Siena menghela napasnya pelan, perlahan-lahan agar dirinya tenang kembali. Setelah dirasa tenang, Siena mulai melepaskan pelukan Aaron. Namun sebelum berbalik Aaron mencium bibirnya singkat. "Tenangkan dirimu, baby,” bisik Aaron. "Okay. Aku akan menemui mereka,” balas Siena. Gadis itu pun berbalik meninggalkan kamar, ia menutup pintunya dan menguncinya dari luar, untuk mengantisipasi Aaron akan keluar saat Kiara dan ibunya belum pulang. "Hahh.” Sekali lagi Siena menghela napasnya pelan. Ia berjalan melewati ruang tengah, tapi keberadaan jas Aaron membuatnya kembali panik. "Oh my god!" erangnya pelan. Siena buru-buru berlari meraih jas Aaron, ia pergi ke kamar mandi dan melemparkannya di keranjang cucian. Setelah selesai ia kembali ke depan dan membuka pintunya. Nampak Kiara yang seda

