Potongan Takdir

1298 Kata

Sementara itu di dalam ruangan isolasi darurat, Elizah berbaring di atas tempat tidur medis yang dikelilingi panel transparan. Cahaya putih kebiruan memantul di kulitnya yang memerah, seolah suhu tubuhnya terus memaksa darah naik ke permukaan. Keringat membasahi pelipis dan lehernya, membuat helai rambutnya menempel tidak rapi. Nafasnya pendek dan tidak teratur, seperti seseorang yang berlari terlalu lama tanpa henti—tarik, tahan, lepas—namun tidak akan pernah benar-benar mencapai ritme. Kabel sensor menempel di d**a dan pelipisnya, terhubung ke monitor yang berdiri di sisi tempat tidur. Setiap kali tubuhnya bergetar, garis-garis di layar melonjak liar, disertai bunyi peringatan yang memecah keheningan. Detak jantungnya terlalu cepat, variabilitas feromonnya tidak stabil, dan suhu tubuhny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN