Mobil kami berhenti tepat didepan Kastil, didepan teras yang dipenuhi oleh penjaga-penjaga kastil, mereka mengenakan pakaian hijau, bertopi putih dan menyilangkan senapan angin di bahu mereka. Di mobil tadi Hasan sempat berbicara sedikit mengingatkan si sopir tentang jadwalnya hari ini, maka dari itu aku tahu siapa nama sopirnya. Sopir itu bernama Ruri. Ruri membukakan Hasan pintu mobil, lalu berlari mengitari mobil untuk membukakan pintu mobil untukku. Tapi Hasan sudah ada disana mendahuluinya untuk membukakan pintu buatku. Sumpah ! ini tidak penting, tidakah mereka melihat bahwa aku memiliki tangan ? "Tetap disampingku, itu kesepakatannya" Aku menghela nafas, menghembuskan gumpalan amarah yang menahan sesak di paru-paruku, seakan memahami hal itu Hasan menepuk-nepuk tanganku. Dia m

