Let Me Into Your Heart

1153 Kata
    “Jadi ini alasan kamu kesini?” tanya Felisha sambil turun dari pangkuannya. Ia berjalan menuju balkon dan berdiri didepat pagar balkon tersebut.     “Em,, tidak juga. Aku ada acara nanti malam” jawabnya berbohong.     “Dari sekian banyak hotel, kenapa harus milihnya Hotel ini?” picing Felisha.     Dafi mengekor Felisha ke balkon dan memeluknya dari belakang “karena ini hotel mama aku” ucapnya sambil mencium pundak Felisha.     Felisha diam dan menikmati setiap sentuhan atasannya. Entahlah, ia sangat menyukai sentuhan hangat atasannya. Ia langsung terbuai dan tak menghiraukan apapun. Meskipun Dafi adalah Direkturnya.     “Seriously?”     “Mungkin kita jodoh” imbuh Dafi.     Felisha terkesiap dan mengurai tangan Dafi dari perutnya. Ia berjalan duduk di kursi balkon menjauh dari Dafi. “Please, tell me the truth” ujar Felisha karena ia tahu bahwa Dafi kesini bukan karena kebetulan. “Please, don’t be a liar. Just tell me the truth. Aku tahu pasti tidak kebetulankan?” desaknya.     Dafi menghela nafas dan duduk di samping kursi balkon lainnya. Ia menatap lekat Felisha dan mulai menjelaskan. “Well, aku akan berkata jujur” ujar Dafi masih menggantung.     “Kemarin aku tahu Melani pingsan dikantor dan harus di rawat inap. Jadi aku pikir kamu tidak jadi pergi ke Bali sendirian” ucapnya memulai. “Tapi kemarin malam Melani meneleponku, bilang kalau kamu tetap akan pergi ke Bali. Jadi aku nyusul kamu kesini, khawatir ada apa-apa. Dan maaf karena mengikutimu. Aku hanya memastikan kamu baik-baik saja” jelasnya.     ‘s**t, Melani. Dasar ember!’ batinnya kesal pada Melani. Felisha menyipitkan mata dan bibirnya manyun kedepan. “Kenapa harus khawatir? Kan kamu sudah punya kekasih. Tidak seharusnya mengkhawatirkan aku dong!” gerutu Felisha teringat kejadian minggu lalu saat Felisha melihat Bosnya sedang makan malam bersama kekasihnya.     Dafi terlihat bingung, karena ia merasa tidak mempunya kekasih. “Kekasih? Pacar?”     “Sudahlah Daf. Tidak perlu berbohong! I saw you last week at Mall with your girlfriend” tandas Felisha tidak mau kalah.     “Last week? At Mall?” tanyanya penasaran sambil berpikir.     "Iya, sumpah sabtu kemarin aku lihat kamu dan pacar kamu di restoran Korea di Mall yang baru buka” nadanya mulai tinggi karena kesal.     Dafi masih mengingat dengan siapa dirinya makan di mall bersama perempuan. Tiba-tiba Dafi tertawa terbahak-bahak.     Felisha kesal karena Dafi malah tertawa kencang dan mengabaikan rasa penasarannya. Ia beranjak dari duduknya dan masuk kedalam kamar diikuti Dafi.     “That girl with brown hair?” tanyanya lagi mengekor Felisha.     “Iya! Siapa lagi?” Felsiha berdecak membalikkan badannya, memicingkan mata dan menyilangkan tangannya.     “The brown hair girl at the Mall is my Lil Sister, Vina, Davina” jawab Dafi terkekeh.     Felisha terbelalak tidak percaya. Kenapa ia terkesan cemburu pada Dafi. Dan seolah meminta penjelasan. Felisha menyesal menanyakan itu pada atasannya. Ia merasa Dafi menang dari dirinya.     Ia mengambil ponsel di nakas dan menghempaskan badannya di kasur. Ia menyibukkan diri dan mengabaikan Dafi yang senyum–senyum melihat Felisha sedang cemburu.     Dafi duduk di sofa dan memainkan ponselnya juga. Tak lama Dafi menghampiri Felisha yang masih marah dan mengabaikan dia. “Sudah dong ngambeknya” ejeknya. Felisha masih diam dan kesal. Ia tak sedikitpun melirik Dafi. “Ok, maaf kalau buat kamu marah. Ok” tambahnya.     “Siapa yang marah sih?” dengus Felisha.     “Kalau tidak marah, kenapa ngambek kayak gini?” terangnya sambil terkekeh.     "Apaan sih, Tidak lucu!” decak Felisha dan ia bangkit dari ranjangnya tapi tangannya di tahan Dafi. Tanpa ragu Dafi mengecup lagi bibirnya sekilas. Felisha langsung merona dan salah tingkah lagi.     “Tidak perlu marah. Tidak perlu takut. Aku disini demi kamu” ucapnya lembut masih menggenggam erat tangan Felisha.     Felisha menghela nafas panjang. Masih diam dan menatap lekat ke Dafi mencari kebohongan di Matanya. “Aku takut Dafi. Aku hanya tidak mau terlalu berharap. Jujur, aku juga senang dan nyaman dekat denganmu. Aku tidak bisa mengontrol diriku jika sama kamu.  Itulah kenapa aku selalu menghindar padahal aku juga ingin lebih mengenal kamu. Tapi aku takut. Aku baru aja di tinggal calon suami yang besok nikah di bawah. Rasanya itu kayak..” jelas felisha mengutarakan isi hatinya.     “That’s why” Dafi memotong ucapan Felisha dan menjeda. “Just let me in” ucapnya lembut melepas genggamannya dan membingkai pipi Felisha dengan kedua tangan besarnya.     Felisha masih tertegun ucapan Dafi. Ia tidak percaya bahwa sang atasan bisa menyukai dirinya sampai seperti ini. Ia berkali-kali mencoba mencari kebohongan di mata dan raut wajahnya. Tetapi ia tidak menemukannya.     “You deserve to be happy ever after, Felisha. And I promise to make you happy and won’t to hurt you. Cause I’m falling in love with you.” ucapnya lagi penuh dengan penekanan dan meyakinkan.     Felisha diam, matanya berkaca-kaca mendengar atasannya mengatakannya penuh keyakinan. Ia masih mencerna setiap kata dari atasannya. ‘Mungkinkah bosnya itu benar-benar jatuh cinta pada dirinya?’ pikiran Felisha kacau dengan situasi ini. Otak Felisha memerintah untuk selalu menolaknya tetapi hati Felisha tidak bisa dibohongi. Ia terlalu yakin dengan sorot mata Bosnya itu.     “Just” jawab Felisha terbata. “I need time to approve you”                                                                                            ***     Sore itu mereka pergi ke Pantai di dekat hotel. Kali ini Felisha menggunakan casual dress Bohemian putih floral sebetis tanpa lengan dan potongan rendah di d**a dan punggungnya. Hal tersebut membuat Dafi mendengus kesal karena dapat melihat sembulan d**a dan lekuk punggung mulus Felisha yang terpampang Indah. Membuat Dafi susah menelan saliva saat melihat Felisha keluar dari kamar mandi.     Dafi belum pernah melihat Felisha menggunakan baju terbuka seperti itu. Biasanya ia melihat Felisha menggunakan dress berlengan dan blouse saat ke kantor. Bulu Dafi sedikit meremang melihat Felisha begitu cantik meskipun tanpa make up.     Ia lantas menyuruh Felisha untuk menggunkan outer supaya tidak menjadi mangsa para lelaki b***t yang sedang menikmati sembulan dadanya dan punggung indah Felisha. Untunglah Felisha penurut, ia tidak keberatan menggunakan outer untuk menutupi punggung indahnya.     Dafi sangatlah posesif, ia tidak mau melepaskan tangan Felisha meskipun hanya sebentar. Felisha tampak senang karena Dafi sangat menjaganya.     Mereka sedang duduk di kursi kayu tepi pantai untuk menikmati sunset. Terlalu pagi untuk menunggu matahari tenggelam. Mereka terlihat saling bercengkerama dan terbuka satu sama lain. Saling mengenal dirinya masing-masing untuk lebih dekat dan memahami karakter masing-masing..     “Mau main air?” tanya Dafi.     “Of course” jawab Felisha tanpa ragu.     Dafi berdiri dan membuka kaos putih mahal miliknya. Felisha terpana melihat badan tegap Dafi. Tidak terpikirkan oleh Felisha Dafi memiliki tubuh atletis dan menggairahkan. ‘uh. s**t’ umpat batin Felisha tidak tahan melihat d**a bidang dan lengan Dafi yang proporsional.     Felisha tidak mau kalah, ia melepas cardigannya dan menontonkan punggung dan pundak indahnya. Dafi terlihat tidak suka melihat Felisha melepas cardigannya.     “What are you doing?” decak Dafi kesal.     “Just want to take it off. Kamu juga buka baju kamu? See!” tukas Felisha sambil berlalu.     Dafi melangkah lebar menyusul kedepan Felisha dan menahan pinggangnya. Felisha terkejut dan tangannya meremas kecil siku Dafi.     “Ah” desah Felisha saat Dafi tiba-tiba melumat kecil lehernya memberikan kissmark.     Dafi melepas ciuman pada lehernya. “You’re mine!” lirihnya dan mengecup bibir Felisha sekilas dan berlalu.     Felisha mengernyitkan dahi. “Dasar bos gilaa!” teriaknya sambil berlari mengejar Dafi.     Mereka berdua bak pasangan kekasih yang sedang di mabuk cinta. Felisha sudah mulai terbiasa dengan sentuhan-sentuhan Dafi yang mengejutkan. Ia sering sekali memberikan sentuhan pada Felisha, seperti rangkulan pinggangnya, genggaman tangan dan kecupan romantis di pundak, pipi, pelipis atau pun bibirnya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN