"Peringkat 13?" tanyaku entah ke siapa sesaat setelah aku melihat ke arah peringkat. Aku langsung memandang ke arah Mama seolah meminta jawaban kepadanya. Ada rasa sedikit tidak percaya dengan hasil yang aku capai. Walau tak memenuhi target yang harusnya harus peringkat 12, tapi setidaknya peringkatku sudah naik beberapa tingkat dari sebelumnya. "Iya," jawab Mama. Kali ini nampak jelas sekali senyuman dari sang malaikat tak bersayapku itu. "Maaf, ya, Ma," ucapku. Walau pencapaianku terbilang cukup bagus, tapi rasanya aku masih belum bisa mencapai kesuksesan. "Maaf kenapa, Shel?" tanya Mamaku. "Maaf, aku belum bisa dapat peringkat 12 besar," jawabku. "Eh, gak apa-apa lah, Shel. Ini juga udah bagus," kata Mama. "Kata Mama, angka 13 itu merupakan angka sial, kok sekarang Mama bilang ba

