~POV MUSTAFA~ ??? "Mama serius dengan ancaman di rumah Om Erwin tadi?" "Kamu pikir mama main-main?" Mama mendelik tajam padaku. "Mama juga bisa jahat kalau terdesak. Mama enggak nyangka kamu akan bertindak sebodoh ini. Harusnya kamu bicara dulu pada mama sebelum ambil keputusan sendiri." "Aku panik, Ma. Aku takut video dan foto itu disebar. Bukan hanya perusahaan dan nama baik Papa yang akan hancur. Tapi hubunganku dengan Mila juga." "Apa bedanya dengan sekarang? Enggak ada, kan?" Aku bungkam. Memang benar. Jujur ataupun tidak, pernikahan kami tetap berada di ambang kehancuran. Mila yang pernah berkali-kali dikhianati pria tidak akan sudi memberi maaf. Sudah berapa kali dia memberiku kesempatan, tapi nyatanya dikecewakan lagi. "Seenggaknya kalau kamu jujur, mama bisa bantu cari ja

