Upacara Terimakasih Apa aku harus pergi ke rumah ibuk ? untuk bertanya benarkah rumor yang kudengar tentang Hasan di pasar tadi. Aku membawa tapal kuda memeluknya selayaknya aku memeluk Halulu. Aku merasa kaki ku berat sekali, berat karena apa yang ku dengar di pasar tadi. Akhirnya aku hanya bisa terduduk di safana kecil yang menghadap ke barat, disana ada beberapa monyet tengah duduk bersantai. Aku memilih bergabung bersama mereka. duduk di sebatang kayu tumbang. Aku mengelus batang kayu tersebut. Rupanya, aku sudah berjalan terlalu jauh, aku tidak sanggup menuruni bukit lagi untuk ke rumah ibuk. Dan, oh ini masih terlalu terik untuk pergi kesana, seseorang bisa saja melihatku menemuinya. "Lyan..Lyan..." monyet monyet itu suka menjerit, padahal mereka tidak perlu berkikik seperti i

