Kurasa Pasha memang sudah punya sedikit perasaan kepada Icha. Dia memang suka ke aku, tapi itu dulu, sebelum pada akhirnya aku memilih untuk menolaknya, dan dia pun menerimanya dengan lapang d**a. Dia adalah lelaki yang baik. Perasaan yang ia tujukan ke Icha itu entah cuma sebagai bentuk pelampiasan atas perasaannya yang gagal ke aku ataupun apa, aku tidak tahu. Harapanku perasaan itu memang murni dari hatinya, bukan hanya sebatas pelampiasan. Agar nantinya dia tidak menyakiti hati sahabatku itu. Kalaupun nanti ia menyakiti, aku pun pasti akan bertindak. Lupakan dulu soal itu. Lagipula aku juga belum tahu tentang kenyataannya seperti apa. Sekali lagi itu hanya asumsiku belaka. "Eh, ngomeng-ngomeng, Lo mau sekolah di mana, Dik?" tanya Dendi, memanggilku dengan sebutan "Dik". "Dak, Dik,

