Bab 76

1738 Kata

"Kok hobinya nyari hobi?" balasnya. "Iya, lah. Kan itu hobiku. Masa iya harus sama sama hobi kamu?" balasku. Dia diam membisu. Awal yang baik bagiku. Pandangan mereka kepadaku pasti mereka langsung menyangka bahwa aku adalah orang yang sangat pemberani, asyik dan enak diajak berteman. Aku sudah melawan takdir bagi para murid baru yang kebanyakan akan menjadi penakut dan nantinya malah dijadikan bahan bullyan. Setelahnya, banyak pertanyaan demi pertanyaan yang dilontarkan oleh mereka semua kepadaku. Kebanyakan yang bertanya adalah para lelakinya, yang perempuan hanya beberapa saja. Apa yang ditanyakan pun sebenarnya bukanlah hal yang penting. "Oke, sudah dulu ya, tanya jawabnya. Kalau mau nanya-nanya ke Shela lagi, nanti aja. Shela, kamu duduk di sana," ucap Bu Nanik sambil menunjuk ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN