Perang Dunia : Serangan Dimulai

1677 Kata
Pembakaran tempat itu mengubah Rein menjadi sosok yang menyeramkan. Liana yang baru menyalakan api dan membakar tepat itu kembali ke kendaraan yang dicurinya, sebuah Humvee musuh. "Tunggu sebentar! Kau membakar tempat ini? Bagaimana dengan Humvee yang datang kemari?" Rein berhenti tertawa, langsung kembali kepada setelan seorang mayor seperti sebelumnya. Dia mengapresiasikan kedua tentara itu karena sampai pada tepat waktu. Namun, itu belum cukup. Mereka perlu menembak musuh dengan nyata.. "Humvee? Oh. Aku tidak melihatnya. Setiap aku menemukan bangunan itu, aku membunuh mereka lalu membakar tempat itu. Itu adalah strategi yang digunakan untuk merugikan musuh." "Pokoknya, kita harus pergi secepatnya! Kita akan ke markas pusat agar mereka panik jika kita akan mengacau di sana." Rein melanjutkan, mengajak kedua prajurit itu untuk menaiki Humvee yang barusan dicuri. Tidak ada pilihan lain. Mereka bergegas masuk ke dalam dan kembali memeriksa keadaan sekitar. Kebakaran di tempat penyimpanan kendaraan akan merugikan lawan pada waktu yang tepat. Setelah naik Humvee, Vania dan Alvin duduk di belakang. Rein justru naik keatas dan memegang senapan yang tersedia di atas Humvee. Senjata berupa peluru yang mampu melesat menembus rompi tempurung sudah dipastikan dikendalikan penuh oleh kedua tangan mayor tersebut. Humvee itu baru melaju setelah ledakan besar di ruangan itu. Kelajuan Humvee yang dicuri bisa berjala mulus di jalan yang dipenuhi dengan bebatuan Ini semua karena ban Humvee tahan lama. Mereka pun langsung meninggalkan tempat itu lalu menyusup lawan untuk menghancurkan kekuatan dan menghasut Aliansi Kawasan Tengah untuk berfokus pada mereka. [*^*] Semua laporan dari Aliansi Kawasan Tengah untuk melakukan serangan sudah disampaikan. Mereka juga mempersiapkan beberapa personil untuk membuat satu titik fokus untuk menjatuhkan pertahanan Militer Reshan. Hanya fokus dengan satu titik, mereka mampu membuat ancaman yang mengerikan. Istilahnya sama seperti satu tombak yang mampu memberikan kerusakan yang sangat tidak bisa dihindarkan. Jwnderal yang mengurus taktik itu tidak bisa santai setelah menjatuhkan Reshan di depan mata mereka. Jenderal itu sudah duduk di ruangan itu dan sedang bersantai sejenak setelah melakukan proses yang cukup panjang dan rumit. Tiba-tiba, seorang letkol memanggil jenderal itu dengan sebuah laporan penting, menghubungi Jenderal dengan jam tangan virtual. Banyak yang sudah meninggalkan handphone meskipun tidak sepenuhnya karena jam tangan virtual memiliki fitur yang lebih baik. "Lapor, Pak Jenderal. Saya ingin melaporkan ada yang tidak beres pada wilayah ini." Jenderal itu menghentikan santai untuk sesaat, kembali duduk dengan rapi seperti biasanya. Selain itu, jenderal yang memihak negara di Kawasan Tengah harus merespon letkol dengan cepat. "Apa yang tidak beres? Katakan padaku! Kau hanya butuh 10 menit untuk menjelaskan." "Pagar besi pembatas tidak diaktifkan belakangan ini. Lalu, ketika saya sampai di tempat penyimpanan sumber daya alam, tempat itu terbakar. Tidak hanya sekali, dua sampai 10 tempat sudah terbakar habis." Letkol sudah mengenal nafas, menandakan bahwa laporan yang dikirimkan kepada jenderal itu sudah lebih dari cukup. Tidak ketinggalan, letkol itu memberikan peta hologram dan beberapa foto untuk menegaskan laporan itu, tidak bodong-bodong. Jenderal itu tidak bisa menghindari tanggung jawab itu. Tenaga kendaraan berlapis untuk pertempuran satu titik menjadi terhalang. Jika itu terus berlanjut, itu aka merugikan mereka sendiri. Menghadapi pasukan Reshan secara sembrono menimbulkan kekalahan telak, sehingga memaksa mereka untuk membuat satu titik penyerangan agar bisa menjatuhkan Reshan secara perlahan. "Kirimkan tim untuk penyelidikan ini! Pastikan pelaku itu harus ditangkap sekarang juga! Aku tidak ingin para pengacau merusak rencana kita." Jenderal itu memberikan perintah, khusus kepada letkol itu. Tidak ada penolakan yang terjadi. Justru letkol itu langsung mengerahkan tim penyidik dengan cepat setelah memastikan sambungan itu. Itu jauh lebih baik daripada sebuah negara yang perlu rapat yang ribet untuk membuat keputusan yang terbaik. Sekarang, jenderal itu berada di bawah tekanan, merasa kondisi yang terjadi merusak ekspetasi dan rencananya yang dibangun dari nol. Jendral itu memastikan bahwa pelaku perusakan itu ditangani secepat mungkin agar dia bisa menghukum mereka. "Apa yang kau rencanakan, Mayor Chivakov? Kau pasti bercanda bukan?" [*^*] Setelah melakukan perjalanan dengan Humvee musuh, mereka tiba di markas pusat, dimana mereka perlu merusak titik itu agar lawan tidak bisa menyerang lagi. Setiap bangunan yang mereka lihat harus dihancurkan untuk mengurangi kekuatan utama dari Kawasan Tengah. Mereka mengatakan roket maupun membakar bangunan dengan minyak. Jangan khawatir! Rein sudah menyuruh Liana untuk mematikan Pengintaian untuk beberapa hari ke depan. Ini ditujukan agar musuh tidak terlalu bisa mendeteksi musuh yang datang kemari. Sudah 11 bangunan yang mereka hancurkan. Bangunan yang mereka hancurkan tidak terlalu penting bagi pasukan militer Kawasan Tengah. Mereka sedang mencari pelakunya. Namun, tidak ditemukan sama sekali. Vania dan Alvin kembali duduk dengan tenang, memandangi dari jendela Humvee. Sementara itu, Rein masih berada di luar dan mengendalikan senapan humvee seperti biasanya. Liana memegang setir dan rem. Meskipun tubuhnya kecil ia mampu mengendalikan Humvee sama seperti mobil mainan. Dia sudah tahu bagaimana.cara agar Humvee bisa bergerak cepat dan rahasia, tapa di ketahui oleh orang lain. "Rasanya cukup melelahkan. Kita menghancurkan bangunan yang tidak terlalu penting." Vania menghela nafas, tidak mengerti dengan bangunan yang hangus diratakan dengan tanah. Alvin mendengar ocehan dari kemarin. Rasanya, omelan wanita tidak akan berakhir meskipun sudah mendapatkan apa yang diinginkan. "Jangan khawatir! Kita akan berperang seperti seorang prajurit sesungguhnya. Jadi, kita bersabar dulu." Alvin berkomentar, namun tidak memiringkan wajahnya dan terus menempel di jendela. "Rasanya tidak sabar. Aku ingin menunjukkan kemampuanku sebenarnya agar aku akan menjadi wanita yang kuat dan tidak bisa diremehkan begitu saja." "Aku harap begitu. Jarang tentara wanita yang bisa mendapatkan pangkat yang lebih baik. Contohnya saja Tanya von Degurechaff." Di tengah dialog membosankan itu, seorang gadis yang menyetir berteriak terlebih dahulu, menyebabkan Alvin dan Vania kembali memperhatikan Liana. Sementara itu, Rein masih santai begitu saja, menikmati udara segar yang tidak bisa didapatkan oleh para atasan sebelumnya. "Teman-teman. Kita hampir sampai di markas pusat sebentar lagi. Jadi, kita harus ke tempat persembunyian terlebih dahulu. Banyak yang harus dilakukan sebelum menyerang." Liana berseru, memastikan suaranya tidak akan kalah dari suara Humvee yang berisik. Sekarang, haluan Humvee sudah berubah, dari lurus menjadi belok kanan sekitar 45 derajat Celcius. Pergerakan Humvee itu perlu dilindungi oleh bayangan agar mereka bisa menyembunyikan diri. Banyak musuh yang menggunakan semak-semak untuk melakukan persembunyian. Sekarang, mereka bisa menahan nafas dengan lega. Setelah itu, mereka berempati kembali turun dan bersembunyi di balik semak-semak, mewaspadai musuh yang sedang berpatroli itu. Mereka bersenjata lengkap dengan belum inframerah untuk mendeteksinya keberadaan musuh sampai 700 meter. Jumlah mereka cukup banyak. Masuk sendirian adalah keputusan yang paling bodoh. Perlu melonggarkan beberapa penjaga atau tembok untuk dirobohkan. Perlu sebuah titik perhatian untuk melanggengkan keamanan itu. Rein memeriksa beberapa lokasi tertentu dengan menggunakan scope senapan di atas Humvee. Memandangi orang yang sedang patroli dan mencari celah yang bisa dimanfaatkan untuk merusak markas utama. Tidak ketinggalan juga Rein membuat b Rein langsung turun dengan menerjunkan dirinya dan mendatangi ketiga anak buahnya, memberitahukan sesuatu yang penting padanya. "Hei! Aku punya informasi yang penting di sini. Dengarkan aku sampai selesai!" Mereka hanya diam, mendengarkan perintah yang dikeluarkan oleh Rein demi bisa menyusup. Informasi itu juga penting untuk mengulik sesuatu yang penting. "Kita hanya perlu menyerang markas ini saja. Semua jenderal yang ingin mengumpulkan sumber daya alam dan manusia akan sia-sia jika kita merusak mereka layaknya virus komputer." "Kenapa kita tidak ledakan saja dengan tank? Itu jauh lebih mudah ketimbang kita harus menyusup dan mengurangi secara perlahan." "Dengarkan aku! Aku tidak peduli dengan omong kosong itu. Sudah kubilang jika kita menyerang dengan sembrono, mereka akan menggunakan kendaraan untuk menghancurkan kita. Kita akan membuat mereka lebih tidak berdaya." Vania terdiam, tidak bisa menang dengan pengetahuan militer miliknya. Rein lebih menguasai taktik karena memiliki pengalaman militer yang cukup baik meskipun usianya lebih muda dari kebanyakan mayor yang usianya 29-30 tahun. "Setelah aku periksa lebih lanjut, tidak ada celah yang bisa dipakai untuk menyusup. Terlalu rapat. Jadi, kita butuh pengalih perhatian." Mereka berpikir sejenak. Namun, laki-laki berambut merah itu sudah mendapatkan isyarat yang lebih cepat daripada dua wanita lainnya. Ekspresi wajahnya tidak menunjukkan apapun, hanya sebuah datar dan lebih tenang. "Oke. Aku paham apa yang kau perintahkan. Kau menyuruh kami untuk mengurangi pasukan mereka, bukan?" Alvin lebih cepat tanggap, bisa memahami pikiran Rein sebelum orang lain. Respon Rein menunjukkan pujian pada Alvin. Apresiasi yang patut ditiru karena "Benar sekali. Kita akan menggunakan cara licik untuk mengelabui mereka semua." Rein kembali berpikir kotor, cara itu bisa membuat orang jauh lebih sengsara dari perang itu sendiri. [*^*] Penjagaan yang cukup ketat di sore hari, banyak prajurit yang bertugas untuk memeriksa lingkungan sekitar agar para musuh tidak datang untuk menyerang mereka. Tembok pembatas mengelilingi markas utama untuk menjaga aset penting di dalamnya. Tiba-tiba, ledakan yang cukup besar namun tidak ada yang terluka. Semua prajurit yang mendengar ledakan itu cukup panik, terbuka mereka tidak terlalu berpengalaman dalam perang itu. "Apa itu? Ledakan itu cukup banyak. Kita harus sembunyikan diri!" Pemimpin yang melakukan pengawasan berteriak, mengucurkan keringat di seragam militer mereka. Tidak peduli ada yang menentang perintahnya. Yang pasti, markas itu tetap aman. "Bersiaplah untuk serangan dan waspadalah! Ledakan itu pasti sebuah pengalihan. Kita cari semua sudut." Semua prajurit langsung bersiaga, tapi belum sepenuhnya. Mereka perlu latihan lagi untuk menyempurnakan kesigapan mereka. Seharusnya markas utama di wilayah Selatan Reshan harus diisi oleh prajurit yang berpengalaman. Namun, karena ancaman Fan Yu, mereka terpaksa mengganti prajurit yang kuat dengan prajurit yang baru dilatih untuk mempertahankan negara mereka. Namun, tembok yang berdiri kokoh langsung ambruk di sisi depan markas, menjatuhkan orang dan menginjaknya sebagai aspal jalanan. Muncul sebuah kendaraan yang dilapisi penghancur tembok di depan kendaraan itu. Mereka tambah panik karena kendaraan yang menghancurkan tembok itu adalah Humvee yang mereka kenal sebelumnya. Mereka heran kenapa bisa Humvee bisa dikendarai secara otomatis. Padahal, Humvee itu tidak berbelok sama sekali. Humvee itu lurus ke depan dan berniat menabrak bangunan itu. Para tentara yang tidak cukup berpengalaman harus menghentikan Humvee itu sebelum terlambat. Seorang prajurit langsung menggunakan bazoka untuk menghentikan laju Humvee itu. Benar saja. Humvee itu langsung meledak, berhenti melaju dan kehilangan keseimbangan lalu miring ke kiri. Para tentara di markas itu langsung menghentikan aktivitas mereka dan mendatangi Humvee milik mereka. Mereka langsung menghampiri Humvee yang sudah rusak itu dan menemukan beberapa pesan di depan bodi Humvee yang bertuliskan kode itu. Mereka bingung kode apa yang tertera, memasang wajah yang tidak tahu. [С! Ю! З!] Kode yang dimaksud adalah kode yang membawa kehancuran.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN