14

1203 Kata

Mobil hitam itu akhirnya berhenti sempurna di salah satu slot parkir mal terbesar di Surabaya. Mesin menderu halus sebelum akhirnya mati, meninggalkan keheningan yang mendadak terasa menyesakkan di dalam kabin. Dewa melepaskan sabuk pengamannya, lalu menoleh, mendapati Lintang yang masih mematung menatap lurus ke depan dengan pandangan kosong—seolah jiwanya masih tertinggal di lirik lagu Katy Perry tadi. "Jadi nggak?" Suara bariton Dewa memecah lamunan Lintang. "Hah?" Lintang berkedip linglung, menoleh ke arah Dewa dengan ekspresi linglung yang menurut Dewa sangat menggemaskan. "Sudah sampai. Jadi beli novelnya nggak? Atau mau duduk di sini terus sampai malnya tutup?" Dewa mengangkat sebelah alisnya, sudut bibirnya menahan senyum geli. "Eh, iya! Jadi lah!" Lintang buru-buru menyambar t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN