Bab 72

1998 Kata

Aku terbelalak kaget. Jawaban itu, sebuah jawaban yang tak pernah aku duga sebelumnya. Kukira dia akan menjawab "iya", tapi ternyata malah itu yang aku dengar dari mulutnya. "Gue gak ada hal buat ngelarang Lo. Terserah Lo mau melakukan apa, itu hak Lo. Tapi, sebagai teman, gue.... Tidak, maksudnya kami, teman-teman sekelas Lo ini berharap agar Lo nggak pergi. Alasan yang lo buat tadi, jujur sangat tidak memuaskan. Kami cuma ingin Lo menjawab dengan jujur tentang alasan Lo mau pindah sekolah. Itu saja," lanjut Pasha. Kata-katanya itu sungguh menekanku. Sialnya, seorang Dendi yang biasanya tengil pun seolah-olah sangat menghargai Pasha ketika Pasha sedang berbicara. Padahal aku berharap Dendi bisa berucap yang tidak penting hanya untuk sekedar mengulur waktu agar Pasha tak menanyaiku denga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN