Keseharianku sama saja. Hanya bekerja, makan, berpenghasilan, dan satu hal lagi, bernapas. Adakah sedikit saja waktu untukku memberi jeda untuk berpasang-pasangan? "Ngelamunin apa, Pak Adam?" Kaget. Padahal aku sudah memberitahu Regina kalau hari ini Claudia sudah bisa masuk. Dengan senang hati, dia mengantarkan kopi kesukaanku pagi ini tepat di atas meja kerjaku. "Nggak ada. Na, ada keperluan apa?" Pertanyaanku mungkin sedikit menyinggungnya. Terlihat jelas kalau Regina tahu kalau keberadaannya sekarang tidak terlalu aku butuhkan di sini. "Pak Adam ada masalah apa sama saya?" "Tidak ada, Regina. Tapi, tugasmu memang sudah selesai. Kamu bisa kembali ke peranmu waktu pertama ke kantor ini." Dia mengangguk. Tidak menunjukan ekspresi apa-apa. Kalau ternyata benar dia memang menyukai

