Kedua tangan ini sudah mengepal kuat. Rasanya ingin sekali aku memukuli wajah orang itu saat ini juga. Aku sudah tidak tahan mendengar Daniel difitnah seperti itu. Siapa yang semena-mena? Bukankah dia yang semena-mena? Kenapa dia membalikkan fakta? Apa mungkin dia itu adalah Dajjal? Sang pembawa fitnah besar, sang pengadu domba, dan juga sang manusia penuh dengan sifat buruk. Mungkin sudah saatnya aku menyebutkan namanya. Dia adalah Ryan. Iya Ryan. Ryan yang katanya pintar, tampan dan anak orang kaya. Dia punya kuasa, tapi dia justru mempergunakan kuasanya itu untuk menjatuhkan Daniel. Sial! Rasanya aku benar-benar ingin mengeluarkan segala rasa marahku saat ini juga. Namun, hatiku berkata lain. Aku harus menahan amarahku terlebih dahulu. Takut jika nantinya urusannya akan bertambah kaca

