“Lyan” nenek Suki menepuk-nepuk pundakku. Aku tertidur di kamarnya. Aku duduk di kursi empuk yang ku geret dekat tempat tidurnya “Aku mau minum” dia terbata-bata. Aku menuangkannya air lalu membantunya menegakakn diri untuk minum. Baru hanya beberapa hari sakit, nenek Suki jadi sangat kurus, dia keliatan sangat renta. “Aku ambilkan beras kencur yang ku buat ya nek” baru akan beranjak dia menahan tanganku “Duduklah” Aku mengikuti keinginannya dengan kembali duduk. Aku ingin menjelaskan padanya bahwa suhu tubuhnya terasa sangat dingin, tapi dia memberikanku isyarat agar membantunya bersandar. Setelah dirasa posisinya nyaman barulah dia bicara “Lyan beberapa waktu lalu aku mendapat pesan dari ibumu” Ibuk. aku tertunduk lemah mendengar namanya. Lama sekali…, lama sekali sejak aku mene

