Remahan Perasaan

1084 Kata

Hujan turun dengan lembut di luar jendela rumah sakit. Aroma obat bercampur dengan bau lembab hujan, menciptakan suasana yang ganjil—antara ketenangan dan kekhawatiran yang tak pernah reda. Di kursi tunggu lorong lantai tiga, Josephine masih duduk dengan kepala menunduk, matanya redup dan kulitnya tampak pucat. Sudah dua hari ia enggan makan, tidak tidur, bahkan untuk berpindah tempat lebih jauh dari beberapa meter tidak dilakukannya. Elara menatapnya dari jarak beberapa langkah. Di tangan wanita paruh baya itu masih tersisa termos kecil berisi sup ayam hangat yang kini sudah mendingin. “Josephine, sayang... kamu harus makan sedikit,” ujarnya pelan, mendekat. “Kamu tahu Elizah tidak akan senang kalau tahu kakaknya mogoh makan begini.” Namun Josephine hanya menggeleng pelan. “Aku tidak bi

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN