Bertemu Lagi dan lagi

1099 Kata

Sepertinya, aku memang sekarang sering berhadapan dengan pegawai magang. Sepertinya loh ya! Bukan GR, hanya saja aku merasa kalau ada salah satu di antara mereka yang memang menunjukkan rasa ketertarikannya denganku. Tapi, rasa sakitku dengan Dewita memang belum benar-benar sembuh. Aku kadang masih tak biasa saja, kalau tiba-tiba berhadapan dengannya secara tak sengaja. Seperti sekarang, aku tidak punya alasan apa-apa. Hanya memesan kopi dan beberapa makanan karena perutku lapar, pesan untuk makanan cepat antar pun tetap membutuhkan waktu. Maka, aku memilih turun ke lantai satu dan berakhir di cafe ini hanya karena lebih menyingkat waktu saja. Ini beneran bukan modus. Aku bukan tipe pria yang meluangkan waktu demi merebut perhatian dari pacar orang lain. "Ini, Pak Adam." "Terima k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN