TUAN TANAH DAN ALBANI

2201 Kata

Senyum bapakku kembali tergambar nampak sangat jelas di benakku ketika aku membaringkan tubuhku di ranjangku, melihat daun-daun Rufus yang mulai menguning, tanda malam ini mungkin adalah hujan terakhir di tahun ini. Sebentar lagi musim panen, dan akan banyak acara pernikahan. Aku menghela nafas. Iya, maksudku bagaimana bisa dia membawa bawa bapakku. Bisa-bisanya,,, oh... Aku tidak mau menangis..tidak ! aku tidak sudi menangis lagi karena dia, aku sudah terlalu membuang-buang energi memikirkannya. Benar kata Alaska, aku perempuan yang kuat aku tidak bisa di-injak-injak sembarangan, dia pikir dia siapa hanya dengan status sosialnya ? menjinjikkan !  Tapi sepintas kalimatnya masih terngiang di telingaku "...akupun sebenarnya tidak tahu hubungan seperti apa yang kita jalani, aku hanya mengin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN