~POV AUTHOR~ ??? "Aku harus apa, Ma? Gimana kalau Mila memilih pergi?" keluh Mustafa seraya menyentuh tangan mamanya, tapi ditepis. "Sudah jadi resikomu yang gegabah ambil keputusan," ujar mamanya dingin. "Tolongin aku, Ma. Bantu aku supaya Mila tetap di sini," mohonnya tapi diabaikan. Mamanya malah mendelik dingin dan membuang muka. Mustafa beralih pada Karim yang sedari tadi diam dan memasang raut wajah dingin. "Bantu aku, Karim. Bantu bujuk Mila. Dia kan sefrekuensi sama kamu kelakuannya." "Enggak!" tegasnya seraya menatap tajam "Bang Mus sendiri yang bikin ulah dan keterlaluan nyakitin Kak Mila. Aku enggak mau ikut campur." "Ayolah, Karim. Jangan begitu. Aku sudah menyesal," bujuknya lagi. "Bang Mus enggak malu apa? Udah nyakitin berkali-kali tapi masih berharap Kak Mila mau b

