"Ini kamu cuma beli satu tapi nasi dan lauknya sebanyak ini?" tunjukku setelah Claudia merelakan nasi bungkusnya kepadaku. Tapi sepertinya, karena porsinya bisa dimakan tiga orang aku mengajaknya makan bersama. Dikira apa aku? Hulk makannya segunung Krakatau gini? "Ya kan emang segitu, Pak. Saya tadi beli porsi banyak, karena emang murah dan mengenyangkan. Pak Adam yakin lambungnya gak apa-apa makan nasi bungkus? Kalau kenapa-kenapa, rumah sakit dari apartemen saya jarak tempuhnya satu jam loh, Pak?" Tanpa banyak cing-cong, aku mulai menyendok, tidak peduli dengan kecemasan Claudia semisal aku tidak terbiasa dengan makanan yang dia beli di warung-warung samping jalan. Aku bisa makan kok, tidak melulu yang sering aku pesan selama ini. Lambungku tidak sesultan itu. "Clau, ikutan maka

