Karena ucapan Angga kampret kemaren, aku sedikit merasa bersalah kepada Regina karena sampai sekarang perempuan itu tidak masuk ke kantor dan banyak jadwal yang mungkin saja aku lewatkan hari ini. Ya, aku pusing dan meminta bantuan Mira. Seperti sekarang yang sedang aku lakukan, nyatanya tidak bisa serapi Claudia pun menyeimbangi Regina. Terbilang baru, aku akhirnya menyadari kalau aku mulai menerima Regina sebagai sekretaris cadangan. Dan sayangnya, orang-orang sering salah paham dan menilainya hanya berniat menjadi pelabuhan terakhirku. "Kamu tahu alamat rumahnya Regina, Mir?" "Kalau tahu di mana persisnya sih enggak, cuma kalau saya kasih alamatnya, Pak Adam memangnya beneran mau jengukin Regina?" "Dia sakit?" Mira menghela napas lantaran aku membalas pertanyaannya dengan perta

