Setelah surat undangan dari mantan calon pacar datang, aku merasa seperti kalah di medan perang. Entahlah, rasanya ada bagian hancur yang sulit dijelaskan. What the hell! "Pak Adam bakalan datang?" tanya Claudia seakan mengkhawatirkan hidupku akan gegana ( gelisah - galau - merana). Padahal aku hanya bisa menerima fakta bahwa Dewita bukanlah jodohku. "Kamu nanti temenin aku kondangan ya? You know lah, Claudia, cuma sama kamu aku bisa ngerasa gak kesepian meskipun statusku ini jomblo." Inilah tepat di mana posisi Claudia sangat penting untukku. Terlepas kami memang dekat, aku sering kasihan saat satu penjuru kantor tahu dan menyebarluaskan gosip yang tidak-tidak. "Aku perlu ngado gak, Clau?" "Ya terserah. Saya ini cuma sekretaris Pak Adam, dan sekarang tugas saya hanya menemani. T

