Bab 77

2009 Kata

"Hahaha.... Lo mau pesen apa, Shel?" tanya Intan kemudian. "Emmm." Aku berpikir sejenak, menentukan apa yang mau aku pesan. Kalau di warung kopi Daniel, aku sering memesan cappucino atau paling tidak kopi hitam. Ah, kenapa juga aku harus memikirkan dia lagi. "Gue es jeruk aja," jawabku. "Hahaha." Ani tertawa terbahak-bahak. "Kenapa?" tanyaku. "Katanya ngopi, tapi pesennya es. Hahaha," ejek Ani. "Gue gak bilang lho, kalau gue mau ngopi," balasku, karena memang kenyataannya seperti itu. "Halah, alasan aja Lo," ucap Ani. "Hahaha.... Sudah, sudah. Biar gue pesenin dulu," kata Intan. Itulah Intan. Dia memang punya sifat yang sangat berani, akan tetapi dia tidak suka menyuruh-nyuruh orang lain, apalagi jika orang lain itu adalah temannya sendiri. Prinsipnya, selama dia bisa melakukan s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN