BATU MIRAH DELIMA

2276 Kata

“Kita lewat perkebunan kuswardi ya ?” “Terserah” Perkebunan teh kuswardi sangat kering. Aku merasa sedih, melihat dahan-dahan teh yang sudah tidak ada daunnya. tumbuhan liar mulai tubuh di sela-sela pohon teh. Perkebunan teh kuswardi kini seperti semak belukar. Aku duduk di depan. Jefri mengendari kuda. Dadanya yang bidang menyentuh punggungku. Kalau dia mesti berjalan lagi untuk kembali ke atas bukit dia akan sangat kelelahan untuk  pulang ke rumahnya. Lagian ini sudah sangat malam.  “Lihat” Dia memperlambat lari Atlas untuk menunjukkan ku kastil Kuswardi “Kastil ini seperti rumah hantu” Aku melihat sekeliling perkubanan teh, kastil keluarga kuswardi yang menghadap ke perkebunan. Kastil itu berdiri begitu mewahnya menjadi latar dari perkebunan teh.  Di sisi lain kastil  ada pabr

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN