Not Really Broke Up

1687 Kata

Pagi menjelang siang. Siang menjelang malam. Matahari yang telah bersinar sejak pagi, kini mulai menyembunyikan terangnya. Berganti bulan yang akan menemani malam. Tidak terasa sudah hampir satu bulan Vanilla mengabdikan diri untuk Obsidian. Sudah menginjak dua minggu dan hubungannya dengan sang kekasih masih jalan di tempat. “Vanilla!” teriak Tara dari luar sambil mengetuk pintu apartemen. Pemilik unit yang sedang mencuci piring itu bergegas membukakan pintu bagi sang sahabat. “Tara, itu ada bel kenapa nggak dipencet aja, sih?” omel Vanilla. Tara menyengir. “Aku mau keluar, kamu mau pesan apa?” tawarnya. Vanilla berpikir sejenak. Tawaran ini tidak boleh disia-siakan begitu saja. Tara memang definisi sahabat paling pengertian yang pernah ia punya. “Martabak cokelat,” jawabnya semanga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN