat Bibi kebingunan mencari alasan apalagi, supaya bisa membuat Carol pergi dari rumah Kelvin. "Aduh gimana yah Non, bibi nggak punya kiasa untuk mempersilahkan Non untuk menunggu, nanti saya di marahin sama yang punya rumah." "Nggak kok bi, kalau bibi di marahin biar saya yang tanggung jawab, lagian bibi pasti nggak bakal di marahin, aku kan temannya Kelvin mana mungkin sampai di marahin kalau aku menunggu di rumahnya." "Hmm yah? Baiklah Non.. duduk saja di sini kalau begitu. Mau saya ambilkan minum?" Tanya Bibi. "Nggak usah Bi, saya ada kok." Kata Carol memperlihatkan sebotol kopi di tangannya. "Oh, iya kalau begitu saya masuk dulu Non." "Iya, bibi jangan lupa kasih tau Kelvin kalau sudah bangun yah Bi." Carol duduk kembali di teras rumah Kelvin yang cukup sejuk. Bibi pun kembali ke kamar Kelvin memberi tahu Kelvin kalau Carol masih menunggunya. "Duhh, gimana dong ini bi??" Tanya Kelvin. "Bibi nggak tau Mas Kelvin.. bibi udah laksanakan tugas loh, tapi dianya nggak mau pergi." "Iya iya Bii, terpaksa deh Kelvin temuin dia sebentar. Biarin aja dulu dia nunggu pufftt." Kata Kelvin tertawa. "Mas Kelvin jangan jahat yahh, jangan lama - lama turunnya." "Astaghfirullah bibi.. kok bilang aku di bilang jahat, dia tuh yang jahat. Udah bibi sekarang turun aja, okeyy makasih bibi cantikk" "Iya iya bibi turun." Kelvin mondar - mondir di kamarnya, memikirkan bagaimana cara menghindar dari Carol, Kelvin sangat tidak ingin menemuinya. "Huuffftt kalau begini terpaksa kan harus menemuinya. Kenapa sih tuh cewek gangguin gue muluuu." Seru Kelvin sambil mengacak - ngacak rambutnya. "Biarin deh, gue tinggal tidur aja. Kan dia sendiri yang mau nunggu." Kelvin membaringkan tubuhnya di tempat tidurnya. Hampir dua jam Kelvin tidur, dan Carol masih setia menunggunya di teras rumahnya. Bi Wati yang sedang merapikan perabot rumah tangga di ruang tamu tersadar, bahwa Carol masih menunggu Kelvin dan belum pulang juga. Bi Wati naik ke kamar dan membangunkan Kelvin yang lagi nyenyak - nyenyaknya tidur. "Mas Kelvin.. ayo bangun.. kasian tuh anak orang sudah menunggu berjam - jam." Bi Wati menepuk - nepuk pundak Kelvin. "Ehhmm iya bi.. ntar.." kata Kelvin dengan matanya yang masih terpejam. "Ih kok ntar sih.. bangun sekarang, biar bibi juga nggak mikirin cewek itu terus." Kata Bi Wati. "Haduhh, nyusahin aja sih tuh orang." Kelvin pun akhirnya bangun dan turun dengan keadaan setengah sadar. Sesampainya di teras rumahnya, di lihatnya Carol yang sedang tertidur. "Ckkk.. Carol heii." Kelvin menggoyang - goyangkan kursi yang sedang di duduki Carol. "Eh lo udah bangun Vin." Carol mengucek matanya sambil merapikan rambutnya. "Hmm, ada apa sampai datang ke rumah gue?"  Tanya Kelvin. "Gue mau minta maaf Vin, dan bukan cuma sekedar maaf. Gue juga mau kalau Lo bisa baik lagi sama gue, sama seperti sebelum semua ini terjadi." Ujar Carol. "Aduh Carol, gue sampai di bangunkan hanya karena Lo mau ngomong itu lagi dan itu lagi?" Tanya Kelvin yang masih mengantuk. "Maaf Vin, kalau gue udah ganggu Lo. Tapi gue benar - benar minta itu baik - baik sama Lo Vin. Gue nggak bisa kayak gini terus, gue suka sama Lo Vin." Carol mengambil tangan Kelvin. "Aduuhh.. Lo suka sama Gue?? Maaf Carol, tapi gue nggak suka sama Lo dan gue nggak bisa menuhin permintaan Lo itu. Gue cuma bisa maafin Lo." Kelvin langsung melepaskan tangannya yang sedang di pegang Carol. "Viinn.. gue tau Lo suka sama Kirana. Dan gue bakal tunggu Lo sampai suka sama gue, gue bisa membuat Lo jatuh cinta sama gue. Dan apa yang Lo harapkan dari cewek buta seperti Kirana sih Vin?? Dia nggak bisa leluasa jalan sama Lo, dia nggak bisa melihat wajah Lo tiap saat Lo berduaan sama dia, dia nggak bisa buatin Lo sarapan sendiri. Lo lebih baik sama gue Vin, meskipun Lo nggak suka sama gue, tapi kalau kita barengan terus tiap hari pasti rasa itu bakalan muncul dengan sendiri Vin, gue yakin itu. Yahh, Viinn??" Carol berbicara panjang lebar dengan senyum - senyum. "Udang ngomongnya? Lebih baik Lo pulang sekarang sebelum gue nyuruh satpam buat usir Lo." Kelvin menunjuk ke pagar rumahnya. "Viinn, Pleasee fikirin duluuu.. gue akan tetap tunggu jawaban Lo, sampai Lo berubah fikiran, pleaseee Vinn." Carol langsung memeluk Kelvin. "Woii.. apasih Lo !!! Lepasin nggak ?!?!?!" Kelvin berusaha melepaskan pelukan Carol tapi tenanga Carol sangat kuat. "Nikmat kan Vin? Gue yakin kalau sama Kirana Lo nggak akan merasakan kenikmatan seperti ini. Apa bagusnya dengan cewek buta." Ujar carol mengencangkan pelukannya di d**a bidang milik Kelvin. "Lo udah gila yah?? LEPASIN GUE SEKARAAAANGG !!!!" Teriak Kelvin sambil memaksa melepaskan tangan Carol. Tapi Carol tetap tidak memperdulikan apa yang di katakan Kelvin. Bi Wati yang berada di ruang tamu mendengar terikan Kelvin langsung berlari keluar. "Ada apa Mas Kelvin?" Bi Wati kaget saat melihat adegan pelukan Carol dan Kelvin. Carol yang melihat Bi wati keluar langsung melepaskan pelukannya. "Bi tolong usir cewek gila ini. Kalau perlu panggilin satpam." Kata Kelvin. "Hah? Iya Mas." "JANGAN BERANI - BERANI LAGI LO DATANG KE RUMAH GUE. DASAR CEWEK SINTING." Kelvin berjalan masuk ke dalam rumahnya. "Tapi Viiinnnn dengeriiinn duluuuuuuu !!!!" Teriak Carol. Brraaaaakkkkk.. Kelvin menutup pintu rumahnya dengan keras. "Maaf yah mba, tapi tolong pergi dari sini. Saya tidak pernah melihat Mas Kelvin semarah itu. Sepertinya saya benar - benar salah sudah membuat Mba menunggu di rumah ini." "Bii—" "Udah yah Mba, pergi dari sini sebelum saya panggil satpam." Kata Bi Wati. Dengan sangat terpaksa Carol pergi dari rumah Kelvin. Sedangkan Kelvin di dalam rumahnya buru - buru mengganti bajunya. "Mas Kelviiinn." Panggil Bi wati sambil berlari menaiki tangga rumahnya. "Apalagi biiiii?? Dia belum pergi juga??" Tanya Kelvin dengan wajah kesal. "Udah pergi kok.. barusan.. Mas Kelvin nggak papa? Baik - baik aja kan?" Tanya Bi wati. "Nggak papa.. aku mau ganti baju nih Bi, ini Bibi cuci yang bersih yah, cuci 10 kali kalau perlu 100 kali sebelum aku pakai lagi." Kelvin melepaskan bajunya dengan sangat jijik. "Aduhhhh.. kok ada sih perempuan sepertinitu jaman sekarang Mas? Bisa - bisanya dia memeluk Mas Kelvin seperti, Bibi dengar Mas Kelvin dari dalam kaget banget." Kata Bi Wati mengelus dadanya. "Bibi sih, nggak percaya sama Kelvin. Kelvin kan udah bilang kalau cewek itu gila." "Iya iya.. maafin bibi yahh Mas, lain kali kalau dia datang lagi langsung bibi panggilin satpam aja deh. Bibi juga nggak mau berurusan sama dia. Serem hahaha." "Hahah iya bi.. bagus deh kalau bibi juga udah ngerti." "Sekali lagi maaf yah Mas Kelvin." Kata Bi Wati mengambil baju kotor Kelvin." "Iya Bi.. nggak papa kok, bukan salah bibi juga. Yaudah bibi sekarang turun gih, Kelvin mau berendam aja. Jangan lupa lo yahh, baju Kelvin di cuci sebersih - bersihnya." "Siaapp Mas Kelvin." Kelvin masuk ke kamar mandinya dan menyiapkan air hangat dibath upnya. Kelvin mau membersihkan badannya dari sentuhan Carol. "Kenapa sih ada cewek seperti itu.. ckckck gue baru sadar sekarang apa yang anak - anak bilang tentang dia." Gumam Kelvin sambil masuk bath upnya. Drrrtttt drrrrttt drrrrtttt.. "Duh, siapa lagi sih?" Kelvin melihat hpnya yang ternyata dari Sherill. "Hmm kenapa Sherill??" "Hahaha Lo kenapa? Gue baru di telvon sama Bi Wati, katanya ada cewek aneh setengah bule yang datang ke rumah dan meluk Lo sampai Lo marah banget. Gue yakin banget sih kalau itu Carol hahaha.” Sherill menghubungi Kelvin hanya untuk menertawakannya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN