Bab 84

1995 Kata

"Sandinya?" tanya Daniel sambil menyodorkan ponsel itu kepadaku. "Oh iya. Sorry Niel. Gue lupa," ucapku sambil tertawa cengengesan. Daniel tersenyum meremehkan. Memang, aku baru sadar bahwa ponselku kuberi sandi. Daniel tentunya tidak tahu tentang sandi ponselku itu, karena inilah kali pertamanya dia meminjamnya dariku yang entah mau dia buat untuk apa. Aku pun membukakannya. Dan dengan sopannya, Daniel bahkan tak berniat sedikitpun untuk tahu sandi ponselku itu. Padahal jika dia ingin melihat, dia tinggal melihatnya saja, tapi tidak ia lakukan. "Nih," ucapku sambil memberikan ponsel itu kepadanya lagi. Dia pun menerimanya. Tanpa banyak berbicara dia langsung menggerakkan jemarinya dengan lincah di layar ponselku itu. Aneh, kenapa aku bilang aneh? Seharusnya, untuk orang yang tidak pu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN