Merasa Bersalah

1925 Kata

"Ada apa sama Mila? Kalian berantem?" Aku yang baru hendak membuka pintu pun jadi urung saat mendengar Mama bertanya pada Mas Mustafa tepat di depan kamar. Kutempelkan telinga di daun pintu supaya bisa menguping pembicaraan keduanya. "Enggak, Ma. Kenapa Mama tanya begitu?" "Sejak pulang liburan, mama perhatikan Mila malah jadi pendiam." "Itu perasaan Mama doang. Mila biasa-biasa aja, kok." "Enggak, ah. Biasanya dia rame orangnya. Bukan cuma mama, kok. Karim juga mikir sama. Kamu bikin ulah?" "Enggak, Ma. Paling moodnya lagi jelek. Dia emang suka gitu kalau lagi bete." "Oh, ya sudah. Awas aja kalau kamu macam-macam. Sampai mama tau kamu nyakitin dia, mama sunat dua kali kamu!" "Dih, Mama ngancemnya ngeri." Dia tertawa. Aku bergegas berlari menjauhi pintu saat tahu perbincangan kedu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN