Namanya Lestari, dan sepertinya lebih muda dari mamaku. Dan beliau adalah mamanya Claudia, wanita yang baru saja mengataiku tidak punya hati. Bukannya bersikap keterlaluan, tapi aku tidak pernah memberatkan tugas Claudia selama menjadi sekretarisku. Sama sekali! Bahkan, saat weekend saja aku dengan baik hati melonggarkan dia untuk menikmati hari liburnya atau berbelanja. Tidak sekali dua kali aku mentraktirnya, sering. Kebiasaan malah, toh, Claudia selalu menganggap itu sebagai hadiah dan penyuntik semangat agar lebih fokus bekerja. Beda konteks dengan matre ya! Karena Claudia memang bukan siapa-siapa. Only My secretary. "Pak Adam biasa makan makanan ini?" ucapnya meragu. Aku menatap sayur sop dengan jagung muda, pun ketambahan nila bakar, sambal matah rawit, gila! Ini lebih dari

